Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Sanitasi Lingkungan Fisik Rumah Dan kepadatan Hunian Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2 Kabupaten Banjar

View through CrossRef
Abstrak Kabupaten Banjar menjadi urutan ke 2 kasus tertinggi tuberkulosis paru di Kalimantan Selatan dengan jumlah kasus 766. Pada wilayah kerja Puskesmas Martapura 2 yang terletak di Kabupaten Banjar, penyakit tuberkulosis paru terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persyaratan fisik rumah dan kepadatan hunian dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Martapura 2 Kabupaten Banjar. Penelitian ini bersifat obervasional analitik dengan menggunakan metode case control. Besar sampel dalam penelitian 1:1, dengan 15 kasus dan 15 kontrol total 30 sampel. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dan faktor risiko uji odd’s ratio. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan persyaratan fisik rumah dengan nilai p=0,007 dari hasil penelitian melalui pengukuran (pencahayaan p=0,000, kelembaban p=0,000, suhu p=0,002) dan kepadatan hunian p=0,000 dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Martapura 2. Hasil analisis odd’s ratio menunjukkan sanitasi lingkungan fisik rumah 21 kali dengan masing-masing variabel yang diukur (pencahayaan 91 kali, kelembaban 42 kali, suhu 28 kali) dan kepadatan hunian 91 kali berisiko terkena penyakit tuberkulosis paru apabila tinggal pada rumah yang tidak memenuhi persyaratan. Diharapkan masyarakat dapat membiasakan membuka pintu dan jendela rumah agar sirkulasi udara maupun pencahayaan bisa masuk kedalam rumah dengan optimal. Kata Kunci: Persyaratan Fisik Rumah; Kepadatan Hunian; Tuberkulosis Paru Abstract Banjar Regency has the second highest number of pulmonary tuberculosis cases in South Kalimantan with 766 cases. In the working area of Puskesmas Martapura 2 located in Banjar Regency, the incidence of pulmonary tuberculosis continues to increase every year. This study aims to determine the relationship between physical requirements of the house and occupancy density with the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of Puskesmas Martapura 2, Banjar Regency. This study is an analytic observational study using the case control method. The sample size in the study was 1:1, with 15 cases and 15 controls totaling 30 samples. Statistical analysis used chi-square test and odd's ratio test risk factors. The results of the chi-square statistical test showed that there was a relationship between the physical requirements of the house with a value of p=0.007 from the results of the study through measurement (lighting p=0.000, humidity p=0.000, temperature p=0.002) and occupancy density p=0.000 with the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of Puskesmas Martapura 2. The results of the odd's ratio analysis showed that the sanitation of the physical environment of the house 21 times with each variable measured (lighting 91 times, humidity 42 times, temperature 28 times) and occupancy density 91 times at risk of developing pulmonary tuberculosis disease if living in a house that does not meet the requirements. It is expected that the community can get used to opening doors and windows of the house so that air circulation and lighting can enter the house optimally. Keywords: House Physical Requirements; Residential Density; Pulmonary Tuberculosis
Title: Pengaruh Sanitasi Lingkungan Fisik Rumah Dan kepadatan Hunian Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2 Kabupaten Banjar
Description:
Abstrak Kabupaten Banjar menjadi urutan ke 2 kasus tertinggi tuberkulosis paru di Kalimantan Selatan dengan jumlah kasus 766.
Pada wilayah kerja Puskesmas Martapura 2 yang terletak di Kabupaten Banjar, penyakit tuberkulosis paru terus meningkat setiap tahunnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persyaratan fisik rumah dan kepadatan hunian dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Martapura 2 Kabupaten Banjar.
Penelitian ini bersifat obervasional analitik dengan menggunakan metode case control.
Besar sampel dalam penelitian 1:1, dengan 15 kasus dan 15 kontrol total 30 sampel.
Analisis statistik menggunakan uji chi-square dan faktor risiko uji odd’s ratio.
Hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan persyaratan fisik rumah dengan nilai p=0,007 dari hasil penelitian melalui pengukuran (pencahayaan p=0,000, kelembaban p=0,000, suhu p=0,002) dan kepadatan hunian p=0,000 dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Martapura 2.
Hasil analisis odd’s ratio menunjukkan sanitasi lingkungan fisik rumah 21 kali dengan masing-masing variabel yang diukur (pencahayaan 91 kali, kelembaban 42 kali, suhu 28 kali) dan kepadatan hunian 91 kali berisiko terkena penyakit tuberkulosis paru apabila tinggal pada rumah yang tidak memenuhi persyaratan.
Diharapkan masyarakat dapat membiasakan membuka pintu dan jendela rumah agar sirkulasi udara maupun pencahayaan bisa masuk kedalam rumah dengan optimal.
Kata Kunci: Persyaratan Fisik Rumah; Kepadatan Hunian; Tuberkulosis Paru Abstract Banjar Regency has the second highest number of pulmonary tuberculosis cases in South Kalimantan with 766 cases.
In the working area of Puskesmas Martapura 2 located in Banjar Regency, the incidence of pulmonary tuberculosis continues to increase every year.
This study aims to determine the relationship between physical requirements of the house and occupancy density with the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of Puskesmas Martapura 2, Banjar Regency.
This study is an analytic observational study using the case control method.
The sample size in the study was 1:1, with 15 cases and 15 controls totaling 30 samples.
Statistical analysis used chi-square test and odd's ratio test risk factors.
The results of the chi-square statistical test showed that there was a relationship between the physical requirements of the house with a value of p=0.
007 from the results of the study through measurement (lighting p=0.
000, humidity p=0.
000, temperature p=0.
002) and occupancy density p=0.
000 with the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of Puskesmas Martapura 2.
The results of the odd's ratio analysis showed that the sanitation of the physical environment of the house 21 times with each variable measured (lighting 91 times, humidity 42 times, temperature 28 times) and occupancy density 91 times at risk of developing pulmonary tuberculosis disease if living in a house that does not meet the requirements.
It is expected that the community can get used to opening doors and windows of the house so that air circulation and lighting can enter the house optimally.
Keywords: House Physical Requirements; Residential Density; Pulmonary Tuberculosis.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian yang disebabkan oleh bakteri (Mycobacterium tuberculosis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peme...
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016
Jumlah kasus TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kalibagor tahun 2013 sebanyak 38 kasus dan pada tahun2014 menurun menjadi 31 kasus. Kasus TB Paru baru masih terjadi, tidak terlepas...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
KORELASI KEADAAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TBC PARU
KORELASI KEADAAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TBC PARU
Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Umumnya setelah masuk ke dalam tubuh melalui rongga pernapasan, bakteri ini akan menuju ke ...
Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Segeri Kabupaten Pangkep
Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Segeri Kabupaten Pangkep
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Pada tahun 2020, Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat 9.325 kasus tuberku...

Back to Top