Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pembentukan Kelompok Pengawas Wisata : Melibatkan Masyarakat Dalam Pengelolaan Destinasi Wisata Untuk Mengurangi Dampak Negatif

View through CrossRef
Pariwisata merupakan asset yang sangat penting dalam menyumbang terhadap pendapatan daerah dan ajang kreativitas untuk memperkenalkan ciri khas daerah. Adanya pedagang kaki lima di taplau yang menjadi salah satu destinasi di kota Padang menimbulkan pro dan  kontra.  Sisi  positifnya  ialah  dapat  meningkatkan  UMKM  masyarakat  namun  disisi  lain  adanya  pedagang kaki lima di taplau  Padang  ini  menimbulkan  kemacetan dan keresahan di  kalangan  pengunjung.  Sehingga pemerintah Kota Padang menugaskan Satpol PP untuk menertibkan para pedangang kaki lima ini.  Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengetahui penyebab konflik  antara  para  pedagang  kaki  lima  taplau  dengan  pemerintah  Kota  Padang  dan  bentuk penyelesaian yang diberikan oleh pemerintah Kota Padang. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data, peneliti melakukan obervasi langsung ke lapangan dan melakukan wawancara dengan  lembaga  terkait  seperti  LBH  dan  kepada pedagang kaki lima.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  pemerintah  Kota Padang  bersedia  untuk  memfasilitasi  para pedagang kaki lima  ini  agar  mereka  dapat  terus  berjualan  dengan  menyediakan tempat untuk mereka berjualan sehingga destinasi wisata tidak terganggu. Pembangunan dan perkembangan suatu daerah menjadi kawasan wisata tidak bisa dilepaskan dari partisipasi aktif masyarakat lokal. Hal serupa juga menjadi kajian yang sepatutnya dilakukan pada pengembangan Kawasan Wisata taplau Padang. Partisipasi aktif masyarakat lokal, dilakukan dalam tahap perencanaan maupun tahap pelaksanaan. Partisipasi masyarakat lokal tersebut diantaranya: 1) Tahap perencanaan. Pada tahap ini partisipasi masyarakat taplau Pdang diwujudkan dalam beberapa bentuk yaitu; a) Ikut serta dalam sosialisasi pengembangan wisata taplau menjadi tempat wisata . 2). Tahap pelaksanaan. Pada tahap pelaksanaan ini peran serta masyarakat lokal diantaranya; a) Masyarakat lokal sebagai prioritas utama dalam pemanfaatan pantai sebagai sumber mata pencarian. b) Menjaga kelestarian pantai dari perilaku negatif pengunjung. c) Membangun image positif kawasan taplau sebagai kawasan wisata religius dan berbudaya. d) Ikut serta dalam berbagai pelatihan menuju terbentuknya masyarakat taplau yang sadar wisata.
Title: Pembentukan Kelompok Pengawas Wisata : Melibatkan Masyarakat Dalam Pengelolaan Destinasi Wisata Untuk Mengurangi Dampak Negatif
Description:
Pariwisata merupakan asset yang sangat penting dalam menyumbang terhadap pendapatan daerah dan ajang kreativitas untuk memperkenalkan ciri khas daerah.
Adanya pedagang kaki lima di taplau yang menjadi salah satu destinasi di kota Padang menimbulkan pro dan  kontra.
  Sisi  positifnya  ialah  dapat  meningkatkan  UMKM  masyarakat  namun  disisi  lain  adanya  pedagang kaki lima di taplau  Padang  ini  menimbulkan  kemacetan dan keresahan di  kalangan  pengunjung.
  Sehingga pemerintah Kota Padang menugaskan Satpol PP untuk menertibkan para pedangang kaki lima ini.
  Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengetahui penyebab konflik  antara  para  pedagang  kaki  lima  taplau  dengan  pemerintah  Kota  Padang  dan  bentuk penyelesaian yang diberikan oleh pemerintah Kota Padang.
Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data, peneliti melakukan obervasi langsung ke lapangan dan melakukan wawancara dengan  lembaga  terkait  seperti  LBH  dan  kepada pedagang kaki lima.
  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  pemerintah  Kota Padang  bersedia  untuk  memfasilitasi  para pedagang kaki lima  ini  agar  mereka  dapat  terus  berjualan  dengan  menyediakan tempat untuk mereka berjualan sehingga destinasi wisata tidak terganggu.
Pembangunan dan perkembangan suatu daerah menjadi kawasan wisata tidak bisa dilepaskan dari partisipasi aktif masyarakat lokal.
Hal serupa juga menjadi kajian yang sepatutnya dilakukan pada pengembangan Kawasan Wisata taplau Padang.
Partisipasi aktif masyarakat lokal, dilakukan dalam tahap perencanaan maupun tahap pelaksanaan.
Partisipasi masyarakat lokal tersebut diantaranya: 1) Tahap perencanaan.
Pada tahap ini partisipasi masyarakat taplau Pdang diwujudkan dalam beberapa bentuk yaitu; a) Ikut serta dalam sosialisasi pengembangan wisata taplau menjadi tempat wisata .
2).
Tahap pelaksanaan.
Pada tahap pelaksanaan ini peran serta masyarakat lokal diantaranya; a) Masyarakat lokal sebagai prioritas utama dalam pemanfaatan pantai sebagai sumber mata pencarian.
b) Menjaga kelestarian pantai dari perilaku negatif pengunjung.
c) Membangun image positif kawasan taplau sebagai kawasan wisata religius dan berbudaya.
d) Ikut serta dalam berbagai pelatihan menuju terbentuknya masyarakat taplau yang sadar wisata.

Related Results

Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
MANAJEMEN KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN CANDI MADANI KELURAHAN CANDIROTO KECAMATAN KENDAL KABUPATEN KENDAL
MANAJEMEN KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN CANDI MADANI KELURAHAN CANDIROTO KECAMATAN KENDAL KABUPATEN KENDAL
Tujuan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantu mitra dalam pengelolaan kelompok pembudidaya ikan tawar. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kel...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Modern lifestyle trends have significantly increased public interest in travel, driving a rise in tourist visits to both regional and international destinations. This growing deman...
Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Danau Rana Tonjong Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur
Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Danau Rana Tonjong Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi destinasi wisata Danau Rana Tonjong di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Salah satu distinasi wisa...

Back to Top