Javascript must be enabled to continue!
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kampung Idiot Karangpatihan Balong Ponorogo
View through CrossRef
Pemberdayaan ekonomi menjadi tren menarik yang diperbincangkan, khususnya pemberdayaan dengan sasaran masyarakat menyandang tunagrahita atau sering disebut idiot di wilayah 3T (Terpencil, Terluar dan Tertinggal). Pemberdayaan pada masyarakat yang tidak umum ini akan memiliki keunikan dan corak yang berbeda jika dibandingkan pemberdayaan pada masyarakat homogen dan masyarakat normal pada umumnya. Hal ini terbukti, program pemberdayaan di kampung idiot ini telah mendapatkan apresiasi baik tingkat wilayah maupun internasional.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dalam kategori field research dengan sumber data utama kepala desa Karangpatihan, anggota keluarga tuna grahita, dan seluruh stakeholder desa Karangpatihan, selain itu data sekunder juga diperoleh dari arsip tertulis di kelurahan maupun hasil pantauan program pemberdayaan. Data yang telah terkumpul kemudian dikelompokkan sesuai rumusan masalah selanjutnya dilakukan analisis untuk memperoleh simpulan. Tulisan ini akan mengungkap bagaimana aksi pemberdayaan mulai dari strategi, metode dan keberhasilan pemberdayaan di kampung idiot Karangpatihan Balong Ponorogo.Tulisan ini bermaksud mengisi kelangkaan literatur yang memfokuskan kegiatan pemberdayaan masyarakat keterbelakangan mental, tidak memahami financial hingga mampu memberikan nafkah untuk anggota keluarga. Untuk itu, rumusan masalah mencakup bagaimana ekonomi masyarakat, langkah-langkah pemberdayaan ekonomi, tingkat keberhasilan pemberdayaan dan faktor pendukung, penghambat dan solusi dalam pelaksanaan pemberdayaan di kampung idiot Balong,tulisan ini menemukan bahwa ada tiga klasifikasi penyandang tunagrahita Karangpatihan Balong Ponorogo, yaitu kategori ringan sebanyak 46 orang (48%). 46 orang terdiri dari 26 laki-laki dan 20 perempuan, kategori sedang sebanyak 38 orang (42%). Dari hasil penelitian, ditemukan inovasi-inovasi strategi pemberdayaan ekonomi pada masyarakat tunagrahita secara rinci disetiap tahapan, bahkan kendala dan solusi mampu diungkap dan ini dapat dijadikan pedoman pada program pembberdayaan di tempat lain.Economic empowerment has become an interesting trend to be discussed, especially empowerment with the target of people with mental retardation in remote, outermost and disadvantaged areas. Empowerment in this unusual society will have a unique and different style when compared to empowerment in a homogeneous society and normal society in general. This is evident, the empowerment program in this mentally retarded villages has received appreciation at both regional and international levels. The research includes qualitative research in the field research category with the main data sources being the Karangpatihan village head, mentally disabled family members, and all steak holders in Karangpatihan village, besides that secondary data is also obtained from written archives in the village and the results of monitoring empowerment programs. The data that has been collected is then according to the formulation of the problem, then an analysis is carried out to obtain conclusions. This paper wants to investigate how the empowerment action starts from the strategy, method and success of empowerment in the mentally retarded villages Karangpatihan Balong Ponorogo. This paper intends to fill in the scarcity of literature that focuses on empowering people with mental retardation, not understanding finances to being able to provide a living for family members. To that end, the formulation of the problem includes how the community's economy is, measures for economic empowerment, the success rate of empowerment and supporting factors, obstacles and solutions in implementing empowerment in the Balong mentally retarded villages. That is the light category as many as 46 people (48%). 46 people consisting of 26 men and 20 women, the medium category was 38 people (42%). From the results of the study, it was found that innovations in economic empowerment strategies for mentally retarded communities were in detail at each stage, even obstacles and solutions could be revealed and these could be used as guidelines for empowerment programs elsewhere.
Title: Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kampung Idiot Karangpatihan Balong Ponorogo
Description:
Pemberdayaan ekonomi menjadi tren menarik yang diperbincangkan, khususnya pemberdayaan dengan sasaran masyarakat menyandang tunagrahita atau sering disebut idiot di wilayah 3T (Terpencil, Terluar dan Tertinggal).
Pemberdayaan pada masyarakat yang tidak umum ini akan memiliki keunikan dan corak yang berbeda jika dibandingkan pemberdayaan pada masyarakat homogen dan masyarakat normal pada umumnya.
Hal ini terbukti, program pemberdayaan di kampung idiot ini telah mendapatkan apresiasi baik tingkat wilayah maupun internasional.
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dalam kategori field research dengan sumber data utama kepala desa Karangpatihan, anggota keluarga tuna grahita, dan seluruh stakeholder desa Karangpatihan, selain itu data sekunder juga diperoleh dari arsip tertulis di kelurahan maupun hasil pantauan program pemberdayaan.
Data yang telah terkumpul kemudian dikelompokkan sesuai rumusan masalah selanjutnya dilakukan analisis untuk memperoleh simpulan.
Tulisan ini akan mengungkap bagaimana aksi pemberdayaan mulai dari strategi, metode dan keberhasilan pemberdayaan di kampung idiot Karangpatihan Balong Ponorogo.
Tulisan ini bermaksud mengisi kelangkaan literatur yang memfokuskan kegiatan pemberdayaan masyarakat keterbelakangan mental, tidak memahami financial hingga mampu memberikan nafkah untuk anggota keluarga.
Untuk itu, rumusan masalah mencakup bagaimana ekonomi masyarakat, langkah-langkah pemberdayaan ekonomi, tingkat keberhasilan pemberdayaan dan faktor pendukung, penghambat dan solusi dalam pelaksanaan pemberdayaan di kampung idiot Balong,tulisan ini menemukan bahwa ada tiga klasifikasi penyandang tunagrahita Karangpatihan Balong Ponorogo, yaitu kategori ringan sebanyak 46 orang (48%).
46 orang terdiri dari 26 laki-laki dan 20 perempuan, kategori sedang sebanyak 38 orang (42%).
Dari hasil penelitian, ditemukan inovasi-inovasi strategi pemberdayaan ekonomi pada masyarakat tunagrahita secara rinci disetiap tahapan, bahkan kendala dan solusi mampu diungkap dan ini dapat dijadikan pedoman pada program pembberdayaan di tempat lain.
Economic empowerment has become an interesting trend to be discussed, especially empowerment with the target of people with mental retardation in remote, outermost and disadvantaged areas.
Empowerment in this unusual society will have a unique and different style when compared to empowerment in a homogeneous society and normal society in general.
This is evident, the empowerment program in this mentally retarded villages has received appreciation at both regional and international levels.
The research includes qualitative research in the field research category with the main data sources being the Karangpatihan village head, mentally disabled family members, and all steak holders in Karangpatihan village, besides that secondary data is also obtained from written archives in the village and the results of monitoring empowerment programs.
The data that has been collected is then according to the formulation of the problem, then an analysis is carried out to obtain conclusions.
This paper wants to investigate how the empowerment action starts from the strategy, method and success of empowerment in the mentally retarded villages Karangpatihan Balong Ponorogo.
This paper intends to fill in the scarcity of literature that focuses on empowering people with mental retardation, not understanding finances to being able to provide a living for family members.
To that end, the formulation of the problem includes how the community's economy is, measures for economic empowerment, the success rate of empowerment and supporting factors, obstacles and solutions in implementing empowerment in the Balong mentally retarded villages.
That is the light category as many as 46 people (48%).
46 people consisting of 26 men and 20 women, the medium category was 38 people (42%).
From the results of the study, it was found that innovations in economic empowerment strategies for mentally retarded communities were in detail at each stage, even obstacles and solutions could be revealed and these could be used as guidelines for empowerment programs elsewhere.
Related Results
MANAJEMEN KOMUNIKASI KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT KARANGPATIHAN DALAM MEMPERBAIKI CITRA DESA SEBAGAI KAMPUNG IDIOT
MANAJEMEN KOMUNIKASI KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT KARANGPATIHAN DALAM MEMPERBAIKI CITRA DESA SEBAGAI KAMPUNG IDIOT
Desa Karangpatihan adalah salah satu desa yang dikenal sebagai kampung idiot di Ponorogo, karena sebagian masyarakatnya mengalami Tunagrahita. Padahal masyarakat yang mengalami tun...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
STRATEGI USAHA PEDAGANG KAKI LIMA DALAM MEMPERTAHANKAN LOYALITAS KONSUMEN SINGKONG KEJU DI PONOROGO
STRATEGI USAHA PEDAGANG KAKI LIMA DALAM MEMPERTAHANKAN LOYALITAS KONSUMEN SINGKONG KEJU DI PONOROGO
In the modern era, many unique and trendy snacks have emerged following the times. However, there are still traditional snacks that still exist following the times, namely cassava ...
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TUNAGRAHITA OLEH “KARANGPATIHAN BANGKIT” DI RUMAH HARAPAN DESA KARANGPATIHAN PONOROGO
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TUNAGRAHITA OLEH “KARANGPATIHAN BANGKIT” DI RUMAH HARAPAN DESA KARANGPATIHAN PONOROGO
Kampung Idiot di Desa Karangpatihan merupakan tempat yang unik di Indonesia. Munculnya sebutan Kampung Idiot karena banyak dari masyarakat desa tersebut yang mengalami keterbelakan...
Analisis Strategi Pengelolaan Dana Kampung
Analisis Strategi Pengelolaan Dana Kampung
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kepatuhan implementasi UU No. 6 tahun 2014, dan pasal 100 PP No. 43 Tahun 2014 pada aparat kampung, menganalisis manfaat dana kampu...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. Kampun...
INTEGRASI WEBSITE DALAM MEMBANGUN KAMPUNG YAMMUA, DISTRIK ARSO BARAT MENUJU ERA DIGITAL
INTEGRASI WEBSITE DALAM MEMBANGUN KAMPUNG YAMMUA, DISTRIK ARSO BARAT MENUJU ERA DIGITAL
Kampung Yammua merupakan salah satu kampung yang berada di Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom. Meskipun sudah terjangkau dengan teknologi yang memadai namun kampung Yammua belum ...

