Javascript must be enabled to continue!
View through CrossRef
Bakteri asam laktat (BAL) merupakan kelompok bakteri Gram positif yang menghasilkan berbagai metabolit aktif, di antaranya asam laktat, etanol, hidroperoksida, dan bakteriosin. Bakteriosin adalah suatu peptida yang mempunyai spektrum luas dalam menghambat pertumbuhan mikroba patogen. Kemampuan bakteriosin dalam menghambat pertumbuhan mikroba dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantarnya konsentrasi zat antimikroba, suhu lingkungan, waktu penyimpanan, pH, dan sifat-sifat mikroba. Isolat BAL LG-90 diisolasi dari sedimen mangrove Pantai Logending yang terletak di Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, diketahui mampu menghasilkan bakteriosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan identitas isolat BAL LG-90, waktu optimum produksi bakteriosin, serta pH dan suhu pemanasan optimum terhadap aktivitas bakteriosin isolat BAL LG-90 sebagai agen antimikroba. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu isolat BAL LG-90 dan variabel tergantung yaitu kemampuan menghasilkan bakteriosin dan daya antibakteri. Parameter utama yang diukur yaitu diameter zona hambat dan parameter pendukung yaitu sifat morfologis, fisiologis, dan biokimiawi bakteri. Analisis data secara deskriptif dan karakterisasi isolat bakteri berdasarkan Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu isolat BAL LG-90 memiliki karakter fenetik serupa dengan genus Lactobacillus. Produksi bakteriosin isolat BAL LG-90 optimum pada waktu inkubasi 16 jam. Aktivitas optimum bakteriosin sebagai antimikroba pada pH 6 dan suhu pemanasan 40oC.
Universitas Jenderal Soedirman
Title:
Description:
Bakteri asam laktat (BAL) merupakan kelompok bakteri Gram positif yang menghasilkan berbagai metabolit aktif, di antaranya asam laktat, etanol, hidroperoksida, dan bakteriosin.
Bakteriosin adalah suatu peptida yang mempunyai spektrum luas dalam menghambat pertumbuhan mikroba patogen.
Kemampuan bakteriosin dalam menghambat pertumbuhan mikroba dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantarnya konsentrasi zat antimikroba, suhu lingkungan, waktu penyimpanan, pH, dan sifat-sifat mikroba.
Isolat BAL LG-90 diisolasi dari sedimen mangrove Pantai Logending yang terletak di Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, diketahui mampu menghasilkan bakteriosin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan identitas isolat BAL LG-90, waktu optimum produksi bakteriosin, serta pH dan suhu pemanasan optimum terhadap aktivitas bakteriosin isolat BAL LG-90 sebagai agen antimikroba.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei.
Variabel bebas pada penelitian ini yaitu isolat BAL LG-90 dan variabel tergantung yaitu kemampuan menghasilkan bakteriosin dan daya antibakteri.
Parameter utama yang diukur yaitu diameter zona hambat dan parameter pendukung yaitu sifat morfologis, fisiologis, dan biokimiawi bakteri.
Analisis data secara deskriptif dan karakterisasi isolat bakteri berdasarkan Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu isolat BAL LG-90 memiliki karakter fenetik serupa dengan genus Lactobacillus.
Produksi bakteriosin isolat BAL LG-90 optimum pada waktu inkubasi 16 jam.
Aktivitas optimum bakteriosin sebagai antimikroba pada pH 6 dan suhu pemanasan 40oC.

