Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Pemberian Imunisasi Hexavalen di Kapanewon Bantul Tahun 2026
View through CrossRef
Latar Belakang: Penerapan Imunisasi Hexavalen telah dimulai untuk mengatasi cakupan imunisasi dan meningkatkan perlindungan terhadap enam penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi melalui satu kali injeksi. Imunisasi ini baru diperkenalkan di Indonesia, khususnya pada proyek percontohan wilayah, diperlukan penelitian untuk menggambarkan pelaksanaan imunisasi dan kejadian ikutan pasca imunisasi sebagai dasar evaluasi program dan kebijakan pengembangan.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian Imunisasi Hexavalen pada bayi di Kapanewon Bantul tahun 2026, meliputi karakteristik penerima imunisasi, distribusi dosis vaksin yang diberikan, serta kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).
Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder. Subjek penelitian adalah 48 bayi yang menerima Imunisasi Hexavalen di Puskesmas Bantul I dan Puskesmas Bantul II. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif univariat dengan perangkat lunak SPSS versi 25.
Hasil : Dari 48 bayi yang diteliti, sebanyak 52,1% berjenis kelamin laki-laki dan 39,6% berusia 3 bulan. Dosis kedua merupakan dosis Imunisasi Hexavalen yang paling banyak diberikan (39,6%). KIPI terjadi pada 37,5% bayi, dengan gejala yang paling dominan berupa demam >38°C (94,4%), sedangkan 62,5% bayi tidak mengalami KIPI.
Kesimpulan : Imunisasi Hexavalen telah menunjukkan gambaran pada populasi penelitian dan dapat menjadi dasar bukti ilmiah untuk evaluasi program imunisasi serta penelitian lebih lanjut terkait pelaksanaan Imunisasi Hexavalen.
Universitas Indonesia Maju (UIMA)
Title: Gambaran Pemberian Imunisasi Hexavalen di Kapanewon Bantul Tahun 2026
Description:
Latar Belakang: Penerapan Imunisasi Hexavalen telah dimulai untuk mengatasi cakupan imunisasi dan meningkatkan perlindungan terhadap enam penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi melalui satu kali injeksi.
Imunisasi ini baru diperkenalkan di Indonesia, khususnya pada proyek percontohan wilayah, diperlukan penelitian untuk menggambarkan pelaksanaan imunisasi dan kejadian ikutan pasca imunisasi sebagai dasar evaluasi program dan kebijakan pengembangan.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian Imunisasi Hexavalen pada bayi di Kapanewon Bantul tahun 2026, meliputi karakteristik penerima imunisasi, distribusi dosis vaksin yang diberikan, serta kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).
Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder.
Subjek penelitian adalah 48 bayi yang menerima Imunisasi Hexavalen di Puskesmas Bantul I dan Puskesmas Bantul II.
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling.
Analisis data menggunakan analisis deskriptif univariat dengan perangkat lunak SPSS versi 25.
Hasil : Dari 48 bayi yang diteliti, sebanyak 52,1% berjenis kelamin laki-laki dan 39,6% berusia 3 bulan.
Dosis kedua merupakan dosis Imunisasi Hexavalen yang paling banyak diberikan (39,6%).
KIPI terjadi pada 37,5% bayi, dengan gejala yang paling dominan berupa demam >38°C (94,4%), sedangkan 62,5% bayi tidak mengalami KIPI.
Kesimpulan : Imunisasi Hexavalen telah menunjukkan gambaran pada populasi penelitian dan dapat menjadi dasar bukti ilmiah untuk evaluasi program imunisasi serta penelitian lebih lanjut terkait pelaksanaan Imunisasi Hexavalen.
Related Results
Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada bayi 0-9 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Peudada Kabupaten Bireuen
Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada bayi 0-9 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Peudada Kabupaten Bireuen
Kesehatan bayi merupakan priolitas utama dalam keluarga, sehingga pengetahuan ibu sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak.Sama halnya pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi...
Promosi Kesehatan dan Pelaksanaan Pemberian Imunisasi BCG Pada Bayi 0-2 Bulan Diklinik Deby Cyntia Yun
Promosi Kesehatan dan Pelaksanaan Pemberian Imunisasi BCG Pada Bayi 0-2 Bulan Diklinik Deby Cyntia Yun
Cakupan imunisasi dasar pada tahun 2009 menunjukkan bahwa dari jumlah sasaran 4.461.341 bayi, cakupan imunisasi BCG 93,8%, DPT 69,6%, Polio 1 76,6%, Polio 4 92,4%, campak 91%. Has...
KUALITAS PENGEMBANGAN KECAMATAN LAYAK ANAK (KELANA) DAN DESA/KELURAHAN LAYAK ANAK (DEKALA) DI KABUPATEN BANTUL
KUALITAS PENGEMBANGAN KECAMATAN LAYAK ANAK (KELANA) DAN DESA/KELURAHAN LAYAK ANAK (DEKALA) DI KABUPATEN BANTUL
Pemenuhan dan perlindungan hak anak sebagai tujuan utama penyelenggaraan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di Kabupaten Bantul perlu dilakukan secara menyeluruh dan berjenjang mulai ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR BAYI DI POSYANDU BALITA KALINGGA KELURAHAN BANYUANYAR SURAKARTA
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR BAYI DI POSYANDU BALITA KALINGGA KELURAHAN BANYUANYAR SURAKARTA
Pendahuluan: Imunisasi merupakan suatu strategi yang efektif dan efisien dalam meningkatkan derajat kesehatan nasional. Cakupan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi masih terdapat...
PENYULUHAN PENTINGNYA IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DAN BALITA
PENYULUHAN PENTINGNYA IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DAN BALITA
Memberikan imunisasi pada bayi sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan merupakan langkah penting dalam membangun pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit serius. Pentingnya i...
Evaluasi Pelaksanaan Imunisasi Human Papillomavirus (HPV) Empat Puskesmas di Kota Semarang
Evaluasi Pelaksanaan Imunisasi Human Papillomavirus (HPV) Empat Puskesmas di Kota Semarang
ABSTRACT Cervical cancer is one of the leading causes of death among women worldwide. WHO made a policy related to primary prevention of cervical cancer in women with Human Papillo...
PENGARUH MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR
PENGARUH MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR
Latar belakang: Anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal membutuhkan beberapa upaya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Salah satu kebutuhan penting dari anak adalah imunisas...
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Mompang Kabupaten Mandailing Natal
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Mompang Kabupaten Mandailing Natal
Persentase anak usia 0 sampai 11 bulan yang mendapat imunisasi dasar lengkap tercapai 75,5% dari target 92,9%, dengan capaian kinerja 75,34% (Dinas Kesehatan Sumatera Utara,2020). ...

