Javascript must be enabled to continue!
Studi Deskriptif: Praktik Personal Hygiene saat Menstruasi pada Remaja
View through CrossRef
Personal Hygiene behavior during menstruation among adolescents is still not optimal, especially in terms of bathing habits, methods of cleaning genital area, the use of sanitary pads, and the use of underwear. The risk of infection or reproductive health problems may increase if adolescents do not pay attention to their personal hygiene during menstruation, especially when they spend most of the day at school. The purpose of this study was to identify the description of personal hygiene behavior during menstruation among adolescents in Senior High School. This study used a quantitative descriptive research design. The sampling technique applied was proportionate stratified random sampling, with a total of 288 students from Senior High School 4 in Semarang City as respondents. Data were collected using a questionnaire on self-care practice during menstruation among adolescent and analyzed descriptively. The finding showed that the majority of respondents had moderate personal hygiene behavior during menstruation (75.7%), 17.4% demonstrated good behavior, and 6.9% showed poor behavior. Improvement in personal hygiene behavior can be supported by the availability of information; however, the effectiveness of delivering and receiving this information must be considered within the adolescents’ social and educational are required, particulary in establishing sustainable and appropriate personal hygiene habits during menstruation through collaboration between schools and health providers.
ABSTRAK
Perilaku kebersihan diri selama menstruasi pada remaja masih belum optimal, terutama dalam hal biasaan mandi, cara membersihkan area genital, penggunaan pembalut, dan penggunaan pakaian dalam. Risiko terjadinya infeksi atau masalah kesehatan reproduksi akan meningkat jika remaja tidak memperhatikan kebersihan dirinya selama periode menstruasi. Apalagi jika remaja sebagian besar waktunya berada di sekolah. Di Jawa Tengah, sebanyak 79,4% remaja pernah mengalami pruritus vulvae dan infeksi jamur pada genetalia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku personal hygiene selama menstruasi pada remaja di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling, dengan jumlah 288 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 4 di Kota Semarang sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner perawatan diri selama menstruasi pada remaja putri, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki perilaku kebersihan diri yang cukup selama menstruasi (75,7%), 17,4% menunjukkan perilaku baik, dan 6,9% responden berperilaku kurang. Peningkatan perilaku personal hygiene bisa difasilitasi dengan ketersediaan informasi, namun perlu diperhatikan efektifitas informasi tersebut disampaikan dan diterima oleh remaja dalam konteks sosial dan pendidikan mereka. Diperlukan upaya peningkatan melalui edukasi kesehatan, khususnya dalam hal membentuk kebiasaan personal hygiene yang berkelanjutan dan tepat selama periode menstruasi, melalui kerjasama antara pihak sekolah dan tenaga kesehatan.
Universitas Ngudi Waluyo
Title: Studi Deskriptif: Praktik Personal Hygiene saat Menstruasi pada Remaja
Description:
Personal Hygiene behavior during menstruation among adolescents is still not optimal, especially in terms of bathing habits, methods of cleaning genital area, the use of sanitary pads, and the use of underwear.
The risk of infection or reproductive health problems may increase if adolescents do not pay attention to their personal hygiene during menstruation, especially when they spend most of the day at school.
The purpose of this study was to identify the description of personal hygiene behavior during menstruation among adolescents in Senior High School.
This study used a quantitative descriptive research design.
The sampling technique applied was proportionate stratified random sampling, with a total of 288 students from Senior High School 4 in Semarang City as respondents.
Data were collected using a questionnaire on self-care practice during menstruation among adolescent and analyzed descriptively.
The finding showed that the majority of respondents had moderate personal hygiene behavior during menstruation (75.
7%), 17.
4% demonstrated good behavior, and 6.
9% showed poor behavior.
Improvement in personal hygiene behavior can be supported by the availability of information; however, the effectiveness of delivering and receiving this information must be considered within the adolescents’ social and educational are required, particulary in establishing sustainable and appropriate personal hygiene habits during menstruation through collaboration between schools and health providers.
ABSTRAK
Perilaku kebersihan diri selama menstruasi pada remaja masih belum optimal, terutama dalam hal biasaan mandi, cara membersihkan area genital, penggunaan pembalut, dan penggunaan pakaian dalam.
Risiko terjadinya infeksi atau masalah kesehatan reproduksi akan meningkat jika remaja tidak memperhatikan kebersihan dirinya selama periode menstruasi.
Apalagi jika remaja sebagian besar waktunya berada di sekolah.
Di Jawa Tengah, sebanyak 79,4% remaja pernah mengalami pruritus vulvae dan infeksi jamur pada genetalia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku personal hygiene selama menstruasi pada remaja di Sekolah Menengah Atas.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif.
Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling, dengan jumlah 288 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 4 di Kota Semarang sebagai responden.
Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner perawatan diri selama menstruasi pada remaja putri, dan dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki perilaku kebersihan diri yang cukup selama menstruasi (75,7%), 17,4% menunjukkan perilaku baik, dan 6,9% responden berperilaku kurang.
Peningkatan perilaku personal hygiene bisa difasilitasi dengan ketersediaan informasi, namun perlu diperhatikan efektifitas informasi tersebut disampaikan dan diterima oleh remaja dalam konteks sosial dan pendidikan mereka.
Diperlukan upaya peningkatan melalui edukasi kesehatan, khususnya dalam hal membentuk kebiasaan personal hygiene yang berkelanjutan dan tepat selama periode menstruasi, melalui kerjasama antara pihak sekolah dan tenaga kesehatan.
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Presdisposing dan Enabling Factors Perilaku Personal Hygiene Remaja Putri Tunanetra di SLBN Semarang Saat Menstruasi
Presdisposing dan Enabling Factors Perilaku Personal Hygiene Remaja Putri Tunanetra di SLBN Semarang Saat Menstruasi
Personal hygiene saat menstruasi sangat penting untuk remaja. Sama halnya yang dilakukan oleh remaja putri tunanetra di SLB Negeri Semarang yang memiliki gangguan penglihatan dan m...
Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Kelas 9 Di SMPN 1 Long Bagun Tahun 2023
Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Kelas 9 Di SMPN 1 Long Bagun Tahun 2023
Pendahuluan: Menstruasi adalah peristiwa penting bagi remaja dimana proses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena luruhnya dinding rahim karena tidak dibuahi. Pengeta...
HUBUNGAN KONSUMSI BUAH DAN SAYUR SERTA KOPI READY TO DRINK TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI REMAJA PUTRI
HUBUNGAN KONSUMSI BUAH DAN SAYUR SERTA KOPI READY TO DRINK TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI REMAJA PUTRI
ABSTRACTBackground: As many as 75% of adolescents women aged 12-24 years old experience menstrual cycle disorders. Menstrual cycle disorders are disorders experienced by a woman du...
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMPN 1 Boyolali
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMPN 1 Boyolali
Latar Belakang: Personal hygiene saat menstruasi merupakan tindakan memelihara kebersihan daerah kewanitaan saat menstruasi. Banyak remaja belum memahami cara menjaga kebersihan di...
Relationship between Teachers’ Knowledge of Air Pollution and Personal Hygiene Promotion Strategy
Relationship between Teachers’ Knowledge of Air Pollution and Personal Hygiene Promotion Strategy
Bahasa Indonesia:a
Kindergarten teachers’ knowledge of air pollution is important because air pollution may negatively affect young children’s health. Teachers need adequate unders...
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN SIKLUS DAN LAMA HARI MENSTRUASI PADA REMAJA AKHIR DI DESA RANTAU SAKTI KECAMATAN TAMBUSAI UTARA KABUPATEN ROKAN HULU
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN SIKLUS DAN LAMA HARI MENSTRUASI PADA REMAJA AKHIR DI DESA RANTAU SAKTI KECAMATAN TAMBUSAI UTARA KABUPATEN ROKAN HULU
Masa remaja merupakan masa transisi perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa transisi sering ditandai dengan perkembangan fisik dari usia anak menjadi dewasa yang disebut pubertas. ...
Pemberdayaan Remaja Putri dalam Upaya Persiapan Menghadapi Menstruasi Pertama
Pemberdayaan Remaja Putri dalam Upaya Persiapan Menghadapi Menstruasi Pertama
Usia remaja merupakan masa transisi dimana terjadi berbagai perubahan fisik maupun psikologi. Salah satu perubahan fisik pada masa adalah berkembangnya fungsi reproduksi yang ditan...

