Javascript must be enabled to continue!
Analisis Lukas 17:1-2 tentang Penyesatan dan Antisipasinya dalam Hidup Jemaat Masa Kini
View through CrossRef
Misguidance among God's people is always there and this cannot be avoided by the congregation of God. This misguidance can be through teachings that are not based on the truth of God's Word and congregations that are influenced by deviant teachings because the congregation does not understand the truth of God's Word. This is a serious challenge for today's congregation, how every believer and leader of the congregation should behave and what anticipatory steps must be taken by leaders of the congregation and believers in dealing with misguidance. Through this article, the author provides an answer to the above, using a qualitative descriptive method by analyzing the text in Luke 17: 1-2, the results obtained are that misguidance is always there, the danger of misguidance especially for the weak, God's punishment for those who mislead and concern for the weak. The anticipation that is carried out is first, the congregation who continues to read and study the word of God will have their faith strengthened, not easily stumbled or carried away by bad things. Second, every leader of the congregation should equip the congregation with healthy teachings that are based on the truth of God's word and teach the correct doctrine.Penyesatan pada umat Tuhan selalu ada dan hal ini tidak bisa dihindari dialami oleh jemaat Tuhan. Penyesatan tersebut bisa melalui pengajaran yang tidak beralas pada kebenaran Firman Tuhan dan jemaat yang terpengaruh oleh pengajaran yang menyimpang karena kurang mengertinya jemaat akan kebenaran firman Tuhan. Ini menjadi tantangan serius bagi jemaat masa kini, bagaimana setiap orang percaya dan pemimpin umat harus bersikap dan langkah antisipasi apa yang harus diambil pemimpin umat maupun orang percaya dalam menghadapi penyesatan. Melalui artikel ini, penulis memberikan jawaban atas tersebut di atas, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis teks dalam Lukas 17:1-2 diperoleh hasil penyesatan memang selalu ada, bahaya penyesatan khususnya bagi orang-orang lemah, hukuman dari Allah bagi yang menyesatkan dan kepedulian bagi orang-orang lemah. Antisipasi yang dilakukan adalah pertama, jemaat terus membaca dan mempelajari firman Allah sehingga imannya akan semakin dikuatkan dan tidak mudah tersandung ataupun terbawa arus hal-hal yang tidak baik. Kedua, setiap pemimpin umat hendaknya membekali jemaat dengan pengajaran yang sehat yang berdasarkan kebenaran firman Tuhan dan mengajarkan doktrin yang benar
Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup
Title: Analisis Lukas 17:1-2 tentang Penyesatan dan Antisipasinya dalam Hidup Jemaat Masa Kini
Description:
Misguidance among God's people is always there and this cannot be avoided by the congregation of God.
This misguidance can be through teachings that are not based on the truth of God's Word and congregations that are influenced by deviant teachings because the congregation does not understand the truth of God's Word.
This is a serious challenge for today's congregation, how every believer and leader of the congregation should behave and what anticipatory steps must be taken by leaders of the congregation and believers in dealing with misguidance.
Through this article, the author provides an answer to the above, using a qualitative descriptive method by analyzing the text in Luke 17: 1-2, the results obtained are that misguidance is always there, the danger of misguidance especially for the weak, God's punishment for those who mislead and concern for the weak.
The anticipation that is carried out is first, the congregation who continues to read and study the word of God will have their faith strengthened, not easily stumbled or carried away by bad things.
Second, every leader of the congregation should equip the congregation with healthy teachings that are based on the truth of God's word and teach the correct doctrine.
Penyesatan pada umat Tuhan selalu ada dan hal ini tidak bisa dihindari dialami oleh jemaat Tuhan.
Penyesatan tersebut bisa melalui pengajaran yang tidak beralas pada kebenaran Firman Tuhan dan jemaat yang terpengaruh oleh pengajaran yang menyimpang karena kurang mengertinya jemaat akan kebenaran firman Tuhan.
Ini menjadi tantangan serius bagi jemaat masa kini, bagaimana setiap orang percaya dan pemimpin umat harus bersikap dan langkah antisipasi apa yang harus diambil pemimpin umat maupun orang percaya dalam menghadapi penyesatan.
Melalui artikel ini, penulis memberikan jawaban atas tersebut di atas, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis teks dalam Lukas 17:1-2 diperoleh hasil penyesatan memang selalu ada, bahaya penyesatan khususnya bagi orang-orang lemah, hukuman dari Allah bagi yang menyesatkan dan kepedulian bagi orang-orang lemah.
Antisipasi yang dilakukan adalah pertama, jemaat terus membaca dan mempelajari firman Allah sehingga imannya akan semakin dikuatkan dan tidak mudah tersandung ataupun terbawa arus hal-hal yang tidak baik.
Kedua, setiap pemimpin umat hendaknya membekali jemaat dengan pengajaran yang sehat yang berdasarkan kebenaran firman Tuhan dan mengajarkan doktrin yang benar.
Related Results
KAJIAN TEOLOGIS: KETELADANAN RASUL PAULUS TERKAIT DENGAN PENYELESAIAN KONFLIK DI JEMAAT KORINTUS DITINJAU DARI 1 KORINTUS 3:1-9:18 - 21 SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PERANAN GEREJA TERHADAP PENYELESAIAN KONFLIK DALAM JEMAAT
KAJIAN TEOLOGIS: KETELADANAN RASUL PAULUS TERKAIT DENGAN PENYELESAIAN KONFLIK DI JEMAAT KORINTUS DITINJAU DARI 1 KORINTUS 3:1-9:18 - 21 SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PERANAN GEREJA TERHADAP PENYELESAIAN KONFLIK DALAM JEMAAT
Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk melihat bagaimana seharusnya menyelesaikan dan menghadapi konflik yang terjadi di tengah – tengah jemaat berdasarkan keteladanan rasul Pa...
Membangun Jemaat yang Kontekstual menurut Teori Pembangunan Jemaat Jan Hendriks
Membangun Jemaat yang Kontekstual menurut Teori Pembangunan Jemaat Jan Hendriks
Artikel ini membahas tentang membangun jemaat yang kontekstual menurut teori pembangunan jemaat dengan pendekatan lima faktor. Pendekatan ini dapat dipertimbangkan dalam mengembang...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
KAJIAN TEOLOGIS PENYAMPAIAN FIRMAN TUHAN DAN PENGARUHNYA BAGI PERTUMBUHAN IMAN JEMAAT
KAJIAN TEOLOGIS PENYAMPAIAN FIRMAN TUHAN DAN PENGARUHNYA BAGI PERTUMBUHAN IMAN JEMAAT
Pemberitaan Firman Tuhan dalam sebuah komunitas kristiani di tingkat lokal ataupun regional sangat dimungkinkan untuk ditelaah dan diamati pengaruhnya terhadap pertumbuhan iman jem...
MENEMUKAN TEOLOGI LOKAL JEMAAT TENTANG COVID 19
MENEMUKAN TEOLOGI LOKAL JEMAAT TENTANG COVID 19
Penelitian ini ingin menemukan bagaimana perspektif salah satu jemaat di GKE terhadap pandemi COVID 19, bagaimana mereka menghubungkannya dengan kehidupan dan keyakinan imannya jug...
Gaya Komunikasi Pemimpin Jemaat Gereja Every Nation Jakarta dalam Membangun Loyalitas Jemaat
Gaya Komunikasi Pemimpin Jemaat Gereja Every Nation Jakarta dalam Membangun Loyalitas Jemaat
The leader of church congregation, has the role that is vital both in a church and a Christian community. This role is considered to be important due to the influence it has in man...

