Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Bentuk Pengolahan Daun Kelor Sebagai Feed Additive Terhadap Kualitas Telur Ayam Petelur

View through CrossRef
Latar Belakang: telur merupakan sumber pangan hewani yang kaya akan nutrisi dengan harga yang relatif terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat. Telur dengan kualitas yang baik bisa menjadi jawaban permasalahan stanting yang dialami indonesia saat ini. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas telur diantaranya memanfaatkan daun kelor yang kaya akan nutrisi dan senyawa aktif sebagai feed additive. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan pengaruh bentuk pengolahan daun kelor terhadap peningkatan kualitas telur ayam petelur. Metode: Penelitian ini menggunakan 30 ekor ayam petelur usia 16 minggu yang dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu kelompok Tepung Kelor Depolarisasi (TKD), kelompok Tepung Kelor Kering (TKK) dan kelompok ayam Kontrol. TKD dibuat dengan proses depolarisasi menggunakan air hangat, yang dilanjutkan dengan proses pengeringan dan penggilingan menjadi bubuk. TKK dibuat dengan proses pengeringan dan penggilingan menjadi bubuk. Pengamatan kualitas telur dilakukan dengan mengambil secara acak hasil produksi telur pada masing-masing kelompok sebanyak 15 butir dan diamati bobot telur, bobot kuning, bobot putih, bobot kerabang, serta sekor kuning. Hasil: Penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05) pada aspek bobot telur dan bobot putih, sedangkan pada bobot kuning, bobot kerabang dan sekor kuning tidak berbeda secara signifikan (P>0,05). Perbandingan TKK dan TKD menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan, namun secara deskriptif menunjukkan perlakuan TKD memberikan pengaruh yang lebih baik kecuali pada sekor kuning telur. Kesimpulan: Semua pengaruh yang baik ini menggambarkan bahwa pemberian kelor yang diproses secara depolarisasi dapat memaksimalkan manfaat daun kelor dan dapat menjadi alternatif pengolahan daun kelor sebagai feed additive untuk meningkatkan kualitas telur
Title: Pengaruh Bentuk Pengolahan Daun Kelor Sebagai Feed Additive Terhadap Kualitas Telur Ayam Petelur
Description:
Latar Belakang: telur merupakan sumber pangan hewani yang kaya akan nutrisi dengan harga yang relatif terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat.
Telur dengan kualitas yang baik bisa menjadi jawaban permasalahan stanting yang dialami indonesia saat ini.
Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas telur diantaranya memanfaatkan daun kelor yang kaya akan nutrisi dan senyawa aktif sebagai feed additive.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan pengaruh bentuk pengolahan daun kelor terhadap peningkatan kualitas telur ayam petelur.
Metode: Penelitian ini menggunakan 30 ekor ayam petelur usia 16 minggu yang dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu kelompok Tepung Kelor Depolarisasi (TKD), kelompok Tepung Kelor Kering (TKK) dan kelompok ayam Kontrol.
TKD dibuat dengan proses depolarisasi menggunakan air hangat, yang dilanjutkan dengan proses pengeringan dan penggilingan menjadi bubuk.
TKK dibuat dengan proses pengeringan dan penggilingan menjadi bubuk.
Pengamatan kualitas telur dilakukan dengan mengambil secara acak hasil produksi telur pada masing-masing kelompok sebanyak 15 butir dan diamati bobot telur, bobot kuning, bobot putih, bobot kerabang, serta sekor kuning.
Hasil: Penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05) pada aspek bobot telur dan bobot putih, sedangkan pada bobot kuning, bobot kerabang dan sekor kuning tidak berbeda secara signifikan (P>0,05).
Perbandingan TKK dan TKD menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan, namun secara deskriptif menunjukkan perlakuan TKD memberikan pengaruh yang lebih baik kecuali pada sekor kuning telur.
Kesimpulan: Semua pengaruh yang baik ini menggambarkan bahwa pemberian kelor yang diproses secara depolarisasi dapat memaksimalkan manfaat daun kelor dan dapat menjadi alternatif pengolahan daun kelor sebagai feed additive untuk meningkatkan kualitas telur.

Related Results

Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik telur ayam Arab, ayam Kampung dan ayam Ketarras serta akseptabilitas telur ayam Ketarras. Uji kualitas fisik telur menggu...
Tingkat Penerimaan Konsumen terhadap Ukuran Telur Ayam Ketarras yang dianggap sebagai Telur Ayam Kampng serta Uji Rasa dan Bau
Tingkat Penerimaan Konsumen terhadap Ukuran Telur Ayam Ketarras yang dianggap sebagai Telur Ayam Kampng serta Uji Rasa dan Bau
Ayam Ketarras merupakan ayam dengan komposisi genetik 75% ayam Arab dan 25% ayam Ras petelur. Warna kerabang telur ayam Ketarras mirip dengan warna kerabang telur ayam Kampung. Nam...
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Permasalahan utama dalam pengembangan ayam Lokal sebagai ternak komersial adalah masih kurangnya varian dari turunan perkawinan silang dan masih rendahnya produktivitas baik sebaga...
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans keturunan ayam Arab dengan ayam Arras (Ayam Ketarras) umur 2-12 minggu. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 6 bulan, dim...
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa fase awal produksi pada ayam Ketarras dan ayam Arab betina. Penelitian terdiri 2 perlakuan dan 25 ulangan. Faktor jenis ayam di...
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR ITIK TALANG BENIH
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR ITIK TALANG BENIH
Telur merupakan salah satu bahan makanan yang hampir sempurna karena mengandung kaya akan gizi, vitamin dan mineral. Telur memiliki kelemahan yaitu sifatnya cepat rusak, mempunyai ...
PENGARUH PENAMBAHAN JAMUR SAWIT DAN DAUN KELOR UNTUK MENINGKATKAN NILAI FUNGSIONAL NUGGET AYAM
PENGARUH PENAMBAHAN JAMUR SAWIT DAN DAUN KELOR UNTUK MENINGKATKAN NILAI FUNGSIONAL NUGGET AYAM
Nugget ayam merupakan makanan yang berasal dari campuran olahan daging yang dibuat dengan cara dibentuk, dimasak, dan dibekukan serta dicampur dengan telur, bawang putih, tepung te...
Sistem Penghitung Dan Penyeleksi Telur Ayam Berbasis Internet Of Things
Sistem Penghitung Dan Penyeleksi Telur Ayam Berbasis Internet Of Things
Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengetahui kesegaran telur ayam, misalnya memanfaatkan senter untuk menyinari telur atau meneropong telur di tempat gelap untuk melihat isi...

Back to Top