Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Identification of Peanut Germplasm Tolerance to Salinity Stress

View through CrossRef
Varietas toleran salinitas adalah kunci utama pengembangan kacang tanah di tanah salin, namun sampai saat ini belum ada perakitan varietas kacang tanah di Indonesia dengan spesifikasi toleran terhadap salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toleransi 25 aksesi kacang tanah koleksi plasma nutfah Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi terhadap cekaman salinitas untuk menyediakan sumber gen persilangan tahan salinitas. Aksesi kacang tanah ditanam pada tiga level salinitas yaitu  non salin, sedang (5-6 dS/m), dan tinggi (8-10 dS/m). Parameter yang diamati meliputi skor keracunan, kadar K dan Na pada akar dan tajuk, hasil polong dan biji, dan indeks toleransi cekaman (ITC).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua aksesi teridentifikasi peka pada salinitas tinggi. Salinitas sedang merupakan level salinitas tertinggi yang masih dapat ditoleransi oleh 23 aksesi kacang tanah. Pada tingkat salinitas sedang, empat aksesi kacang tanah (MLGA 0211, MLGA 0222, MLGA 0546, MLGA 0570) teridentifikasi toleran, dua aksesi (MLGA 0473 danMLGA 0605) peka, dan 19 aksesi lainnya tergolong sedang. Toleransi terhadap salinitas berhubungan dengan kemampuan aksesi untuk membatasi serapan Na dan translokasinya ke tajuk sehingga rasio K/Na di tajuk tetap tinggi dan dapat meningkatkan proses fotosintesis tanaman. Rasio Na-akar/Na-tajuk sama efektifnya dengan indikator rasio K/Na tajuk, oleh karena itu dapat dijadikan kriteria baru dalam seleksi toleransi kacang tanah terhadap cekaman salinitas. Aksesi yang toleran berdasarkan kemampuan untuk membentuk polong dan biji serta kemampuan menahan efek salinitas dapat dimanfaatkan dan diintegrasikan dalam pemuliaan kacang tanah untuk toleransi salinitas.
Title: Identification of Peanut Germplasm Tolerance to Salinity Stress
Description:
Varietas toleran salinitas adalah kunci utama pengembangan kacang tanah di tanah salin, namun sampai saat ini belum ada perakitan varietas kacang tanah di Indonesia dengan spesifikasi toleran terhadap salinitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toleransi 25 aksesi kacang tanah koleksi plasma nutfah Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi terhadap cekaman salinitas untuk menyediakan sumber gen persilangan tahan salinitas.
Aksesi kacang tanah ditanam pada tiga level salinitas yaitu  non salin, sedang (5-6 dS/m), dan tinggi (8-10 dS/m).
Parameter yang diamati meliputi skor keracunan, kadar K dan Na pada akar dan tajuk, hasil polong dan biji, dan indeks toleransi cekaman (ITC).
  Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua aksesi teridentifikasi peka pada salinitas tinggi.
Salinitas sedang merupakan level salinitas tertinggi yang masih dapat ditoleransi oleh 23 aksesi kacang tanah.
Pada tingkat salinitas sedang, empat aksesi kacang tanah (MLGA 0211, MLGA 0222, MLGA 0546, MLGA 0570) teridentifikasi toleran, dua aksesi (MLGA 0473 danMLGA 0605) peka, dan 19 aksesi lainnya tergolong sedang.
Toleransi terhadap salinitas berhubungan dengan kemampuan aksesi untuk membatasi serapan Na dan translokasinya ke tajuk sehingga rasio K/Na di tajuk tetap tinggi dan dapat meningkatkan proses fotosintesis tanaman.
Rasio Na-akar/Na-tajuk sama efektifnya dengan indikator rasio K/Na tajuk, oleh karena itu dapat dijadikan kriteria baru dalam seleksi toleransi kacang tanah terhadap cekaman salinitas.
Aksesi yang toleran berdasarkan kemampuan untuk membentuk polong dan biji serta kemampuan menahan efek salinitas dapat dimanfaatkan dan diintegrasikan dalam pemuliaan kacang tanah untuk toleransi salinitas.

Related Results

Impact of Pesticides on Crop Injury, Yield, Market Quality, and Chemical Composition of Peanut (Arachis hypogaea L.)
Impact of Pesticides on Crop Injury, Yield, Market Quality, and Chemical Composition of Peanut (Arachis hypogaea L.)
Producing peanut with limited pest management options creates challenges in maintaining yield, market grade quality, acceptable flavor, and nutritional value of peanut (Arachis hyp...
Fine root compensation in the non-saline zone increases the velvet ash (Fraxinus velutina) growth salt threshold under nonuniform salinity
Fine root compensation in the non-saline zone increases the velvet ash (Fraxinus velutina) growth salt threshold under nonuniform salinity
Soil salinity is often heterogeneous in natural environments, yet most studies on plant salt tolerance have focused on uniform salinity conditions. Understanding how trees respond ...
Functional Uses of Peanut (Arachis hypogaea L.) Seed Storage Proteins
Functional Uses of Peanut (Arachis hypogaea L.) Seed Storage Proteins
Peanut (Arachis hypogaea L.) is an important grain legume crop of tropics and subtropics. It is increasingly being accepted as a functional food and protein extender in developing ...
Effect of Bradyrhizobia Inoculant Formulation with Phorate in New Peanut Fields
Effect of Bradyrhizobia Inoculant Formulation with Phorate in New Peanut Fields
ABSTRACT Peanut (Arachis hypogaea L.) is a legume and requires nodulation by Bradyrhizobia to convert atmospheric N into a plant usable form. Peanut inoculants pl...
USDA Peanut Germplasm and the International Treaties
USDA Peanut Germplasm and the International Treaties
The USDA peanut germplasm collection was assembled over eight decades and is securely managed at the National Plant Germplasm System (NPGS) genebank in Griffin, GA, with a back-up ...
Influence of Plant Population and Harvest Date on Peanut (Arachis hypogaea) Yield and Aflatoxin Contamination
Influence of Plant Population and Harvest Date on Peanut (Arachis hypogaea) Yield and Aflatoxin Contamination
ABSTRACT Research was conducted in Malawi at Mpatsanjoka farm in Salima district during the 2015-2016 and 2016-2017 growing cycles to determine interactions of plant...
Peanut Response to Postemergence Applications of Chlorimuron
Peanut Response to Postemergence Applications of Chlorimuron
Abstract There has been a renewed interest in the use of chlorimuron to control late-season Florida beggarweed in peanut. Postemergence (POST...

Back to Top