Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pembelajaran Agama Islam dalam Kajian Historis berbazis Multikultural di Perguruan Tinggi Umum

View through CrossRef
Artikel ini menawarkan desain Pembelajaran Agama Islam dalam kajian Historis berbazis Multikultural di Perguruan Tinggi Umum. Nilai-nilai multikultural tersebut mencakup sikap menghargai diri, sikap menghargai orang lain, sikap menghargai lingkungan dan alam kultural, sikap menghargai keindahan, sikap menghargai keindahan, dan sikap menghargai keutuhan. Keenam nilai multikulturalisme ini diharapkan diinternalisasikan dalam pembelajaran oleh dosen pengampu matakuliah Sejarah Kebudayaan Islam di Perguruan Tinggi dalam sebuah desains model pembelajaran, mulai dari perencaan menyusun kurikulum, silabus dan rencana perkuliahan semester (RPS) atau satuan acara perkuliahan (SAP), mengatur materi kuliah Sejarah Kebudayaan Islam, sampai menyiapkan bahan ajar yang berwawasan multikultural. Sedangkan penerapan desains pembelajarannya meliputi strategi, metode dan evaluasi. Namun hal ini, pada tataran penerapan di perguruan tinggi sebagaimana tersebut di atas akan tidak bermakna, kecuali jika dosen pengampu matakuliah pendidikan agama islam yang bertanggung jawab menginternalisasi nilai-nilai multikultural sebagaimana yang disebutkan di atas mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap nilai-nilai multikulturalisme. Tanpa adanya dosen pengampu matakuliah SKI yang sadar multikuralisme, nilai-nilai multikulturalisme tidak akan pernah terinternalisasikan dalam sikap dan pribadi mahasiswa sebagai peserta didik dengan baik.
Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Title: Pembelajaran Agama Islam dalam Kajian Historis berbazis Multikultural di Perguruan Tinggi Umum
Description:
Artikel ini menawarkan desain Pembelajaran Agama Islam dalam kajian Historis berbazis Multikultural di Perguruan Tinggi Umum.
Nilai-nilai multikultural tersebut mencakup sikap menghargai diri, sikap menghargai orang lain, sikap menghargai lingkungan dan alam kultural, sikap menghargai keindahan, sikap menghargai keindahan, dan sikap menghargai keutuhan.
Keenam nilai multikulturalisme ini diharapkan diinternalisasikan dalam pembelajaran oleh dosen pengampu matakuliah Sejarah Kebudayaan Islam di Perguruan Tinggi dalam sebuah desains model pembelajaran, mulai dari perencaan menyusun kurikulum, silabus dan rencana perkuliahan semester (RPS) atau satuan acara perkuliahan (SAP), mengatur materi kuliah Sejarah Kebudayaan Islam, sampai menyiapkan bahan ajar yang berwawasan multikultural.
Sedangkan penerapan desains pembelajarannya meliputi strategi, metode dan evaluasi.
Namun hal ini, pada tataran penerapan di perguruan tinggi sebagaimana tersebut di atas akan tidak bermakna, kecuali jika dosen pengampu matakuliah pendidikan agama islam yang bertanggung jawab menginternalisasi nilai-nilai multikultural sebagaimana yang disebutkan di atas mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap nilai-nilai multikulturalisme.
Tanpa adanya dosen pengampu matakuliah SKI yang sadar multikuralisme, nilai-nilai multikulturalisme tidak akan pernah terinternalisasikan dalam sikap dan pribadi mahasiswa sebagai peserta didik dengan baik.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
IMPLEMENTASI WASATHIYAH MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM
IMPLEMENTASI WASATHIYAH MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM
Mahasiswa dalam perguruan tinggi umum memiliki latar belakang pendidikan agama yang tekstual sehingga akan mudah dipengaruhi oleh hal-hal baru. Hal inilah yang mendasari begitu pen...
A CORRECTNESS BEHAVIOUR IN THE CONTEXT OF MULTICULTURAL SOCIETY
A CORRECTNESS BEHAVIOUR IN THE CONTEXT OF MULTICULTURAL SOCIETY
A Correctness behaviour is a guidance from Islamic Religion. The flexibility of Islamic religion is seen from its doctrinal aspect which emphasizes convenience, good behaviour, and...
Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berlandaskan Multikultural (Telaah Implikasi Model Cooperative Learning di Perguruan Tinggi)
Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berlandaskan Multikultural (Telaah Implikasi Model Cooperative Learning di Perguruan Tinggi)
AbstractThe learning model of Islamic Education (PAI) in tertiary institutions has recently been highlighted by many observers of education. This situation is reasonable considerin...
Sistem Akreditasi Pemantauan dan Relevansinya Bagi Sekolah Tinggi Teologi dan Sekolah Tinggi Agama Kristen
Sistem Akreditasi Pemantauan dan Relevansinya Bagi Sekolah Tinggi Teologi dan Sekolah Tinggi Agama Kristen
Abstract. Accreditation is an assessment activity in accordance with established criteria based on the National Higher Education Standards. The legal basis for the monitoring accre...
Faktor Determinan yang Mempengaruhi Minat Siswa dalam Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi
Faktor Determinan yang Mempengaruhi Minat Siswa dalam Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi
Background: Students' interest in continuing their studies at university is influenced by several determinant factors. Based on several previous studies, the results showed that th...
TUNTUTAN DAN PENGEMBANGAN STUDI ISLAM DI PERGURUAN TINGGI
TUNTUTAN DAN PENGEMBANGAN STUDI ISLAM DI PERGURUAN TINGGI
Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan dan mengetahui makna studi Islam di perguruan tinggi, untuk menjelaskan dan mengetahui tuntutan studi Islam di perguruan tinggi...
TUNTUTAN DAN PENGEMBANGAN STUDI ISLAM DI PERGURUAN TINGGI
TUNTUTAN DAN PENGEMBANGAN STUDI ISLAM DI PERGURUAN TINGGI
Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan dan mengetahui makna studi Islam di perguruan tinggi, untuk menjelaskan dan mengetahui tuntutan studi Islam di perguruan tinggi...

Back to Top