Javascript must be enabled to continue!
Biarkan tubuhmu bergerak: Memahami tubuh melalui pemberlakuan gestur dalam Ibadah Minggu GPIB
View through CrossRef
This article contains field research on the experiences of liturgists in involving their bodies through communal and personal body gestures in the liturgy, the meaning of these gestures, and understanding of the body through movements carried out in one of the GPIB churches in Depok. The research used a descriptive-qualitative method with observation instruments at three weekly worship schedules for one month and semi-structured interviews with liturgical practitioners encountered throughout the observation. The interview focused on three themes: the liturgist's interpretation of communal bodily gestures, the liturgist's experience of personal gestures and the meaning attached to these gestures, and the liturgist's understanding of the body, which is born from the experience of liturgy. The results of this research show the types of bodily involvement in the GPIB liturgy, both in the form of communal and personal gestures, as well as their meaning, the significance of the application of physical gestures in worship and a picture, in a limited way, of how members of the GPIB congregation understand the body. It is hoped that the results of this research will ultimately be a consideration for Calvinist churches to start giving more significant space to applying bodily gestures, especially personal gestures, as a form of liturgical language. AbstrakArtikel ini memuat penelitian lapangan tentang pengalaman para pelaku liturgi dalam melibatkan tubuh mereka melalui gestur tubuh komunal dan personal dalam liturgi, pemaknaan terhadap gestur-gestur tersebut, serta pemahaman tentang tubuh melalui gerakan yang dilakukan di salah satu gereja GPIB di Kota Depok. Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan instrumen observasi pada tiga kali jadwal ibadah di setiap minggu dalam satu bulan, serta wawancara semi terstruktur kepada para pelaku liturgi yang dijumpai sepanjang observasi. Wawancara berfokus pada tiga tema, yaitu interpretasi pelaku liturgi ter-hadap gestur tubuh komunal, pengalaman pelaku liturgi dalam gestur personal serta pemaknaan yang dilekatkan pada gestur tersebut, dan pemahaman pelaku liturgi mengenai tubuh yang lahir dari pengalaman berliturgi. Hasil dari penelitian ini menampilkan jenis-jenis keterlibatan tubuh dalam liturgi GPIB, baik dalam bentuk gestur komunal maupun personal, serta pemaknaannya, signifikansi pemberlakuan gestur tubuh dalam ibadah serta gambaran, secara terbatas, tentang bagaimana warga jemaat GPIB memahami tubuh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah pertimbangan bagi gereja-gereja Calvinis untuk mulai memberi ruang yang lebih besar pada pemberlakuan gestur tubuh, khususnya gestur-gestur personal, sebagai salah satu bahasa liturgis.
Title: Biarkan tubuhmu bergerak: Memahami tubuh melalui pemberlakuan gestur dalam Ibadah Minggu GPIB
Description:
This article contains field research on the experiences of liturgists in involving their bodies through communal and personal body gestures in the liturgy, the meaning of these gestures, and understanding of the body through movements carried out in one of the GPIB churches in Depok.
The research used a descriptive-qualitative method with observation instruments at three weekly worship schedules for one month and semi-structured interviews with liturgical practitioners encountered throughout the observation.
The interview focused on three themes: the liturgist's interpretation of communal bodily gestures, the liturgist's experience of personal gestures and the meaning attached to these gestures, and the liturgist's understanding of the body, which is born from the experience of liturgy.
The results of this research show the types of bodily involvement in the GPIB liturgy, both in the form of communal and personal gestures, as well as their meaning, the significance of the application of physical gestures in worship and a picture, in a limited way, of how members of the GPIB congregation understand the body.
It is hoped that the results of this research will ultimately be a consideration for Calvinist churches to start giving more significant space to applying bodily gestures, especially personal gestures, as a form of liturgical language.
 AbstrakArtikel ini memuat penelitian lapangan tentang pengalaman para pelaku liturgi dalam melibatkan tubuh mereka melalui gestur tubuh komunal dan personal dalam liturgi, pemaknaan terhadap gestur-gestur tersebut, serta pemahaman tentang tubuh melalui gerakan yang dilakukan di salah satu gereja GPIB di Kota Depok.
Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan instrumen observasi pada tiga kali jadwal ibadah di setiap minggu dalam satu bulan, serta wawancara semi terstruktur kepada para pelaku liturgi yang dijumpai sepanjang observasi.
Wawancara berfokus pada tiga tema, yaitu interpretasi pelaku liturgi ter-hadap gestur tubuh komunal, pengalaman pelaku liturgi dalam gestur personal serta pemaknaan yang dilekatkan pada gestur tersebut, dan pemahaman pelaku liturgi mengenai tubuh yang lahir dari pengalaman berliturgi.
Hasil dari penelitian ini menampilkan jenis-jenis keterlibatan tubuh dalam liturgi GPIB, baik dalam bentuk gestur komunal maupun personal, serta pemaknaannya, signifikansi pemberlakuan gestur tubuh dalam ibadah serta gambaran, secara terbatas, tentang bagaimana warga jemaat GPIB memahami tubuh.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah pertimbangan bagi gereja-gereja Calvinis untuk mulai memberi ruang yang lebih besar pada pemberlakuan gestur tubuh, khususnya gestur-gestur personal, sebagai salah satu bahasa liturgis.
Related Results
Teologi Ibadah dan Kualitas Penyelenggaraaan Ibadah: Sebuah Pengantar
Teologi Ibadah dan Kualitas Penyelenggaraaan Ibadah: Sebuah Pengantar
Orang-orang Kristen percaya bahwa ibadah kepada Allah adalah penting dan perlu bagi kehidupan bergereja. Namun Dalam kenyataannya ibadah seringkali dilaksanakan secara kurang seriu...
AMBIGUITAS TUBUH PEREMPUAN DALAM PRAKTIK SURROGATE MOTHER DALAM NOVEL A HOUSE FOR HAPPY MOTHER KARYA AMULYA MALLADI
AMBIGUITAS TUBUH PEREMPUAN DALAM PRAKTIK SURROGATE MOTHER DALAM NOVEL A HOUSE FOR HAPPY MOTHER KARYA AMULYA MALLADI
The research was aimed at describing the ambiguity of women’s bodies involved in surrogate motherhood in the novel "A House for Happy Mothers" by Amulya Malladi. The theory in this...
Pelatihan Pemanfaatan Media Panggung Boneka Bagi Guru Sekolah Minggu
Pelatihan Pemanfaatan Media Panggung Boneka Bagi Guru Sekolah Minggu
The purpose of this activity is to provide understanding and knowledge to Sunday school teachers about learning media as well as an experience for Sunday school teachers in the Cen...
Konsep Pertentangan Dalam Film "Aisyah Biarkan Kami Bersaudara" Karya Herwin Novianto
Konsep Pertentangan Dalam Film "Aisyah Biarkan Kami Bersaudara" Karya Herwin Novianto
AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep pertentangan dalam film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara” karya Herwin Novianto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitati...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Thrombin interaction with platelet glycoprotein Ib: effect of glycocalicin on thrombin specificity
Thrombin interaction with platelet glycoprotein Ib: effect of glycocalicin on thrombin specificity
We describe here the alteration of thrombin specificity induced by its interaction with glycocalicin. Glycocalicin is the external part of platelet glycoprotein Ib alpha (GPIb alph...
PENERAPAN EARNED VALUE CONCEPT PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
PENERAPAN EARNED VALUE CONCEPT PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja direncanakan selesai dalam jangka waktu 28 minggu. Pada minggu ke-11 terdapat penamba...
PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN MODIFIKASI SANITARY LANDFILL
PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN MODIFIKASI SANITARY LANDFILL
Metode Sanitary landfill (Piled Sanitary Land), adalah pembuangan limbahsistem yang dilakukan oleh timbunan sampah dan dipadatkan, kemudian ditutupdengan tanah sebagai penutup. Pek...

