Javascript must be enabled to continue!
Analisis Faktor Risiko Kebakaran Dengan Metode Fishbone di Gedung STIKes Persada Husada Indonesia dan SMK Persada Husada Indonesia
View through CrossRef
Undang-undang Keselamatan Kerja Nomor 1 Tahun 1970 Bab III Persyaratan Keselamatan Kerja Pasal 3 ayat 1 huruf b dan c mengatur bahwa salah satu syarat keselamatan produksi adalah mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, serta mencegah dan mengurangi bahaya ledakan. Peraturan ini merupakan salah satu persyaratan dasar untuk pekerjaan pengendalian risiko terhadap bahaya kebakaran dan ledakan. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dengan metode Purposive Sampling. Data diperoleh dengan melakukan observasi secara langsung, wawancara dan telaah dokumen. Untuk mendapatkan data yang valid, maka dilakukan validitasi data menggunakan metode triangulasi. Fokus penelitian ini adalah kebijakan K3, perencanaan, pelaksanaan, pemeriksaan dan tinjauan ulang terkait pengendalian kebakaran. Hasil dari penelitian ini adalah STIKes PHI dan SMK PHI belum memiliki kebijakan K3. Perencanaan mengenai fire risk assesment belum dilakukan di STIKes PHI dan SMK PHI. Pelaksanaan mengenai pengendalian kebakaran belum maksimal. Pemeriksaan dan tinjauan Ulang mengenai pengendalian kebakaran belum maksimal. Penilaian risiko kebakaran terdapat 3 jenis bahaya risiko kebakaran yang ada di gedung STIKes PHI, dan SMK PHI yaitu, kabel listrik yang tidak tersusun dengan baik dengan nilai 10 dengan risiko tidak dapat diterima, penggunaan terminal portable dengan terminal portable dengan nilai 10 dengan risiko tidak dapat diterima, banyaknya bahan mudah terbakar dengan nilai 5 dengan risiko dapat di tolerir.
STIKES Persada Husada Indonesia
Title: Analisis Faktor Risiko Kebakaran Dengan Metode Fishbone di Gedung STIKes Persada Husada Indonesia dan SMK Persada Husada Indonesia
Description:
Undang-undang Keselamatan Kerja Nomor 1 Tahun 1970 Bab III Persyaratan Keselamatan Kerja Pasal 3 ayat 1 huruf b dan c mengatur bahwa salah satu syarat keselamatan produksi adalah mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, serta mencegah dan mengurangi bahaya ledakan.
Peraturan ini merupakan salah satu persyaratan dasar untuk pekerjaan pengendalian risiko terhadap bahaya kebakaran dan ledakan.
Penelitian ini menggunakan data kualitatif dengan metode Purposive Sampling.
Data diperoleh dengan melakukan observasi secara langsung, wawancara dan telaah dokumen.
Untuk mendapatkan data yang valid, maka dilakukan validitasi data menggunakan metode triangulasi.
Fokus penelitian ini adalah kebijakan K3, perencanaan, pelaksanaan, pemeriksaan dan tinjauan ulang terkait pengendalian kebakaran.
Hasil dari penelitian ini adalah STIKes PHI dan SMK PHI belum memiliki kebijakan K3.
Perencanaan mengenai fire risk assesment belum dilakukan di STIKes PHI dan SMK PHI.
Pelaksanaan mengenai pengendalian kebakaran belum maksimal.
Pemeriksaan dan tinjauan Ulang mengenai pengendalian kebakaran belum maksimal.
Penilaian risiko kebakaran terdapat 3 jenis bahaya risiko kebakaran yang ada di gedung STIKes PHI, dan SMK PHI yaitu, kabel listrik yang tidak tersusun dengan baik dengan nilai 10 dengan risiko tidak dapat diterima, penggunaan terminal portable dengan terminal portable dengan nilai 10 dengan risiko tidak dapat diterima, banyaknya bahan mudah terbakar dengan nilai 5 dengan risiko dapat di tolerir.
Related Results
Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat
Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat
Upaya dini pencegahan kebakaran telah mampu menurunkan risiko kecelakaan di lingkungan permukiman padat perkotaan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi kebutuhan masyarak...
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Riau
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Riau
Sistem proteksi kebakaran digunakan untuk mendeteksi dan memadamkan kebakaran sedini mungkin dengan menggunakan peralatan yang digerakkan secara manual dan otomatis. Laboratorium T...
PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG RAMAYANA MALL SORONG
PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG RAMAYANA MALL SORONG
Kebakaran adalah peristiwa yang menyebabkan banyak kerugian. Kebakaran di gedung bertingkat akan menimbulkan banyak kerugian. Beberapa peristiwa kebakaran di gedung komersial berla...
Analisa Fasilitas Safety Building Sebagai Upaya Pencegahan Kebakaran Di Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang
Analisa Fasilitas Safety Building Sebagai Upaya Pencegahan Kebakaran Di Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang
Abstract: A fire hazard is one of the potential hazards of Occupational Safety and Health or K3 in buildings. In high-rise buildings, escape routes are few and limited, necessitati...
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI THE HIMANA CONDOTEL
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI THE HIMANA CONDOTEL
Salah satu masalah dalam kegiatan konstruksi adalah risiko keterlambatan proyek konstruksi. Proyek The Himana Condotel terjadi beberapa kendala yang mengakibatkan beberapa pelaksan...
SISTEMATIC REVIEW FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INDONESIA
SISTEMATIC REVIEW FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INDONESIA
Penyakit jantung koroner (PJK) menjadi masalah kesehatan global dengan beban morbiditas dan mortalitas tinggi, menduduki posisi pertama sebagai penyebab kematian akibat penyakit ti...
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Investigasi kebakaran hutan secara proaktif memberikan pemahaman yang lebih baik kepada manajer kehutanan, kebakaran, dan penegak hukum tentang kecenderungan penyebab kebakaran hut...
Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
AbstractIn Indonesia, forest and land fires have occurred since 1997. As if it has become an annual disaster, forest and land fires still occur, especially in the peat area. Weathe...

