Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

CERMINAN JIWA CHANOYU DALAM PEPATAH ZEN YANG TERRDAPAT PADA KAKEJIKU

View through CrossRef
Chanoyu atau biasa juga disebut dengan Sadou atau Chadou dalam bahasa Indonesia disebut Upacara minum Teh adalah kesenian tradisional Jepang yang sarat akan keindahan dan filosofinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna jiwa Chanoyu yang tercermin dalam pepatah bijak Zen pada Kakejiku. Kaligrafi yang ditulis pada Kakejiku memiliki kandungan makna dari pepatah bijak yang digunakan sebagai sarana untuk memahami jiwa chanoyu (Ocha no kokoro) yang terdiri dari  Wa Kei Sei Jaku yang berarti harmoni, respek, murni, dan tenang.Penelitian kualitatif  ini menggunakan metode Deskriptif analisis. Data yang digunakan adalah  pepatah yang mengandung kata “Matsu” (Pinus) yang terdapat pada buku “Ippuku Haiken: Zen no Kotoba, Ocha no Kokoro” karya Chisaka Shugaku yang diterbitkan oleh Tankosha pada tahun 1990, di Tokyo.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Jiwa Chanoyu “WA” tercermin pada  pepatah厳谷栽松(Gankokusaishou) dan 閑坐聴松風 (Kanzashite Shoufuwo Kiku) mengenai keharmonisan antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan yang ditujukan untuk Sang Pencipta, juga harmoni dengan diri sendiri sebagai bentuk penemuan akan jati diri.Jiwa Chanoyu “KEI” terdapat pada pepatah 閑坐聴松風 (Kanzashite Shoufuwo Kiku),yang digambarkan dengan melakukan segala sesuatu dengan penuh kehati-hatian yang merupakan bentuk dari sebuah penghormatan. 松無古今色 (Matsu ni Kokon No Iro Nashi) yang menggambarkan suatu kedisiplinan dan ketekunan.Jiwa Chanoyu “SEI” terdapat pada pepatah 閑坐聴松風 (Kanzashite Shoufuwo Kiku), yaitu membuang semua pikiran-pikiran yang tidak baik sehingga menjadikan hati bersih sehingga pertemuan Chanoyu menjadi sebuah kenyamanan.Jiwa Chanoyu “JAKU” terdapat pada pepatah 松無古今色 (Matsu ni Kokon No Iro Nashi) menggambarkan suatu keteguhan dan ketekunan. 松樹千年翠 (Shouju Sennenno Midori) menggambarkan suatu ketenangan, konsentrasi yang tinggi dan tidak terganggu oleh suasana apapun. 閑坐聴松風 (Kanzashite Shoufuwo Kiku) menggambarkan suatu ketenangan dan suasana tentram yang dimunculkan melalui kata pinus dan angin. 松老雲自閑 (Matsu Oite Kumo Onozukara Shizuka) menggambarkan suatu yang tenang dan tak terusik.
Title: CERMINAN JIWA CHANOYU DALAM PEPATAH ZEN YANG TERRDAPAT PADA KAKEJIKU
Description:
Chanoyu atau biasa juga disebut dengan Sadou atau Chadou dalam bahasa Indonesia disebut Upacara minum Teh adalah kesenian tradisional Jepang yang sarat akan keindahan dan filosofinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna jiwa Chanoyu yang tercermin dalam pepatah bijak Zen pada Kakejiku.
Kaligrafi yang ditulis pada Kakejiku memiliki kandungan makna dari pepatah bijak yang digunakan sebagai sarana untuk memahami jiwa chanoyu (Ocha no kokoro) yang terdiri dari  Wa Kei Sei Jaku yang berarti harmoni, respek, murni, dan tenang.
Penelitian kualitatif  ini menggunakan metode Deskriptif analisis.
Data yang digunakan adalah  pepatah yang mengandung kata “Matsu” (Pinus) yang terdapat pada buku “Ippuku Haiken: Zen no Kotoba, Ocha no Kokoro” karya Chisaka Shugaku yang diterbitkan oleh Tankosha pada tahun 1990, di Tokyo.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Jiwa Chanoyu “WA” tercermin pada  pepatah厳谷栽松(Gankokusaishou) dan 閑坐聴松風 (Kanzashite Shoufuwo Kiku) mengenai keharmonisan antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan yang ditujukan untuk Sang Pencipta, juga harmoni dengan diri sendiri sebagai bentuk penemuan akan jati diri.
Jiwa Chanoyu “KEI” terdapat pada pepatah 閑坐聴松風 (Kanzashite Shoufuwo Kiku),yang digambarkan dengan melakukan segala sesuatu dengan penuh kehati-hatian yang merupakan bentuk dari sebuah penghormatan.
松無古今色 (Matsu ni Kokon No Iro Nashi) yang menggambarkan suatu kedisiplinan dan ketekunan.
Jiwa Chanoyu “SEI” terdapat pada pepatah 閑坐聴松風 (Kanzashite Shoufuwo Kiku), yaitu membuang semua pikiran-pikiran yang tidak baik sehingga menjadikan hati bersih sehingga pertemuan Chanoyu menjadi sebuah kenyamanan.
Jiwa Chanoyu “JAKU” terdapat pada pepatah 松無古今色 (Matsu ni Kokon No Iro Nashi) menggambarkan suatu keteguhan dan ketekunan.
松樹千年翠 (Shouju Sennenno Midori) menggambarkan suatu ketenangan, konsentrasi yang tinggi dan tidak terganggu oleh suasana apapun.
閑坐聴松風 (Kanzashite Shoufuwo Kiku) menggambarkan suatu ketenangan dan suasana tentram yang dimunculkan melalui kata pinus dan angin.
松老雲自閑 (Matsu Oite Kumo Onozukara Shizuka) menggambarkan suatu yang tenang dan tak terusik.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Miaodao and Miaozong : Women Zen Masters, the Dharma Heirs of Dahui Zonggao in the Song Dynasty
Miaodao and Miaozong : Women Zen Masters, the Dharma Heirs of Dahui Zonggao in the Song Dynasty
Among the official disciples of the Southern Song Dynasty Zen master Dahui Zonggao(1089-1163) of the Chinese Linzi School were two bhikkhunis, Miaodao and Miaozong. Before Miaodao ...
Japon Zen Budizmi’nde Aydınlanma (Satori): Aşkın Bir Deneyimin Somut ve Dünyevi Yansımaları
Japon Zen Budizmi’nde Aydınlanma (Satori): Aşkın Bir Deneyimin Somut ve Dünyevi Yansımaları
Aydınlanma, Japon Budizmi’ndeki adıyla Satori, bütün Budist okulları için ulaşılması gereken nihai hedefi belirten doktrin olarak merkezi öneme sahiptir. Zen Budizmi kendini Sakyam...
Wanita dalam Chanoyu pada Novel “The Life of an Amarous Man” Karya Ihara Saikaku (Kajian Sastra dan Budaya Jepang )
Wanita dalam Chanoyu pada Novel “The Life of an Amarous Man” Karya Ihara Saikaku (Kajian Sastra dan Budaya Jepang )
This study examines the role of women in chanoyu or the Japanese tea ceremony contained in the novel "The Life An Amarous Man" by Ihara Saikaku. This novel tells how the role of wo...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
“RIKYŪ HYAKUSHU” SEBAGAI CERMINAN DARI JIWA CHA NO YU
“RIKYŪ HYAKUSHU” SEBAGAI CERMINAN DARI JIWA CHA NO YU
Dalam cha no yu terdapat istilah WaKeiSeiJaku yakni ajaran yang dicetuskan oleh Sen no Rikyū yang merupakan nilai-nilai kejiwaan yang terdapat dalam Cha no Yu. Ajaran-ajaran terseb...
Zen Skin, Zen Marrow
Zen Skin, Zen Marrow
AbstractThis book provides analyses of the many ways Japanese Zen Buddhism can be interpreted as either a cure‐all for the world's problems as stated by the Traditional Zen Narrati...

Back to Top