Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

‘Dagam’ Kesenian Indang di Desa Mangoe Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat

View through CrossRef
ABSTRAKKesenian indang Pariaman adalah salah satu kesenian tradisi bernafaskan Islam. Namun seiring dengan perkembangan sosial budaya masyarakat pendukungnya, kesenian ini mengalami perkembangan menjadi kesenian rakyat yang tidak lagi dipertunjukan di surau, tetapi diluar surau, seperti di tempat-tempat terbuka, rumah-rumah penduduk, panggung pertunjukan, laga,laga dan sebaginya. Selain itu terjadi juga perkembangan dari segi teks, struktur sajian, bentuk penyajian, dan bahkan sistem pengelolaan. Indang memiliki struktur permainan yang terdiri dari darak panjang, imbauan lagu, darak pendek, nyanyian atau lagu, darak panjang. terdapat beberapa macam darak diantaranya: darak tujuah, darak kupak kapiak, darak tereang ka tereang, yang mana setiap pola awal atau pembuka darak berda-beda, hal ini lah yang menjadi pedoman oleh para anak Indang agar mengetahui darak apa yang akan dimainkan. Karya komposisi musik karawitan yang berjudul “Dagam” ini terinspirasi dari kesenian tradisi indang Pariaman yaitu pada darak tereang ka tereang. Pada darak tereang ka tereang tersebut pengkarya tertarik pada pola awal yang memiliki siklus pola yang lebih panjang dari pada darak yang lain. Dalam pengamatan pengkarya terhadap darak tereang ka tereang yang memiliki siklus pola yang panjang ini, pengkarya juga menemukan berbagai motif ritem yang dapat dikembangkan kembali. Karya komposisi musik “Dagam”  ini digarap dengan menggunakan metode pendekatan tradisi. mewujudkan ide/gagasan yang bersumber dari kesenian Indang Pariaman, yang terinspirasi dari darak tereang ka tereang dengan menggunakan pendekatan tradisi yang berjudul “Dagam” disajikan dalam bentuk pertunjukan secara lansung. Melalui garapan karya komposisi music “Dagam” pengkarya mencoba menghadirkan beberapa bentuk inovasi (kebaruan) dalam berbagai aspek garap sesuai dengan konsep yang ditawarkan. Kata Kunci: Indang Piaman; Darak Tereang ka Teranag; Pendekatan Tradisi    ABSTRACT            Indang is one of the performing arts with Islamic breath in Minangkabau. However, along with the socio-cultural development of the supporting community, This performing art has developed into a folk performing art which is no longer performed in surau, but outside the surau, such as in open places, people's houses, stage performances, fights, matches and so on. In addition, there have also been developments in terms of text, presentation structure, form of presentation, and even management systems. Indang has a game structure consisting of a long darak, an appeal to a song, a short darak, a song or song, a long darak. There are several types of darak including: darak tujuah, darak kupak kapiak, darak tereang ka tereang, where each initial pattern or opening of darak is different, this is the guideline for Indang children to know what darak will be played. This musical composition entitled "Dagam" was inspired by the traditional art of Indang Pariaman, namely darak tereang ka tereang. In the darak tereang ka tereang, the author is interested in the initial pattern which has a longer pattern cycle than the other daraks. In the artist's observation of the darak tereang ka tereang which has a long pattern cycle, the artist also finds various rhythmic motifs that can be redeveloped. The musical composition "Dagam" was worked on using the traditional approach method. realizing ideas/ideas originating from the art of Indang Pariaman, which was inspired by darak tereang ka tereang by using a traditional approach entitled “Dagam” presented in the form of a live performance. Through the work of the musical composition "Dagam" the artist tries to present several forms of innovation (newness) in various aspects of working according to the concept offered. Keywords: Indang Pariaman; Initial Pattern; Darak Tereang ka Tereang; Tradition Approach
Title: ‘Dagam’ Kesenian Indang di Desa Mangoe Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat
Description:
ABSTRAKKesenian indang Pariaman adalah salah satu kesenian tradisi bernafaskan Islam.
Namun seiring dengan perkembangan sosial budaya masyarakat pendukungnya, kesenian ini mengalami perkembangan menjadi kesenian rakyat yang tidak lagi dipertunjukan di surau, tetapi diluar surau, seperti di tempat-tempat terbuka, rumah-rumah penduduk, panggung pertunjukan, laga,laga dan sebaginya.
Selain itu terjadi juga perkembangan dari segi teks, struktur sajian, bentuk penyajian, dan bahkan sistem pengelolaan.
Indang memiliki struktur permainan yang terdiri dari darak panjang, imbauan lagu, darak pendek, nyanyian atau lagu, darak panjang.
terdapat beberapa macam darak diantaranya: darak tujuah, darak kupak kapiak, darak tereang ka tereang, yang mana setiap pola awal atau pembuka darak berda-beda, hal ini lah yang menjadi pedoman oleh para anak Indang agar mengetahui darak apa yang akan dimainkan.
Karya komposisi musik karawitan yang berjudul “Dagam” ini terinspirasi dari kesenian tradisi indang Pariaman yaitu pada darak tereang ka tereang.
Pada darak tereang ka tereang tersebut pengkarya tertarik pada pola awal yang memiliki siklus pola yang lebih panjang dari pada darak yang lain.
Dalam pengamatan pengkarya terhadap darak tereang ka tereang yang memiliki siklus pola yang panjang ini, pengkarya juga menemukan berbagai motif ritem yang dapat dikembangkan kembali.
Karya komposisi musik “Dagam”  ini digarap dengan menggunakan metode pendekatan tradisi.
mewujudkan ide/gagasan yang bersumber dari kesenian Indang Pariaman, yang terinspirasi dari darak tereang ka tereang dengan menggunakan pendekatan tradisi yang berjudul “Dagam” disajikan dalam bentuk pertunjukan secara lansung.
Melalui garapan karya komposisi music “Dagam” pengkarya mencoba menghadirkan beberapa bentuk inovasi (kebaruan) dalam berbagai aspek garap sesuai dengan konsep yang ditawarkan.
 Kata Kunci: Indang Piaman; Darak Tereang ka Teranag; Pendekatan Tradisi    ABSTRACT            Indang is one of the performing arts with Islamic breath in Minangkabau.
However, along with the socio-cultural development of the supporting community, This performing art has developed into a folk performing art which is no longer performed in surau, but outside the surau, such as in open places, people's houses, stage performances, fights, matches and so on.
In addition, there have also been developments in terms of text, presentation structure, form of presentation, and even management systems.
Indang has a game structure consisting of a long darak, an appeal to a song, a short darak, a song or song, a long darak.
There are several types of darak including: darak tujuah, darak kupak kapiak, darak tereang ka tereang, where each initial pattern or opening of darak is different, this is the guideline for Indang children to know what darak will be played.
This musical composition entitled "Dagam" was inspired by the traditional art of Indang Pariaman, namely darak tereang ka tereang.
In the darak tereang ka tereang, the author is interested in the initial pattern which has a longer pattern cycle than the other daraks.
In the artist's observation of the darak tereang ka tereang which has a long pattern cycle, the artist also finds various rhythmic motifs that can be redeveloped.
The musical composition "Dagam" was worked on using the traditional approach method.
realizing ideas/ideas originating from the art of Indang Pariaman, which was inspired by darak tereang ka tereang by using a traditional approach entitled “Dagam” presented in the form of a live performance.
Through the work of the musical composition "Dagam" the artist tries to present several forms of innovation (newness) in various aspects of working according to the concept offered.
 Keywords: Indang Pariaman; Initial Pattern; Darak Tereang ka Tereang; Tradition Approach.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Kesenian Indang: Kontinuitas dan Perubahan
Kesenian Indang: Kontinuitas dan Perubahan
ABSTRACT The art of indang, living in the community of Padang Pariaman, is a form of arts and cultural stu- dies related to the phenomenon of continuity and change. The art of ind...
“MALAPAK” BERANGKAT DARI INDANG DI NAGARI LIMAU LUNGGO KABUPATEN SOLOK
“MALAPAK” BERANGKAT DARI INDANG DI NAGARI LIMAU LUNGGO KABUPATEN SOLOK
Kesenian Indang Solok adalah kesenian Indang yang terdapat di Kabupaten Solok, salah satunya Nagari Limau Lunggo. kesenian Indang di Nagari Limau Lunggo  ini sering ditampilkan pad...
Struktur Indang Tigo Sandiang di Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman
Struktur Indang Tigo Sandiang di Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman
This study aims to describe and analyze the structure of Tigo Sandiang's Indang in Patamuan District, Padang Pariaman Regency. This type of qualitative research using descriptive a...
Idealisme Seniman Berdampak pada Marginalisasi Kesenian Indang Tradisi
Idealisme Seniman Berdampak pada Marginalisasi Kesenian Indang Tradisi
This article aims to reveal and analyze the problem of the artistry of traditional art in Padang Pariaman district. Today the existence of Indang art less popular in the cultural l...
Tinjauan Kemampuan Teknik Dasar Pemain Sepak Bola Putri SSB Baringin Sati Kabupaten Padang Pariaman
Tinjauan Kemampuan Teknik Dasar Pemain Sepak Bola Putri SSB Baringin Sati Kabupaten Padang Pariaman
Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan teknik dasar sepakbola pemain Sepakbola putri SSB Baringin Sati Kabupaten Padang Pariaman. Tujuan penelitian ini ...
Sumatera Barat pasca PRRI: Mambangkik Batang Tarandam di Masa Pemerintahan Gubernur Azwar Anas tahun 1977-1988
Sumatera Barat pasca PRRI: Mambangkik Batang Tarandam di Masa Pemerintahan Gubernur Azwar Anas tahun 1977-1988
  Strategi Azwar Anas (1977-1988) dalam memimpin dan membangun daerah Provinsi Sumatera Barat di Era Orde Baru. Sentral permasalahnya adalah program Azwar Anas dalam membangu...
Analisis Cakupan Antenatal Care K4 Program Kesehatan Ibu dan Anak di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman
Analisis Cakupan Antenatal Care K4 Program Kesehatan Ibu dan Anak di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman
AbstrakPencapaian target K4 (kunjungan ibu hamil ke tenaga kesehatan yang dilakukan paling sedikit 4 kali selama hamil) akan terlaksana jika adanya motivasi bidan di desa ditambah ...

Back to Top