Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Formulasi Patch Hidrogel Ekstrak Etanol Daun Averrhoa bilimbi L. Sebagai Antijerawat

View through CrossRef
Abstract. Acne is a skin inflammation caused by clogged pores and the growth of Cutibacterium acnes bacteria. Starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) contain active compounds such as flavonoids and tannins, which possess antibacterial properties and have potential as natural anti-acne agents. This study aimed to formulate and evaluate a hydrogel patch containing 10% ethanolic extract of starfruit leaves as a topical anti-acne preparation. Patch formulation was optimized by varying concentrations of HPMC and carbopol. The optimal formula was obtained in formula 2, consisting of 1.3% HPMC and 2.7% carbopol, which showed the following organoleptic characteristics: round shape, clear appearance, odorless, dry and uneven surface texture. The drying time was 24 hours with water content (6.96% ± 0.003), pH (5.52 ± 0.0656), weight uniformity (0.1461 ± 0.0013 g), thickness (0.1610 ± 0.0010 mm), folding endurance (>300), moisture absorption (9.27% ± 0.0033), and swelling (45.62% ± 0.0018). The selected formula was then added with 10% ethanolic extract of starfruit leaves. Antibacterial testing using the agar diffusion method showed an inhibition zone of 12 mm (strong category) against C. acnes growth. Thus, this hydrogel patch has potential as a natural-based topical anti-acne preparation. Abstrak. Jerawat merupakan peradangan kulit akibat penyumbatan pori-pori dan pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin yang bersifat antibakteri dan berpotensi sebagai bahan alami antijerawat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi patch hidrogel mengandung ekstrak etanol daun belimbing wuluh 10% sebagai sediaan topikal antijerawat. Optimasi formula sediaan patch dibuat dengan variasi konsentrasi HPMC dan karbopol. Formula optimal sediaan patch diperoleh pada formula 2 yaitu kombinasi HPMC 1,3% dan karbopol 2,7% yang memiliki hasil evaluasi uji organoleptis yakni berbentuk bulat, bening, tidak berbau, tekstur dan kondisi permukaan kering, tidak rata. Serta diperoleh waktu kering yaitu dalam 24 jam dengan kandungan air (6,96% ± 0,003), pH (5,52 ± 0,0656), keseragaman bobot (0,1461 ± 0,0013), ketebalan (0,1610 ± 0,0010), ketahanan lipat (> 300), daya serap kelembaban (9,27% ± 0,0033) , dan swelling (45,62% ± 0,0018). Formula 2 yang terpilih kemudian ditambahkan ekstrak etanol daun belimbing wuluh 10%. Uji antibakteri menggunakan metode difusi agar menunjukkan adanya daya hambat sebesar 12 mm (kategori kuat) terhadap pertumbuhan bakteri C. acnes. Dengan demikian, patch hidrogel ini berpotensi sebagai sediaan antijerawat berbasis bahan alam.
Title: Formulasi Patch Hidrogel Ekstrak Etanol Daun Averrhoa bilimbi L. Sebagai Antijerawat
Description:
Abstract.
Acne is a skin inflammation caused by clogged pores and the growth of Cutibacterium acnes bacteria.
Starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.
) contain active compounds such as flavonoids and tannins, which possess antibacterial properties and have potential as natural anti-acne agents.
This study aimed to formulate and evaluate a hydrogel patch containing 10% ethanolic extract of starfruit leaves as a topical anti-acne preparation.
Patch formulation was optimized by varying concentrations of HPMC and carbopol.
The optimal formula was obtained in formula 2, consisting of 1.
3% HPMC and 2.
7% carbopol, which showed the following organoleptic characteristics: round shape, clear appearance, odorless, dry and uneven surface texture.
The drying time was 24 hours with water content (6.
96% ± 0.
003), pH (5.
52 ± 0.
0656), weight uniformity (0.
1461 ± 0.
0013 g), thickness (0.
1610 ± 0.
0010 mm), folding endurance (>300), moisture absorption (9.
27% ± 0.
0033), and swelling (45.
62% ± 0.
0018).
The selected formula was then added with 10% ethanolic extract of starfruit leaves.
Antibacterial testing using the agar diffusion method showed an inhibition zone of 12 mm (strong category) against C.
acnes growth.
Thus, this hydrogel patch has potential as a natural-based topical anti-acne preparation.
Abstrak.
Jerawat merupakan peradangan kulit akibat penyumbatan pori-pori dan pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes.
Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.
) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin yang bersifat antibakteri dan berpotensi sebagai bahan alami antijerawat.
Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi patch hidrogel mengandung ekstrak etanol daun belimbing wuluh 10% sebagai sediaan topikal antijerawat.
Optimasi formula sediaan patch dibuat dengan variasi konsentrasi HPMC dan karbopol.
Formula optimal sediaan patch diperoleh pada formula 2 yaitu kombinasi HPMC 1,3% dan karbopol 2,7% yang memiliki hasil evaluasi uji organoleptis yakni berbentuk bulat, bening, tidak berbau, tekstur dan kondisi permukaan kering, tidak rata.
Serta diperoleh waktu kering yaitu dalam 24 jam dengan kandungan air (6,96% ± 0,003), pH (5,52 ± 0,0656), keseragaman bobot (0,1461 ± 0,0013), ketebalan (0,1610 ± 0,0010), ketahanan lipat (> 300), daya serap kelembaban (9,27% ± 0,0033) , dan swelling (45,62% ± 0,0018).
Formula 2 yang terpilih kemudian ditambahkan ekstrak etanol daun belimbing wuluh 10%.
Uji antibakteri menggunakan metode difusi agar menunjukkan adanya daya hambat sebesar 12 mm (kategori kuat) terhadap pertumbuhan bakteri C.
acnes.
Dengan demikian, patch hidrogel ini berpotensi sebagai sediaan antijerawat berbasis bahan alam.

Related Results

FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides (Benth.) S. Moore) SEBAGAI ANTIBAKTERI
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides (Benth.) S. Moore) SEBAGAI ANTIBAKTERI
Sabun  merupakan sediaan yang bermanfaat sebagai agen pembersih dari kotoran. Penambahan ekstrak dari suatu tanaman yang berkhasiat antibakteri diharapkan dapat menambah daya guna ...
Sifat Fisika Kimia Sediaan Vanishing Krim Anti Jerawat Ekstrak Etanol 96% Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
Sifat Fisika Kimia Sediaan Vanishing Krim Anti Jerawat Ekstrak Etanol 96% Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
Jerawat merupakan peradangan pada lapisan polisebaseus yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acne. Pengembangan sediaan vanishing creamantijerawat dari daun belimbing wuluh (A...

Back to Top