Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN DAPUR PELEBURAN ALUMINIUM BERBAHAN BAKAR GAS (LPG)

View through CrossRef
Industri pengecoran sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu produk, baik permesinan maupun produk rumah tangga. Dapur peleburan logam (furnace) merupakan suatu alat yang penting dalam menghasilkan suatu produk. Dapur peleburan logam yang tersedia di pasaran sangatlah mahal dan susah untuk mendapatkanya karna harus diimpor dari luar negeri, selain itu juga bahan bakar yang digunakan seperti batu bara, minyak tanah, listrik yang ketersedian terbatas dan memerlukan biaya yang cukup mahal. Menjawab permasalahan tersebut maka dalam penelitian ini perlu adanya perancangan dan pembuatan dapur peleburan alumunium yang sederhana, mudah pembuatanya, mudah dipindah – pindahkan (portable) dan yang paling penting adalah murah harganya sehingga dapat dijangkau oleh industri – industri pengecoran skala rumah tangga ataupun skala laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat serta mengetahui kalor yang dibutuhkan untuk melebur alumunium, mengetahui lama waktu yang digunakan, serta mengetahui efesiensi termal pada dapur peleburan, dan kapasitas produksi. Metode penelitian ini adalah perancangan dan pembuatan dapur peleburan alumunium menggunakan metode pengujian dapur yaitu dengan melelehkan atau meleburkan alumunium bekas dengan menggunakan bahan bakar gas (LPG) yang dibantu udara dari blower yang dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Metro. Hasil penelitian adalah kalor yang dibutuhkan untuk melebur alumunium 10 kg yaitu 10925,25 kJ, dengan waktu 1 jam 30 menit dan konsumsi bahan bakar yang digunakan adalah 4,9 kg dengan efesiensi dapur peleburan 4,42 % dan efesiensi termal dapur peleburan 97,8 %. Untuk kapasitas produksi yang dihasilkan dari dapur peleburan alumunium yaitu 9 kg dengan diameter cawan 200 mm dan tinggi 360 mm.Kata Kunci: Dapur Peleburan, Alumunium, Bahan Bakar Gas (LPG), Efesiensi.
Title: PERANCANGAN DAN PEMBUATAN DAPUR PELEBURAN ALUMINIUM BERBAHAN BAKAR GAS (LPG)
Description:
Industri pengecoran sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu produk, baik permesinan maupun produk rumah tangga.
Dapur peleburan logam (furnace) merupakan suatu alat yang penting dalam menghasilkan suatu produk.
Dapur peleburan logam yang tersedia di pasaran sangatlah mahal dan susah untuk mendapatkanya karna harus diimpor dari luar negeri, selain itu juga bahan bakar yang digunakan seperti batu bara, minyak tanah, listrik yang ketersedian terbatas dan memerlukan biaya yang cukup mahal.
Menjawab permasalahan tersebut maka dalam penelitian ini perlu adanya perancangan dan pembuatan dapur peleburan alumunium yang sederhana, mudah pembuatanya, mudah dipindah – pindahkan (portable) dan yang paling penting adalah murah harganya sehingga dapat dijangkau oleh industri – industri pengecoran skala rumah tangga ataupun skala laboratorium.
Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat serta mengetahui kalor yang dibutuhkan untuk melebur alumunium, mengetahui lama waktu yang digunakan, serta mengetahui efesiensi termal pada dapur peleburan, dan kapasitas produksi.
Metode penelitian ini adalah perancangan dan pembuatan dapur peleburan alumunium menggunakan metode pengujian dapur yaitu dengan melelehkan atau meleburkan alumunium bekas dengan menggunakan bahan bakar gas (LPG) yang dibantu udara dari blower yang dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Metro.
Hasil penelitian adalah kalor yang dibutuhkan untuk melebur alumunium 10 kg yaitu 10925,25 kJ, dengan waktu 1 jam 30 menit dan konsumsi bahan bakar yang digunakan adalah 4,9 kg dengan efesiensi dapur peleburan 4,42 % dan efesiensi termal dapur peleburan 97,8 %.
Untuk kapasitas produksi yang dihasilkan dari dapur peleburan alumunium yaitu 9 kg dengan diameter cawan 200 mm dan tinggi 360 mm.
Kata Kunci: Dapur Peleburan, Alumunium, Bahan Bakar Gas (LPG), Efesiensi.

Related Results

Studi Eksplorasi Motor Bakar Berbahan Bakar Ganda dalam Upaya Mendukung Pengembangan Motor Bakar Berbahan Bakar Gas Alam
Studi Eksplorasi Motor Bakar Berbahan Bakar Ganda dalam Upaya Mendukung Pengembangan Motor Bakar Berbahan Bakar Gas Alam
ABSTRAK Penelitian mengenai eksplorasi motor bakar berbahan bakar ganda dalam upaya mendukung pengembangan motor bakar berbahan bakar gas alam telah dilaksanakan di MIDC Bandung. P...
Penerapan Mesin Pemipil Jagung Berbahan Bakar Gas
Penerapan Mesin Pemipil Jagung Berbahan Bakar Gas
Abtsrak. Tujuan diseminasi teknologi ini adalah kelompok petani jagung Tala dan Ballo Pattallasang, Takalar agar memiliki: (1) pengetahuan tentang pengembangan mesin pemipil jagung...
A Study on the LPG dual fuel combustion characteristics of an indirect injection compression ignition engine
A Study on the LPG dual fuel combustion characteristics of an indirect injection compression ignition engine
This investigation which aimed to identify the effect of biodiesel as the pilot injection in dual fuelled engine can be divided into 3 parts. Firstly, combustion characteristics of...
The Sanha LPG FPSO
The Sanha LPG FPSO
Abstract The FPSO industry will soon have the first LPG FPSO in operation. The SANHA LPG FPSO is the first gas related FPSO. With the installation of the LPG FPSO...
ANALISIS PERHITUNGAN DAYA MESIN PADA MESIN SEPEDA MOTOR TIPE YAMAHA VEGA–R BERBAHAN BAKAR LIQIUFIED PETROLEUM GAS (LPG)
ANALISIS PERHITUNGAN DAYA MESIN PADA MESIN SEPEDA MOTOR TIPE YAMAHA VEGA–R BERBAHAN BAKAR LIQIUFIED PETROLEUM GAS (LPG)
Analisis ini dilakukan adalah untuk mengetahui tekanan indikator dan tekanan efektif  pada mesin  sepeda motor Yamaha tipe Vega-R berbahan bakar LPG dan  daya mesin pada mesin sepe...
Pengembangan Sistem Pendeteksi Kebocoran LPG Menggunakan Infrastruktur Instant Messaging Berbasis Internet of Things
Pengembangan Sistem Pendeteksi Kebocoran LPG Menggunakan Infrastruktur Instant Messaging Berbasis Internet of Things
AbstrakPerkembangan teknologi yang semakin pesat seiring dengan pekerjaan manusia yang semakin banyak, menjadikan peran teknologi sebagai upaya optimalisasi dalam membantu pekerjaa...

Back to Top