Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Identifikasi dan Estimasi Biomassa Hutan Mangrove dengan Menggunakan Citra Landsat (Studi Kasus : Kabupaten Subang, Jawa Barat)

View through CrossRef
AbstrakHutan mangrove memiliki kandungan hutan terpadat di wilayah tropis. Biomassa berhubungan dengan perubahna iklim dan memiliki peran penting dalam siklus kar- bon. Kerusakan mangrove mengakibatkan bertambahnya kandungan karbon pada at- mosfer. Karena itu diperlukan analisis lahan mangrove dan biomassanya untuk men- gurangi dampak kerusakan mangrove. Penelitian dilakukan dengan metode klasifi- kasi terbimbing untuk mendapatkan luas hutan mangrove Kabupaten Subang pada tahun 1993, 2003 dan 2013. Metode klasifikasi terbimbing yang digunakan adalah Support Vector Machine karena memiliki akurasi terbaik. Estimasi biomassa dil- akukan dengan menggunakan persamaan allometrik dari nilai NDVI mangrove untuk dilihat persebarannya pada Kabupaten Subang. Hasil penelitian menunjukkan penurunan luas hutan mangrove dari tahun 1993 dibandingkan dengan tahun 2003 dan tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2003. Rata-rata biomassa hutan man- grove pada Kabupaten subang pada tahun 1993, 2003 dan 2013 berkisar antara 4-5 ton/hektar.Kata kunci: Mangrove, Biomassa, Landsat, Kabupaten Subang, NDVI. AbstractMangrove is the most carbon-rich forest in tropical area. Biomass is related to cli- mate change and has an important role in carbon cycle. Damage to mangrove can increase the amount of carbon in the atmosfer. It is important to analyze mangrove forest and estimate the biomass to reduce the impact of mangrove forest. This research use supervised classification to get mangrove area in Subang regency from 1993, 2003 and 2013. Support vector machine is used because it has the highest accuracy between the other supervised classification. Allometrik equation that based on NDVI is used to estimate the biomass of mangrove. The research result shows mangrove forest in Subamg regency is decreased from 1993 to 2013. The biomass average in Subang regency is ranged between 4-5 ton/hectare.Keywords: Mangrove, Biomass, Landsat, Subang regency, NDVI.
Title: Identifikasi dan Estimasi Biomassa Hutan Mangrove dengan Menggunakan Citra Landsat (Studi Kasus : Kabupaten Subang, Jawa Barat)
Description:
AbstrakHutan mangrove memiliki kandungan hutan terpadat di wilayah tropis.
Biomassa berhubungan dengan perubahna iklim dan memiliki peran penting dalam siklus kar- bon.
Kerusakan mangrove mengakibatkan bertambahnya kandungan karbon pada at- mosfer.
Karena itu diperlukan analisis lahan mangrove dan biomassanya untuk men- gurangi dampak kerusakan mangrove.
Penelitian dilakukan dengan metode klasifi- kasi terbimbing untuk mendapatkan luas hutan mangrove Kabupaten Subang pada tahun 1993, 2003 dan 2013.
Metode klasifikasi terbimbing yang digunakan adalah Support Vector Machine karena memiliki akurasi terbaik.
Estimasi biomassa dil- akukan dengan menggunakan persamaan allometrik dari nilai NDVI mangrove untuk dilihat persebarannya pada Kabupaten Subang.
Hasil penelitian menunjukkan penurunan luas hutan mangrove dari tahun 1993 dibandingkan dengan tahun 2003 dan tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2003.
Rata-rata biomassa hutan man- grove pada Kabupaten subang pada tahun 1993, 2003 dan 2013 berkisar antara 4-5 ton/hektar.
Kata kunci: Mangrove, Biomassa, Landsat, Kabupaten Subang, NDVI.
AbstractMangrove is the most carbon-rich forest in tropical area.
Biomass is related to cli- mate change and has an important role in carbon cycle.
Damage to mangrove can increase the amount of carbon in the atmosfer.
It is important to analyze mangrove forest and estimate the biomass to reduce the impact of mangrove forest.
This research use supervised classification to get mangrove area in Subang regency from 1993, 2003 and 2013.
Support vector machine is used because it has the highest accuracy between the other supervised classification.
Allometrik equation that based on NDVI is used to estimate the biomass of mangrove.
The research result shows mangrove forest in Subamg regency is decreased from 1993 to 2013.
The biomass average in Subang regency is ranged between 4-5 ton/hectare.
Keywords: Mangrove, Biomass, Landsat, Subang regency, NDVI.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia
Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia
Uji gastropoda famili Neritidae terhadap habitatnya di ekosistem mangrove dilakukan di dua stasiun pengamatan di Pulau Tunda Serang Banten pada Januari 2014. Penelitian ini bertuju...
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
Mangrove forest is a very productive and beneficial ecosystem. Mangrove forest resources in Amahai Village will be increasingly exploited along with the increasing population and e...
Identifikasidan Estimasi Biomassa Hutan Mangrove dengan Menggunakan Citra Landsat (Studi Kasus : Kabupaten Subang, Jawa Barat)
Identifikasidan Estimasi Biomassa Hutan Mangrove dengan Menggunakan Citra Landsat (Studi Kasus : Kabupaten Subang, Jawa Barat)
Hutan mangrove memiliki kandungan hutan terpadat di wilayah tropis. Biomassa berhubungan dengan perubahna iklim dan memiliki peran penting dalam siklus karbon. Kerusakan mangrove m...
Mekanisme Pelaporan Keuangan di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Subang
Mekanisme Pelaporan Keuangan di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Subang
Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) kabupaten Subang merupakan badan pemerintah yang bergerak dibidang pengelolaan keuangan pemerintahan daerah kabupaten Subang. Laporan keuan...
- KOMPOSISI VEGETASI MANGROVE DAN IDENTIFIKASI FAUNA SECARA VERTIKAL DIPESISIR PANTAI KECAMATAN POMALA, KOLAKA, SULAWESI TENGGARA
- KOMPOSISI VEGETASI MANGROVE DAN IDENTIFIKASI FAUNA SECARA VERTIKAL DIPESISIR PANTAI KECAMATAN POMALA, KOLAKA, SULAWESI TENGGARA
Vegetasi hutan mangrove di Indonesia memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi, dengan jumlah jenis tercatat sebanyak 202 jenis yang terdiri dari 89 jenis pohon, 5 jenis palem, 14 ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Valuasi Ekonomi Sumberdaya Hutan Mangrove di Kelurahan Pasir Panjang-Kecamatan Lembeh Selatan-Kota Bitung
Valuasi Ekonomi Sumberdaya Hutan Mangrove di Kelurahan Pasir Panjang-Kecamatan Lembeh Selatan-Kota Bitung
Ekosistem hutan mangrove merupakan salah satu aset nasional yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah. Pemanfaatan sumberdaya ini, harus...

Back to Top