Javascript must be enabled to continue!
Dilema Guru PAUD Inklusi Terhadap Kompleksitas ABK: Antara Tantangan dan Keniscayaan
View through CrossRef
Menjamurnya kuantitas lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dewasa ini tidak lepas dari peranan pemerintah dalam amanat Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. PAUD sebagai wadah pembinaan dan stimulasi pendidikan bagi anak usia dini (usia pra sekolah) bertujuan untuk membentuk karakter maupun kematangan tumbuh kembang jasmani-rohani sehingga anak memiliki kesiapan melanjutkan jenjang yang lebih tinggi. Diversitas kondisi anak yang tergabung dalam kamar PAUD ini menghadapkan guru ke berbagai realita, kompleksitas, tantangan dan keniscayaan terhadap pemahaman utuh tentang konsep anak berkebutuhan khusus usia dini. Tulisan ini merupakan penelitian jenis lapangan dengan metode kualitatif dimaksudkan untuk menggali narasi pengalaman dari subjeknya para informan guru PAUD inklusi di kabupaten Barito Kuala. Menggunakan model Miles & Huberman serta analisis teori diferensiasi belajar didapati bahwa setiap anak mewarisi beragam kemampuan, bakat, minat dan spesifikasi kebutuhan yang berbeda-beda. Sehingga pemahaman guru terhadap definisi anak berkebutuhan khusus sebagai anak yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan secara fisik, mental-intelektual, sosial-emosional yang kerap disebut ABK ‘permanen’ tidak selalu relevan. Hadirnya ruang untuk anak berkebutuhan khusus diterima pada PAUD inklusi ini menunjukkan bahwa anak sedang beradaptasi dalam perkembangan dan proses belajar dengan laju tempo yang tidak selalu sama. Melalui pengamatan dan pemetaan kemampuan individu anak akan menghantarkan pemberian dorongan dan pemenuhan kebutuhan khusus belajarnya yang tepat serta maksimal.
Kata kunci: Anak berkebutuhan khusus; paud; inklusi; diferensiasi.
Institut Agama Islam Negeri Madura
Title: Dilema Guru PAUD Inklusi Terhadap Kompleksitas ABK: Antara Tantangan dan Keniscayaan
Description:
Menjamurnya kuantitas lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dewasa ini tidak lepas dari peranan pemerintah dalam amanat Undang-Undang No.
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
PAUD sebagai wadah pembinaan dan stimulasi pendidikan bagi anak usia dini (usia pra sekolah) bertujuan untuk membentuk karakter maupun kematangan tumbuh kembang jasmani-rohani sehingga anak memiliki kesiapan melanjutkan jenjang yang lebih tinggi.
Diversitas kondisi anak yang tergabung dalam kamar PAUD ini menghadapkan guru ke berbagai realita, kompleksitas, tantangan dan keniscayaan terhadap pemahaman utuh tentang konsep anak berkebutuhan khusus usia dini.
Tulisan ini merupakan penelitian jenis lapangan dengan metode kualitatif dimaksudkan untuk menggali narasi pengalaman dari subjeknya para informan guru PAUD inklusi di kabupaten Barito Kuala.
Menggunakan model Miles & Huberman serta analisis teori diferensiasi belajar didapati bahwa setiap anak mewarisi beragam kemampuan, bakat, minat dan spesifikasi kebutuhan yang berbeda-beda.
Sehingga pemahaman guru terhadap definisi anak berkebutuhan khusus sebagai anak yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan secara fisik, mental-intelektual, sosial-emosional yang kerap disebut ABK ‘permanen’ tidak selalu relevan.
Hadirnya ruang untuk anak berkebutuhan khusus diterima pada PAUD inklusi ini menunjukkan bahwa anak sedang beradaptasi dalam perkembangan dan proses belajar dengan laju tempo yang tidak selalu sama.
Melalui pengamatan dan pemetaan kemampuan individu anak akan menghantarkan pemberian dorongan dan pemenuhan kebutuhan khusus belajarnya yang tepat serta maksimal.
Kata kunci: Anak berkebutuhan khusus; paud; inklusi; diferensiasi.
.
Related Results
PEMBERDAYAAN TUTOR BKB DAN GURU PAUD MELALUI KETERAMPILAN STORYTELLING
PEMBERDAYAAN TUTOR BKB DAN GURU PAUD MELALUI KETERAMPILAN STORYTELLING
<p class="AbstractTitle"><strong>Abstrak</strong></p><p><em>Storytelling adalah sebuah teknik atau kemampuan untuk menceritakan sebuah kisah, pe...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
KETIADAAN PAUD INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: ANTARA TANTANGAN DAN HARAPAN
KETIADAAN PAUD INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: ANTARA TANTANGAN DAN HARAPAN
Ketiadaan layanan pendidikan PAUD bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) menjadi tantangan serius dalam sistem pendidikan Indonesia, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap ...
Pelatihan dan Pengadaan Alat Tulis dan Media Pembelajaran Bagi ABK di TK Al Fasha
Pelatihan dan Pengadaan Alat Tulis dan Media Pembelajaran Bagi ABK di TK Al Fasha
Pendidikan inklusi telah menjadi kebutuhan karena bermunculannya berbagai kasus anak berkebutuhan khusus (ABK) yang semakin banyak. Tetapi, masih belum banyak sekolah dan lembaga p...
Inovasi Manajemen Pembelajaran PAUD untuk Mengoptimalkan Kesiapan Sekolah Anak di RA Humayroh
Inovasi Manajemen Pembelajaran PAUD untuk Mengoptimalkan Kesiapan Sekolah Anak di RA Humayroh
Kualitas pembelajaran PAUD sangat menentukan kesiapan anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar. Namun, dalam praktiknya, lembaga PAUD seperti RA Humayroh masih menghadapi...
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS GURU PAUD DALAM MENULIS CERITA ANAK BERBASIS KARAKTER DI JAKARTA DAN SEKITARNYA
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS GURU PAUD DALAM MENULIS CERITA ANAK BERBASIS KARAKTER DI JAKARTA DAN SEKITARNYA
Berdasarkan hasil penelitian masih banyak permasalahan dalam penyelenggaran pendidikan Anak Usia Dini, salah satu permasalahan yang ada adalah metode yang digunakan dalam menyampai...
Pengaruh Keteladanan Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Etika Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo (Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo)
Pengaruh Keteladanan Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Etika Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo (Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo)
Pendidikan bagi siswa bersumber dari konsep-konsep yang ada dalam ajaran Islam, etika sangat berkaitan dengan diri, orang tua, guru, teman dan masyarakat luas. Tujuan penelitian in...
Penguatan Kompetensi Design Thinking dan Pengendalian Emosi Guru
Penguatan Kompetensi Design Thinking dan Pengendalian Emosi Guru
Hasil observasi menunjukkan salah satu kendala dilapangan adalah bahwa guru-guru di SD inklusi ini menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola kebutuhan si...


