Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Diversitas Ikan Karang pada Berbagai Variasi Substrat Karang Mati di Perairan Pulau Liukangloe, Kabupaten Bulukumba

View through CrossRef
Microhabitat variation was one of the key factors that determine diversity of organism associated in coral reefs. The purposed of this study was to analyze species richness and density of reef fish associated with various dead coral substrates. In addition, it also analyzes spatial distribution of reef fishes. Stationary visual census technique was applied to record data of fish speceis number and density on 4 forms of dead coral substrate (massive, branching, tabulate, rubbles, and natural/living corals as a control). The observation area was 2x 2 m and 5 replications were carried out for each substrate.The analysis of variance was to used to compare the number of species and density between substrates and correspondence analysis was used to analyse spatial distribution. Equivalent proportions were found for major, target, and indicator fish, on branching, tabulate and live coral substrates. Dead coral substrates were dominated by target and indicator fish, whereas rubbles were dominated by major and target fish groups. Individual composition was dominated by indicator fish, except for coral rubble which was dominated by target fish. The substrate in the form of branching corals have a higher species richness and fish density compared to rubble, but not significantly different from the tabulate corals and natural corals. Indicator fish (family Chaetodontidae) was spatially distributed mostly on live corals, rubbles were characterized by high Acanthurus pyropherus, Arothron mappa, Halichoeres hotulanus, Abudefduf vagiensis, Caesio xanthonota,and Dascylus auranus, and dead corals were characterized by species of major fish.  Variasi mikrohabitat di daerah terumbu karang menjadi salahsatu faktor kunci yang menentukan keragaman biota yang berasoiasi dengan terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekayaan jenis dan kepadatan ikan karang pada berbagai bentuk substrat karang mati. Selain itu, juga menganalisis sebaran spasial ikan karang. Teknik stationary visual censusdiaplikasikan untuk mendata ikan pada 4 bentuk substrat karang mati (masif, branching, tabulate, pecahan karang mati, dan karang alami/hidup sebagai kontrol). Luas area pengamatan sebesar 2x2 m2 dan dilakukan 5 kali pengulangan untuk setiap substrat.. Perbandingan jumlah jenis dan kepadatan ikan antara substrat dilakukan dengan analisis ragam dan sebaran spasial dengan analisis koresponden. Ditemukan proporsi yang setara untuk ikan major, indikator, dan target pada substrat branching, tabulate dan karang hidup. Substrat karang mati, didominasi oleh ikan target dan ikan indikator. Sedangkan pada substrat berupa pecahan karang mati didominasi oleh kelompok ikan major dan target. Komposisi individu didominasi oleh ikan indikator, kecuali pada substrat pecahan karang, didominasi oleh ikan target. Pada substrat dengan bentuk branching memiliki kekayaan spesies dan kepadatan ikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pecahan karang, namun tidak berbeda nyata dengan substrat karang tabulate dan karang alami.Sebaran spasial ikan indikator (famili Chaetodontidae) banyak ditemukan di substrat karang hidup, sedangkan pada substrat pecahan karang dicirikan oleh tingginya kepadatan ikan Acanthurus pyropherus, Arothron mappa, Halichoeres hotulanus, Abudefduf vagiensis, Caesio xanthonota, dan Dascylus auranus. Ikan major merupakan penciri pada substrat karang mati.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Diversitas Ikan Karang pada Berbagai Variasi Substrat Karang Mati di Perairan Pulau Liukangloe, Kabupaten Bulukumba
Description:
Microhabitat variation was one of the key factors that determine diversity of organism associated in coral reefs.
The purposed of this study was to analyze species richness and density of reef fish associated with various dead coral substrates.
In addition, it also analyzes spatial distribution of reef fishes.
Stationary visual census technique was applied to record data of fish speceis number and density on 4 forms of dead coral substrate (massive, branching, tabulate, rubbles, and natural/living corals as a control).
The observation area was 2x 2 m and 5 replications were carried out for each substrate.
The analysis of variance was to used to compare the number of species and density between substrates and correspondence analysis was used to analyse spatial distribution.
Equivalent proportions were found for major, target, and indicator fish, on branching, tabulate and live coral substrates.
Dead coral substrates were dominated by target and indicator fish, whereas rubbles were dominated by major and target fish groups.
Individual composition was dominated by indicator fish, except for coral rubble which was dominated by target fish.
The substrate in the form of branching corals have a higher species richness and fish density compared to rubble, but not significantly different from the tabulate corals and natural corals.
Indicator fish (family Chaetodontidae) was spatially distributed mostly on live corals, rubbles were characterized by high Acanthurus pyropherus, Arothron mappa, Halichoeres hotulanus, Abudefduf vagiensis, Caesio xanthonota,and Dascylus auranus, and dead corals were characterized by species of major fish.
  Variasi mikrohabitat di daerah terumbu karang menjadi salahsatu faktor kunci yang menentukan keragaman biota yang berasoiasi dengan terumbu karang.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekayaan jenis dan kepadatan ikan karang pada berbagai bentuk substrat karang mati.
Selain itu, juga menganalisis sebaran spasial ikan karang.
Teknik stationary visual censusdiaplikasikan untuk mendata ikan pada 4 bentuk substrat karang mati (masif, branching, tabulate, pecahan karang mati, dan karang alami/hidup sebagai kontrol).
Luas area pengamatan sebesar 2x2 m2 dan dilakukan 5 kali pengulangan untuk setiap substrat.
Perbandingan jumlah jenis dan kepadatan ikan antara substrat dilakukan dengan analisis ragam dan sebaran spasial dengan analisis koresponden.
Ditemukan proporsi yang setara untuk ikan major, indikator, dan target pada substrat branching, tabulate dan karang hidup.
Substrat karang mati, didominasi oleh ikan target dan ikan indikator.
Sedangkan pada substrat berupa pecahan karang mati didominasi oleh kelompok ikan major dan target.
Komposisi individu didominasi oleh ikan indikator, kecuali pada substrat pecahan karang, didominasi oleh ikan target.
Pada substrat dengan bentuk branching memiliki kekayaan spesies dan kepadatan ikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pecahan karang, namun tidak berbeda nyata dengan substrat karang tabulate dan karang alami.
Sebaran spasial ikan indikator (famili Chaetodontidae) banyak ditemukan di substrat karang hidup, sedangkan pada substrat pecahan karang dicirikan oleh tingginya kepadatan ikan Acanthurus pyropherus, Arothron mappa, Halichoeres hotulanus, Abudefduf vagiensis, Caesio xanthonota, dan Dascylus auranus.
Ikan major merupakan penciri pada substrat karang mati.

Related Results

SEBARAN DAN KELIMPAHAN IKAN KARANG DI PERAIRAN PULAU LIUKANGLOE, KABUPATEN BULUKUMBA
SEBARAN DAN KELIMPAHAN IKAN KARANG DI PERAIRAN PULAU LIUKANGLOE, KABUPATEN BULUKUMBA
Ikan karang merupakan ikan  yang berasosiasi dengan terumbu karang dan keberadaannya ditentukan oleh variasi dan kompleksitas terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengana...
Struktur Komunitas Karang dan Ikan Karang di Perairan Pulau Pahawang
Struktur Komunitas Karang dan Ikan Karang di Perairan Pulau Pahawang
Pulau Pahawang merupakan salah satu pulau di Provinsi Lampung yang memiliki ekosistem laut yang beragam, salah satunya adalah ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu karang ban...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...
Manfaat Riset Iktioplankton dalam Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Ikan di Indonesia
Manfaat Riset Iktioplankton dalam Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Ikan di Indonesia
Indonesia memiliki potensi perikanan sebesar 12,54 juta ton/tahun, dan tercatat ada lebih dari 3.650 spesies ikan yang hidup di perairan Indonesia. Agar sumber daya ikan (SDI) dapa...

Back to Top