Javascript must be enabled to continue!
PERSEPSI IBU TENTANG TOILET TRAINING PADA ANAK USIA TODDLER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG
View through CrossRef
Latar Belakang: Jumlah balita yang masih susah mengontrol BAB dan BAK di usia sampai pra sekolah menurut Survey Kesehatan Rumah Tangga diperkirakan mencapai 75 juta anak, kasus mengompol pada anak usia enam tahun di Indonesia tercatat sekitar 12%. Hasil studi pendahuluan di puskesmas kedungmundu, dari lima ibu yang memiliki anak usia toddler, tiga ibu mengatakan anaknya masih sering mengompol dan belum pernah melatih anak dalam buang air, sedangkan dua diantaranya sudah mulai melatih.Tujuan Penelitian: Penelitian ini untuk mengeksplorasi persepsi ibu tentang toilet training pada anak usia toddler.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Jumlah partisipan 4 orang, triangulasi yaitu suami partisipan.Hasil: Wawancara mendalam pada partisipan didapatkan informasi tentang cara ibu dalam membiasakan anak untuk buang air, usia yang tepat untuk melatih anak, dampak dari toilet training, upaya orang tua serta hambatan-hambatan dalam toilet training.Ibu balita agar melatih anak untuk toilet training mulai usia satu sampai tiga tahun, Petugas kesehatan agar lebih meningkatkan penyuluhan secara menyeluruh terkait toilet training pada anak usia toddler. Kata kunci : Persepsi;toilet training;usia toddler.
STIKes Karya Husada Semarang
Title: PERSEPSI IBU TENTANG TOILET TRAINING PADA ANAK USIA TODDLER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG
Description:
Latar Belakang: Jumlah balita yang masih susah mengontrol BAB dan BAK di usia sampai pra sekolah menurut Survey Kesehatan Rumah Tangga diperkirakan mencapai 75 juta anak, kasus mengompol pada anak usia enam tahun di Indonesia tercatat sekitar 12%.
Hasil studi pendahuluan di puskesmas kedungmundu, dari lima ibu yang memiliki anak usia toddler, tiga ibu mengatakan anaknya masih sering mengompol dan belum pernah melatih anak dalam buang air, sedangkan dua diantaranya sudah mulai melatih.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini untuk mengeksplorasi persepsi ibu tentang toilet training pada anak usia toddler.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam.
Jumlah partisipan 4 orang, triangulasi yaitu suami partisipan.
Hasil: Wawancara mendalam pada partisipan didapatkan informasi tentang cara ibu dalam membiasakan anak untuk buang air, usia yang tepat untuk melatih anak, dampak dari toilet training, upaya orang tua serta hambatan-hambatan dalam toilet training.
Ibu balita agar melatih anak untuk toilet training mulai usia satu sampai tiga tahun, Petugas kesehatan agar lebih meningkatkan penyuluhan secara menyeluruh terkait toilet training pada anak usia toddler.
Kata kunci : Persepsi;toilet training;usia toddler.
Related Results
PENYULUHAN TENTANG JENIS KECELAKAAN PADA ANAK DAN CARA PENCEGAHANNYA
PENYULUHAN TENTANG JENIS KECELAKAAN PADA ANAK DAN CARA PENCEGAHANNYA
Toddler ialah anak yang berusia 12 – 36 bulan atau 1 – 3 tahun. Toddler berisiko tinggi mengalami kecelakaan yang dapat mengakibatkan kondisi yang fatal yaitu kematian. Penyeba...
Edukasi Toilet Training pada Ibu dengan Anak Usia Toddler
Edukasi Toilet Training pada Ibu dengan Anak Usia Toddler
Para orang tua khususnya ibu yang memiliki anak usia toddler belum optimal memberikan edukasi toilet training pada anaknya. Berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan dengan orang tu...
Pengaruh pola asuh orang tua terhadap tingkat kemandirian toilet training pada anak usia prasekolah
Pengaruh pola asuh orang tua terhadap tingkat kemandirian toilet training pada anak usia prasekolah
Background: The success of toilet training is not only seen from the child's physical readiness but also from the readiness of the parents, especially the mother, because toddlers ...
Analisis Pengetahuan Ibu dengan Upaya Pencegahan Cedera Pada Anak Usia Toddler di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Panjang Kota Bandar Lampung
Analisis Pengetahuan Ibu dengan Upaya Pencegahan Cedera Pada Anak Usia Toddler di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Panjang Kota Bandar Lampung
ABSTRACT Childhood, especially toddlerhood, is the peak of children's curiosity because their five senses are not aware of possible dangers. As a result, children at this age are v...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN TENTANG BUKU KIA PADA IBU HAMIL
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN TENTANG BUKU KIA PADA IBU HAMIL
Background. One of the major obstacles to the slow decline in MMR and IMR in Indonesia is the low maternal knowledge associated with pregnancy. Riskesdas 2012 research results nati...
Stres Pengasuhan Ibu dengan Anak Tunagrahita di SLB Negeri Semarang Selama Pandemi COVID-19
Stres Pengasuhan Ibu dengan Anak Tunagrahita di SLB Negeri Semarang Selama Pandemi COVID-19
Latar belakang: Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki intelegensia rendah di bawah rata-rata (IQ≤70) yang diikuti keterbatasan fungsi adaptif dan fungsi intelektual, sehingga ...

