Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMBINAAN MORAL REMAJA PUTUS SEKOLAH PADA PSBR BUDI SATRIA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

View through CrossRef
Trackling the problem and children drop out of school is the responsibility of the state and public. One of the solution is through Bina Remaja Sosial Institution Budi Satria South Kalimantan Province.To accusedof coaching froam Bina Remaja Sosial Institution Budi Satria South Kalimantan Province, researchers focused matter as the following. (1) factors teenagers dropping out of school (2) the implementation guidance moral (3) by factors in support and factors barrier for developing moral. This research designed with descriptive qualitative design and using a list of queations as instrument interview in data collection. Based on the result of this research found that (1) tha process of servise training at Bina Remaja Sosial Institution Budi Satria South Kalimantan Province namely planning stages, the approach of early stage, stage services for panti, stage of the distribution, guidance advanced stage, termination. (2) the factors causing the teenager drop out of school namely economic factors, drop out , and family that lacking a harmonious.(3) by factors in support the implementation of the guidance among other people around, learning environment conducive, funding from the regional government, cooperation with outside , and cooperation among employees. (4) factors obstacles in the implementation of the guidance among other habits ugly beneficiaries who carried away into an environment panti, the son of princess promiscuity, background beneficiares different, a lack of facilities and infrastructure, and lack of the number of instructors. Keywords:Guidance, social institution, teenager, dropping out of school.Melacak masalah dan anak putus sekolah adalah tanggung jawab negara dan masyarakat. Satu solusinya adalah melalui Lembaga Bina Remaja Sosial Budi Satria Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk dituduh melakukan pembinaan, Bina Remaja Sosial Institution Budi Satria Provinsi Kalimantan Selatan, peneliti memfokuskan perhatian sebagai berikut. (1) faktor remaja putus sekolah (2) pedoman pelaksanaan moral (3) oleh faktor pendukung dan faktor penghalang untuk pengembangan moral. Penelitian ini dirancang dengan rancangan deskriptif kualitatif dan menggunakan daftar antri sebagai instrumen wawancara dalam pengumpulan data.Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) prosesi pelatihan servis di Bina Remaja Sosial Budi Satria Propinsi Kalimantan Selatan yaitu tahap perencanaan, pendekatan tahap awal, pelayanan panggung untuk panti, tahap pendistribusian, panduan stadium lanjut. , Penghentian (2) faktor penyebab remaja putus sekolah yaitu faktor ekonomi, putus sekolah, dan keluarga yang kurang harmonis. (3) Faktor pendukung dalam mendukung pelaksanaan bimbingan antara orang lain disekitarnya, belajar lingkungan kondusif, dana dari Pemerintah daerah, kerjasama dengan pihak luar, dan kerjasama antar karyawan. (4) faktor hambatan dalam pelaksanaan pembinaan antara lain kebiasaan penerima manfaat jelek yang terbawa ke lingkungan panti, anak pergaulan putri, latar belakang berbeda, kekurangan sarana dan prasarana, dan minimnya jumlah instruktur.Kata kunci: Bimbingan, lembaga sosial, remaja, putus sekolah.
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: PEMBINAAN MORAL REMAJA PUTUS SEKOLAH PADA PSBR BUDI SATRIA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Description:
Trackling the problem and children drop out of school is the responsibility of the state and public.
One of the solution is through Bina Remaja Sosial Institution Budi Satria South Kalimantan Province.
To accusedof coaching froam Bina Remaja Sosial Institution Budi Satria South Kalimantan Province, researchers focused matter as the following.
(1) factors teenagers dropping out of school (2) the implementation guidance moral (3) by factors in support and factors barrier for developing moral.
This research designed with descriptive qualitative design and using a list of queations as instrument interview in data collection.
Based on the result of this research found that (1) tha process of servise training at Bina Remaja Sosial Institution Budi Satria South Kalimantan Province namely planning stages, the approach of early stage, stage services for panti, stage of the distribution, guidance advanced stage, termination.
(2) the factors causing the teenager drop out of school namely economic factors, drop out , and family that lacking a harmonious.
(3) by factors in support the implementation of the guidance among other people around, learning environment conducive, funding from the regional government, cooperation with outside , and cooperation among employees.
(4) factors obstacles in the implementation of the guidance among other habits ugly beneficiaries who carried away into an environment panti, the son of princess promiscuity, background beneficiares different, a lack of facilities and infrastructure, and lack of the number of instructors.
 Keywords:Guidance, social institution, teenager, dropping out of school.
Melacak masalah dan anak putus sekolah adalah tanggung jawab negara dan masyarakat.
Satu solusinya adalah melalui Lembaga Bina Remaja Sosial Budi Satria Provinsi Kalimantan Selatan.
Untuk dituduh melakukan pembinaan, Bina Remaja Sosial Institution Budi Satria Provinsi Kalimantan Selatan, peneliti memfokuskan perhatian sebagai berikut.
(1) faktor remaja putus sekolah (2) pedoman pelaksanaan moral (3) oleh faktor pendukung dan faktor penghalang untuk pengembangan moral.
Penelitian ini dirancang dengan rancangan deskriptif kualitatif dan menggunakan daftar antri sebagai instrumen wawancara dalam pengumpulan data.
Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) prosesi pelatihan servis di Bina Remaja Sosial Budi Satria Propinsi Kalimantan Selatan yaitu tahap perencanaan, pendekatan tahap awal, pelayanan panggung untuk panti, tahap pendistribusian, panduan stadium lanjut.
, Penghentian (2) faktor penyebab remaja putus sekolah yaitu faktor ekonomi, putus sekolah, dan keluarga yang kurang harmonis.
(3) Faktor pendukung dalam mendukung pelaksanaan bimbingan antara orang lain disekitarnya, belajar lingkungan kondusif, dana dari Pemerintah daerah, kerjasama dengan pihak luar, dan kerjasama antar karyawan.
(4) faktor hambatan dalam pelaksanaan pembinaan antara lain kebiasaan penerima manfaat jelek yang terbawa ke lingkungan panti, anak pergaulan putri, latar belakang berbeda, kekurangan sarana dan prasarana, dan minimnya jumlah instruktur.
Kata kunci: Bimbingan, lembaga sosial, remaja, putus sekolah.

Related Results

Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
PEMBERDAYAAN REMAJA PUTRUS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN DI BIDANG OTOMOTIF DI PANTI SOSIAL HITI-HITI HALA-HALA PROVINSI MALUKU
PEMBERDAYAAN REMAJA PUTRUS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN DI BIDANG OTOMOTIF DI PANTI SOSIAL HITI-HITI HALA-HALA PROVINSI MALUKU
Pemberdayaan remaja putus sekolah di Panti Sosial Hiti-Hiti Hala-Hala. Melalui pendidikan setiap individu yang memiliki kesempatan untuk mengembangkan segala potensi yang dimilikin...
Bimbingan Karir Dalam Meningkatkan Vocational Skills Remaja Putus Sekolah Di PSBR Yogyakarta
Bimbingan Karir Dalam Meningkatkan Vocational Skills Remaja Putus Sekolah Di PSBR Yogyakarta
Remaja merupakan salah satu fase dalam perkembangan manusia. Remaja berada pada fase anak dan dewasa. Apabila remaja berprilaku seperti anak-anak, remaja akan diajari bertindak ses...
PEMBINAAN REMAJA PUTUS SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU SOSIAL
PEMBINAAN REMAJA PUTUS SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU SOSIAL
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah putus sekolah yang terus meningkat setiap tahun akibat berbagai faktor internal maupun eksternal. Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja Ka...
Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah di Desa Tadoloiyo
Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah di Desa Tadoloiyo
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) apa saja yang menjadi faktor penyebab anak putus Sekolah di Desa Tadoloiyo Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara, (2) upaya orang...
Pelaksanaan Sistem Pembinaan Narapidana pada Rumah Tahanan Negara Kelas II B Painan Kabupaten Pesisir Selatan
Pelaksanaan Sistem Pembinaan Narapidana pada Rumah Tahanan Negara Kelas II B Painan Kabupaten Pesisir Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem pembinaan narapidana pada Rumah Tahanan Negara Kelas II B Painan Kabupaten Pesisir Selatan, kendala yang terjadi dalam ...
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
ABSTRAKAnemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyaraka...
PROBLEMATIKA ANAK PUTUS SEKOLAH (Studi Kasus di Desa Sarang Burung Kuala Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas)
PROBLEMATIKA ANAK PUTUS SEKOLAH (Studi Kasus di Desa Sarang Burung Kuala Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas)
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus anak putus sekolah di desa Sarang Burung Kuala Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas, oleh karena itu peneliti bertujuan unt...

Back to Top