Javascript must be enabled to continue!
Inovasi Lampu Pembasmi Hama Imago Ulat Grayak dengan Sensor Kit Raket Nyamuk untuk Perkebunan Kacang Panjang di Desa Cimacan
View through CrossRef
The attack of major pests, such as moths, bangbung, and berang, which develop into plant-damaging caterpillars, has become a serious issue in Cimacan Village, threatening agricultural productivity, particularly in long bean crops. Therefore, this research aims to create an innovative tool to address the problem of Spodoptera litura (armyworm) pests in long bean farms in Cimacan Village. This innovation a pest control lamp powered by renewable energy, specifically solar panels. The ultraviolet (UV) lamp is used to attract pests, while an insect light trap with a mosquito racket module is installed around the lamp to eliminate approaching pests. By using solar energy, this tool offers an environmentally friendly and sustainable solution. The development of this pest control lamp follows the 4D development model, which consists of four stages; however, this study focuses on three stages: (1) Definition, (2) Design, and (3) Development. The testing results show that this device can operate effectively for 9 hours per night, sufficient to attract and eliminate Spodoptera litura pests in the long bean farming area. Using solar energy, the lamp can remain operational until the morning without requiring additional electricity sources, thus making it environmentally friendly and cost-effective for farmers.
Abstrak
Serangan hama utama, seperti ngengat, bangbung, dan berang yang berkembang menjadi ulat perusak tanaman, telah menjadi masalah serius di Desa Cimacan karena mengancam produktivitas pertanian, terutama pada tanaman kacang panjang. Inovasi ini berupa lampu pembasmi hama berbasis energi terbarukan, yaitu panel surya. Lampu ultraviolet (UV) digunakan untuk menarik hama, sementara perangkap listrik dengan modul raket nyamuk dipasang di sekeliling lampu untuk membasmi hama yang mendekat. Solusi ini dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk mengatasi ketergantungan petani pada pestisida kimia serta menawarkan efisiensi energi berkelanjutan dalam pengendalian hama Spodoptera litura (ulat grayak) secara spesifik. Pengembangan lampu pembasmi hama ini mengikuti model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahap; namun, penelitian ini hanya mencakup tiga tahap, yaitu (1) Pendefinisian (Define), (2) Perancangan (Design), dan (3) Pengembangan (Development). Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini dapat beroperasi secara efektif selama 9 jam per malam, cukup untuk menarik dan membasmi hama imago ulat grayak di area perkebunan kacang panjang. Dengan memanfaatkan energi surya, lampu dapat menyala hingga pagi hari tanpa memerlukan sumber listrik tambahan sehingga lebih ramah lingkungan dan hemat biaya bagi petani.
Title: Inovasi Lampu Pembasmi Hama Imago Ulat Grayak dengan Sensor Kit Raket Nyamuk untuk Perkebunan Kacang Panjang di Desa Cimacan
Description:
The attack of major pests, such as moths, bangbung, and berang, which develop into plant-damaging caterpillars, has become a serious issue in Cimacan Village, threatening agricultural productivity, particularly in long bean crops.
Therefore, this research aims to create an innovative tool to address the problem of Spodoptera litura (armyworm) pests in long bean farms in Cimacan Village.
This innovation a pest control lamp powered by renewable energy, specifically solar panels.
The ultraviolet (UV) lamp is used to attract pests, while an insect light trap with a mosquito racket module is installed around the lamp to eliminate approaching pests.
By using solar energy, this tool offers an environmentally friendly and sustainable solution.
The development of this pest control lamp follows the 4D development model, which consists of four stages; however, this study focuses on three stages: (1) Definition, (2) Design, and (3) Development.
The testing results show that this device can operate effectively for 9 hours per night, sufficient to attract and eliminate Spodoptera litura pests in the long bean farming area.
Using solar energy, the lamp can remain operational until the morning without requiring additional electricity sources, thus making it environmentally friendly and cost-effective for farmers.
Abstrak
Serangan hama utama, seperti ngengat, bangbung, dan berang yang berkembang menjadi ulat perusak tanaman, telah menjadi masalah serius di Desa Cimacan karena mengancam produktivitas pertanian, terutama pada tanaman kacang panjang.
Inovasi ini berupa lampu pembasmi hama berbasis energi terbarukan, yaitu panel surya.
Lampu ultraviolet (UV) digunakan untuk menarik hama, sementara perangkap listrik dengan modul raket nyamuk dipasang di sekeliling lampu untuk membasmi hama yang mendekat.
Solusi ini dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk mengatasi ketergantungan petani pada pestisida kimia serta menawarkan efisiensi energi berkelanjutan dalam pengendalian hama Spodoptera litura (ulat grayak) secara spesifik.
Pengembangan lampu pembasmi hama ini mengikuti model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahap; namun, penelitian ini hanya mencakup tiga tahap, yaitu (1) Pendefinisian (Define), (2) Perancangan (Design), dan (3) Pengembangan (Development).
Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini dapat beroperasi secara efektif selama 9 jam per malam, cukup untuk menarik dan membasmi hama imago ulat grayak di area perkebunan kacang panjang.
Dengan memanfaatkan energi surya, lampu dapat menyala hingga pagi hari tanpa memerlukan sumber listrik tambahan sehingga lebih ramah lingkungan dan hemat biaya bagi petani.
Related Results
POTENSI GULMA SEBAGAI PESTISIDA NABATI
POTENSI GULMA SEBAGAI PESTISIDA NABATI
Penggunaan pestisida kimia dapat membahayakan lingkungan, oleh karena itu adanya pestisida nabati diperlukan untuk dapat menjaga lingkungan tetap terjaga. Penggunaan pestisida naba...
Efektivitas Ekstrak Daun Tembakau terhadap Mortalitas Hama Ulat Grayak pada Tanaman Hias Lili Putih
Efektivitas Ekstrak Daun Tembakau terhadap Mortalitas Hama Ulat Grayak pada Tanaman Hias Lili Putih
Ulat merupakan konsumen di piramida ekosistem yang memakan tanaman termasuk tanaman hias. Salah satu ulat yang menyerang tanaman hias lili putih adalah ulat grayak. Pestisida kimia...
KETAHANAN GALUR KEDELAI (Glycine max L.) TERHADAP SERANGAN ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) BERDASARKAN KARAKTERISTIK TRIKOMA
KETAHANAN GALUR KEDELAI (Glycine max L.) TERHADAP SERANGAN ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) BERDASARKAN KARAKTERISTIK TRIKOMA
Ulat grayak (Spodoptera litura F.) adalah hama kedelai (Glycine max L.). Pengendalian hama dilakukan dengan penggunaan galur tahan hama melalui seleksi karakteristik morfologi dau...
Survei Keberadaan Hama Pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Di Dusun Abe Pantai Kelurahan Asano Distrik Abepura Kota Jayapura
Survei Keberadaan Hama Pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Di Dusun Abe Pantai Kelurahan Asano Distrik Abepura Kota Jayapura
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan keberadaan hama dan mengidentifikasi jenis-jenis hama yang menyerang tanaman kacang panjang beserta gejala serangan yang terlihat pada tana...
Uji Toksisitas Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda)
Uji Toksisitas Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda)
Belimbing wuluh merupakan pohon tropis yang tumbuh sebagai pohon liar maupun ditanam karena mengandung banyak manfaat, Belimbing wuluh bermanfaat sebagai obat tradisional dan memil...
PENGENDALIAN POPULASI NYAMUK DENGAN FERMENTASI OVITRAP LAMPU ORANGE
PENGENDALIAN POPULASI NYAMUK DENGAN FERMENTASI OVITRAP LAMPU ORANGE
Nyamuk mempunyai tubuh kecing dan ringan, bebas berterbangan di udara membuat nyamuk mudah terbawa angin, di malam hari nyamuk terbang menuju arah cahaya. Keberadaan nyamuk bisa me...
PENGARUH EKSTRAK RIMPANG JERINGAU (ACORUS CALAMUS L) TERHADAP LARVA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) PADA SAWI PUTIH (Brassica pekinensis)
PENGARUH EKSTRAK RIMPANG JERINGAU (ACORUS CALAMUS L) TERHADAP LARVA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) PADA SAWI PUTIH (Brassica pekinensis)
Ulat Grayak (Spodoptera litura) merupakan salah satu hama penting pada tanaman kedelai, kubis, dan sawi. Ulat ini mampu menurunkan produktivitas tanaman hingga kegagalan panen. Pen...
Strategi Pengendalian Invasi Hama Baru Ulat Grayak Jagung, Spodoptera frugiperda, Di Daerah Sentra Produksi Kabupaten Lombok Barat
Strategi Pengendalian Invasi Hama Baru Ulat Grayak Jagung, Spodoptera frugiperda, Di Daerah Sentra Produksi Kabupaten Lombok Barat
Tanaman jagung pada musim tanam tahun lalu hingga sekarang terancam oleh datangnya Hama Baru dari benua Amerika, yaitu hama ulat grayak jagung (fall armyworm/FAW). Hama ulat grayak...

