Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efektivitas Terapi Relaksasi dalam Menurunkan Kadar Gula Darah dan Tingkat Kecemasan pada Pasien Diabetes : Tinjauan Sistematis

View through CrossRef
Individuals with diabetes mellitus were particularly vulnerable to psychological issues such as stress and anxiety, which could further exacerbate their condition. This systematic review aimed to identify the most effective relaxation therapies for reducing anxiety and blood glucose levels in patients with diabetes mellitus. Following PRISMA guidelines, a literature search was conducted across ScienceDirect, Google Scholar, and Cochrane databases between December 2024 and Desember 2025, resulting in the selection of ten articles based on predefined inclusion and exclusion criteria. The findings revealed that Murrotal Audio Therapy (P value 0,000), Classical Music Therapy (P value 0,000), and Yoga (P Value <0,001) had the most notable effects on lowering blood glucose levels. The underlying mechanisms varied, involving endorphin release, increased immunoglobulin A levels, and enhanced coping strategies that promoted physiological relaxation. Overall, the reviewed studies demonstrated that relaxation therapies had a beneficial impact on stress, anxiety, and glycemic control in diabetes patients. Although the use of relaxation therapy in diabetes care remained an evolving field, current evidence supported its potential and highlighted the need for future research involving combined interventions, extended durations, and larger populations.   ABSTRAK Penderita diabetes melitus sangat rentan terhadap masalah psikologis seperti stres dan kecemasan, yang dapat memperburuk kondisi penyakit. Studi tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi terapi relaksasi yang paling efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan dan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus. Proses pencarian literatur dilakukan sesuai pedoman PRISMA melalui basis data Science Direct, Google Scholar, dan Cochrane selama bulan Desember 2024 hingga Desember 2025, dengan sepuluh artikel terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil menunjukkan bahwa terapi audio Murrotal (P Value = 0,000), terapi musik klasik (P value 0,000), dan Yoga (P Value <0,001) memberikan penurunan kadar glukosa darah signifikan. Mekanisme yang mendasari penurunan glukosa dan kecemasan melalui terapi relaksasi bervariasi, termasuk pelepasan endorfin, peningkatan kadar imunoglobulin A, serta penguatan mekanisme koping yang secara keseluruhan mendukung relaksasi tubuh. Secara umum, studi-studi yang ditinjau menunjukkan bahwa intervensi terapi relaksasi memberikan dampak positif terhadap penurunan stres, kecemasan, dan kontrol glikemik pada pasien diabetes. Meskipun pemanfaatan terapi relaksasi dalam penatalaksanaan diabetes masih berkembang, temuan yang ada mendukung potensi penggunaannya serta mendorong perlunya penelitian lanjutan dengan kombinasi terapi, durasi yang lebih panjang, dan jumlah sampel yang lebih besar.
Title: Efektivitas Terapi Relaksasi dalam Menurunkan Kadar Gula Darah dan Tingkat Kecemasan pada Pasien Diabetes : Tinjauan Sistematis
Description:
Individuals with diabetes mellitus were particularly vulnerable to psychological issues such as stress and anxiety, which could further exacerbate their condition.
This systematic review aimed to identify the most effective relaxation therapies for reducing anxiety and blood glucose levels in patients with diabetes mellitus.
Following PRISMA guidelines, a literature search was conducted across ScienceDirect, Google Scholar, and Cochrane databases between December 2024 and Desember 2025, resulting in the selection of ten articles based on predefined inclusion and exclusion criteria.
The findings revealed that Murrotal Audio Therapy (P value 0,000), Classical Music Therapy (P value 0,000), and Yoga (P Value <0,001) had the most notable effects on lowering blood glucose levels.
The underlying mechanisms varied, involving endorphin release, increased immunoglobulin A levels, and enhanced coping strategies that promoted physiological relaxation.
Overall, the reviewed studies demonstrated that relaxation therapies had a beneficial impact on stress, anxiety, and glycemic control in diabetes patients.
Although the use of relaxation therapy in diabetes care remained an evolving field, current evidence supported its potential and highlighted the need for future research involving combined interventions, extended durations, and larger populations.
  ABSTRAK Penderita diabetes melitus sangat rentan terhadap masalah psikologis seperti stres dan kecemasan, yang dapat memperburuk kondisi penyakit.
Studi tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi terapi relaksasi yang paling efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan dan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus.
Proses pencarian literatur dilakukan sesuai pedoman PRISMA melalui basis data Science Direct, Google Scholar, dan Cochrane selama bulan Desember 2024 hingga Desember 2025, dengan sepuluh artikel terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan.
Hasil menunjukkan bahwa terapi audio Murrotal (P Value = 0,000), terapi musik klasik (P value 0,000), dan Yoga (P Value <0,001) memberikan penurunan kadar glukosa darah signifikan.
Mekanisme yang mendasari penurunan glukosa dan kecemasan melalui terapi relaksasi bervariasi, termasuk pelepasan endorfin, peningkatan kadar imunoglobulin A, serta penguatan mekanisme koping yang secara keseluruhan mendukung relaksasi tubuh.
Secara umum, studi-studi yang ditinjau menunjukkan bahwa intervensi terapi relaksasi memberikan dampak positif terhadap penurunan stres, kecemasan, dan kontrol glikemik pada pasien diabetes.
Meskipun pemanfaatan terapi relaksasi dalam penatalaksanaan diabetes masih berkembang, temuan yang ada mendukung potensi penggunaannya serta mendorong perlunya penelitian lanjutan dengan kombinasi terapi, durasi yang lebih panjang, dan jumlah sampel yang lebih besar.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
INTERVENSI TERAPI RELAKSASI AUTOGENIC TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI KELURAHAN KARANGANYAR
INTERVENSI TERAPI RELAKSASI AUTOGENIC TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI KELURAHAN KARANGANYAR
Latar Belakang: Pengelolaan kadar gula darah merupakan aspek penting dalam penanganan diabetes melitus (DM) untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Terapi relaks...
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Gula tergolong karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Jenis gula yang digunakan pada penelitian ini yaitu g...
Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurun sekresi insulin yang progresif dan dilatar belakangi ...
Storytelling dan Terapi Musik Ceria Menurunkan Kecemasan Hospitalisasi pada Toddler
Storytelling dan Terapi Musik Ceria Menurunkan Kecemasan Hospitalisasi pada Toddler
Pendahuluan: Kecemasan hospitalisasi merupakan suatu keadaan krisis pada anak sakit yang harus menjalani rawat inap karena proses adaptasi terhadap stressor lingkungan baru, orang ...
Penerapan Terapi Hipnosis Lima Jari Terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Diabetes Militus
Penerapan Terapi Hipnosis Lima Jari Terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Diabetes Militus
AbstractDiabetes mellitus is a metabolic disorder because the pancreas cannot produce insulin and when the body is unable to use it. It can be seen from the blood sugar levels. Hig...

Back to Top