Javascript must be enabled to continue!
Traditionalist salafi’s involvement in the religious moderation da’wah
View through CrossRef
Traditionalist Salafi groups differ from political and jihadist salafi groups. Traditionalist Salafi chose a moderate path in their preaching. This article aims to analyze the moderate path of Salafi Rodja in Indonesia. Using a qualitative method where data is collected through observation and reading the community's official website and interviewing key informants, we argue that Rodja as a traditionalist salafi in Indonesia develops a moderate way of preaching by applying two approaches. First, contextualizing the understanding of jihad by rejecting violence in the name of Islamic jihad. Second, engage in social activities by providing educational services and moral and material assistance to people in need. Both of these approaches show the humanization of salafi teachings which are usually associated with extremism. This fact shows that Indonesian traditionalist Salafi seeks to emphasize moderate and humanist religious ways in their preaching. However, the tendency to moderate the way (manhaj) of da'wah cannot be separated from its position as a breakaway among mainstream moderate Islamic groups (Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah), in addition to the government's efforts to eradicate extremist movements. This study contributes to the strengthening of moderate da'wah discourse among splinter groups***Kelompok Salafi tradisionalis berbeda dengan kelompok Salafi politik dan jihadis. Salafi tradisionalis memilih jalan moderate dalam dakwahnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis jalur moderat Salafi Rodja di Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif di mana data dikumpulkan melalui observasi dan membaca website resmi komunitas serta mewawancarai informan kunci, kami berpendapat bahwa Rodja sebagai salafi tradisionalis di Indonesia mengembangkan cara dakwah moderat dengan menerapkan dua pendekatan. Pertama, mengkontekstualisasikan pemahaman jihad dengan menolak kekerasan atas nama jihad Islam. Kedua, terlibat dalam kegiatan sosial dengan menyediakan layanan pendidikan dan bantuan moril dan material kepada masyarakat yang membutuhkan. Kedua pendekatan ini menunjukkan humanisasi ajaran salafi yang biasanya sering diasosiasikan dengan ekstremisme. Fakta ini menunjukkan bahwa Salafi tradisionalis Indonesia berusaha untuk menekankan cara-cara keagamaan yang moderat dan humanis dalam dakwahnya. Namun, kecenderungan untuk memoderasi cara (manhaj) dakwah tidak lepas dari posisinya sebagai sempalan di antara kelompok arus utama Islam moderat (Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah), di samping upaya pemerintah memberantas gerakan ekstremis. Studi ini memberikan kontribusi bagi penguatan diskursus dakwah moderat dalam kalangan kelompok sempalan.
UIN Walisongo Semarang
Title: Traditionalist salafi’s involvement in the religious moderation da’wah
Description:
Traditionalist Salafi groups differ from political and jihadist salafi groups.
Traditionalist Salafi chose a moderate path in their preaching.
This article aims to analyze the moderate path of Salafi Rodja in Indonesia.
Using a qualitative method where data is collected through observation and reading the community's official website and interviewing key informants, we argue that Rodja as a traditionalist salafi in Indonesia develops a moderate way of preaching by applying two approaches.
First, contextualizing the understanding of jihad by rejecting violence in the name of Islamic jihad.
Second, engage in social activities by providing educational services and moral and material assistance to people in need.
Both of these approaches show the humanization of salafi teachings which are usually associated with extremism.
This fact shows that Indonesian traditionalist Salafi seeks to emphasize moderate and humanist religious ways in their preaching.
However, the tendency to moderate the way (manhaj) of da'wah cannot be separated from its position as a breakaway among mainstream moderate Islamic groups (Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah), in addition to the government's efforts to eradicate extremist movements.
This study contributes to the strengthening of moderate da'wah discourse among splinter groups***Kelompok Salafi tradisionalis berbeda dengan kelompok Salafi politik dan jihadis.
Salafi tradisionalis memilih jalan moderate dalam dakwahnya.
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis jalur moderat Salafi Rodja di Indonesia.
Dengan menggunakan metode kualitatif di mana data dikumpulkan melalui observasi dan membaca website resmi komunitas serta mewawancarai informan kunci, kami berpendapat bahwa Rodja sebagai salafi tradisionalis di Indonesia mengembangkan cara dakwah moderat dengan menerapkan dua pendekatan.
Pertama, mengkontekstualisasikan pemahaman jihad dengan menolak kekerasan atas nama jihad Islam.
Kedua, terlibat dalam kegiatan sosial dengan menyediakan layanan pendidikan dan bantuan moril dan material kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kedua pendekatan ini menunjukkan humanisasi ajaran salafi yang biasanya sering diasosiasikan dengan ekstremisme.
Fakta ini menunjukkan bahwa Salafi tradisionalis Indonesia berusaha untuk menekankan cara-cara keagamaan yang moderat dan humanis dalam dakwahnya.
Namun, kecenderungan untuk memoderasi cara (manhaj) dakwah tidak lepas dari posisinya sebagai sempalan di antara kelompok arus utama Islam moderat (Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah), di samping upaya pemerintah memberantas gerakan ekstremis.
Studi ini memberikan kontribusi bagi penguatan diskursus dakwah moderat dalam kalangan kelompok sempalan.
Related Results
Kontestasi Narasi Moderasi Beragama di Instagram
Kontestasi Narasi Moderasi Beragama di Instagram
People who study religion are no longer limited to religious leaders who have direct scientific legitimacy. However, it can be done independently through the internet or social med...
AGENCY IN PIETY: YOUNG SALAFI WOMEN IN DIGITAL BUSINESS
AGENCY IN PIETY: YOUNG SALAFI WOMEN IN DIGITAL BUSINESS
Salafi women are regarded as a more tight and exclusive community than men. This reality highlights Salafi Sharia provisions, which mandate women to stay at home. Nonetheless, youn...
Analisis Pesan Dakwah dalam Novel Religi
Analisis Pesan Dakwah dalam Novel Religi
Da'wah currently can no longer be done in a simple way, the da'wah actors must be able to create their da'wah messages so that the da'wah messages presented can be of interest to t...
MEASURING RELIGIOUS MODERATION AMONG STUDENTS
MEASURING RELIGIOUS MODERATION AMONG STUDENTS
This article aims to describe the results of research on the analysis of factors that influence religious moderation and the influence of religiosity on religious moderation for st...
Toleransi Model Salafi
Toleransi Model Salafi
Abstract
As a multicultural area, South Kalimantan is inhabited by various followers of various religions, ethnicities and cultures. Likewise, various religious sects of mass org...
Salafi Online: Dakwah Salafi Pada Akun Instagram @dakwah_tauhid
Salafi Online: Dakwah Salafi Pada Akun Instagram @dakwah_tauhid
Tulisan ini menganalisis aktivitas dakwah Salafi online di Indonesia yaitu pada akun Instagram @dakwah_tauhid. Salafi adalah sebuah gerakan pemurnian agama Islam yang mengajak masy...
Membangun Harmoni Dan Toleransi Melalui Moderasi Beragama
Membangun Harmoni Dan Toleransi Melalui Moderasi Beragama
Religious moderation refers to a balanced and moderate approach in carrying out religious beliefs. This involves tolerance, understanding, and respect for the different beliefs and...
Persepsi Masyarakat terhadap Aktivitas Dakwah Salafi di Desa Suka Makmur Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar
Persepsi Masyarakat terhadap Aktivitas Dakwah Salafi di Desa Suka Makmur Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar
Salafi is one of the streams of Islam that adheres to the strategies and patterns of da'wah carried out by the Prophet, companions, tabi'in and tabi'it tabi'in. Meanwhile, percepti...


