Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Keris Taming Sari dan Legitimasi Kesaktian Hang Tuah

View through CrossRef
Masyarakat Jawa menganggap keris sebagai benda yang keramat. Akan tetapi, di sisi lain, masyarakat Melayu juga menempatkan keris sebagai jati diri orang Melayu. Dalam hal ini, eksistensi keris juga tertuang dalam Hikayat Hang Tuah yang menempatkan keris Taming Sari dari Majapahit sebagai senjata yang meningkatkan kesaktian dari Hang Tuah hingga dirinya dianugerahkan gelar Laksamana. Dari hal tersebut, diperoleh dua pertanyaan penelitian, yaitu 1) bagaimana keris Taming Sari dapat memberikan legitimasi kesaktian Hang Tuah? 2) mengapa penulis Hikayat Hang Tuah menonjolkan legitimasi melalui keris Taming Sari? Untuk menjawab dua pertanyaan penelitian tersebut, digunakan metode deskriptif analisis, yaitu dengan mendeskripsikan dan menganalisis fakta-fakta yang ditemukan dalam karya sastra Hikayat Hang Tuah, yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori legitimasi Weber. Hasil yang diperoleh, yaitu Hang Tuah pada mulanya telah memiliki legitimasi karismatik diperkuat dengan keberhasilannya dalam mengalahkan prajurit Taming Sari dan memiliki keris pusakanya menjadikan legitimasi bagi Hang Tuah bertambah, yaitu legitimasi tradisional, karismatik, dan legal-rasional (setelah bergelar Laksamana). Penonjolan legitimasi melalui keris tersebut secara tersirat memperlihatkan  bahwa Hang Tuah telah diakui oleh Melayu dan Majapahit.
Title: Keris Taming Sari dan Legitimasi Kesaktian Hang Tuah
Description:
Masyarakat Jawa menganggap keris sebagai benda yang keramat.
Akan tetapi, di sisi lain, masyarakat Melayu juga menempatkan keris sebagai jati diri orang Melayu.
Dalam hal ini, eksistensi keris juga tertuang dalam Hikayat Hang Tuah yang menempatkan keris Taming Sari dari Majapahit sebagai senjata yang meningkatkan kesaktian dari Hang Tuah hingga dirinya dianugerahkan gelar Laksamana.
Dari hal tersebut, diperoleh dua pertanyaan penelitian, yaitu 1) bagaimana keris Taming Sari dapat memberikan legitimasi kesaktian Hang Tuah? 2) mengapa penulis Hikayat Hang Tuah menonjolkan legitimasi melalui keris Taming Sari? Untuk menjawab dua pertanyaan penelitian tersebut, digunakan metode deskriptif analisis, yaitu dengan mendeskripsikan dan menganalisis fakta-fakta yang ditemukan dalam karya sastra Hikayat Hang Tuah, yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori legitimasi Weber.
Hasil yang diperoleh, yaitu Hang Tuah pada mulanya telah memiliki legitimasi karismatik diperkuat dengan keberhasilannya dalam mengalahkan prajurit Taming Sari dan memiliki keris pusakanya menjadikan legitimasi bagi Hang Tuah bertambah, yaitu legitimasi tradisional, karismatik, dan legal-rasional (setelah bergelar Laksamana).
Penonjolan legitimasi melalui keris tersebut secara tersirat memperlihatkan  bahwa Hang Tuah telah diakui oleh Melayu dan Majapahit.

Related Results

Kritik Mitos Tentang “Hang Tuah” Karya Amir Hamzah
Kritik Mitos Tentang “Hang Tuah” Karya Amir Hamzah
This study reveals the myth criticism on rhyme "Hang Tuah", an Amir Hamzah’s work expressing Malay myth. The Malay myth found in the rhyme "Hang Tuah" is placed as a meeting place ...
The Mythology Behind the Creation of Blambangan Keris and Its Influence on the Creative Industry
The Mythology Behind the Creation of Blambangan Keris and Its Influence on the Creative Industry
Given its meaningful and artistic values, Indonesian keris has been recognized by UNESCO as a world cultural heritage. However, contrary to the values in Indonesian culture, many v...
The Mythology Behind the Creation of Blambangan Keris and Its Influence on the Creative Industry
The Mythology Behind the Creation of Blambangan Keris and Its Influence on the Creative Industry
Given its meaningful and artistic values, Indonesian keris has been recognized by UNESCO as a world cultural heritage. However, contrary to the values in Indonesian culture, many v...
PENERAPAN MOTIF KATAK PADA KERIS DHAPUR BETOK PAMOR UDAN MAS
PENERAPAN MOTIF KATAK PADA KERIS DHAPUR BETOK PAMOR UDAN MAS
ABSTRAKKatak (kodok) merupakan salah satu hewan yang cukup populer dalam kehidupan masyarakat Jawa. Katak (kodok) dalam habitatnya sering dijumpai pada tumbuhan teratai yang hidupn...
Malay Warrior Board Game A Method of Appreciation of The Narrative of Hikayat Hang Tuah
Malay Warrior Board Game A Method of Appreciation of The Narrative of Hikayat Hang Tuah
ABSTRACT Hikayat Hang Tuah is a traditional Malay literary work that often attracts the attention of scholars both within and outside the nation. The story is always a topic of dis...
Estetika dan Karakteristik Keris Puthut dalam Ketubuhan sebagai Inspirasi Gerak Tari
Estetika dan Karakteristik Keris Puthut dalam Ketubuhan sebagai Inspirasi Gerak Tari
Karya ini merupakan karya dalam bentuk dance film dengan pijakan gerak abstrak untuk menggambarkan setiap adegan. Judul karya ini adalah Mandhita, kata tersebut diambil dari bentuk...
PENCIPTAAN BILAH KERIS DHAPUR BETHOK WULUNG BERMOTIF KALPATARU TINATAH EMAS
PENCIPTAAN BILAH KERIS DHAPUR BETHOK WULUNG BERMOTIF KALPATARU TINATAH EMAS
Penciptaan karya tugas akhir ini mengangkat tema bilah keris dhapur bethok dan mitologi kalpataru. Penciptaan karya ini berdasar pada nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam bi...
Dimensi Spiritual Keris Dalam Perspektif Filsafat Metafisika
Dimensi Spiritual Keris Dalam Perspektif Filsafat Metafisika
Keris is recognized as a cultural heritage that transcends material functions, believed to possess spiritual dimensions such as 'tuah' or 'power.' Existing literature tends to focu...

Back to Top