Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Produksi Briket dari Karbon Aktif Serbuk Kayu Mahoni melalui Variasi Temperatur Aktivasi untuk Energi Terbarukan

View through CrossRef
Limbah serbuk kayu mahoni (Swietenia mahagoni) memiliki kandungan karbon yang tinggi, tetapi pemanfaatannya sebagai bahan bakar padat bernilai tambah masih terbatas. Selain itu, hubungan antara temperatur aktivasi, struktur karbon, karakteristik proksimat, dan performa pembakaran briket belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur aktivasi terhadap karakteristik karbon aktif berbasis serbuk kayu mahoni dan kualitas briket yang dihasilkan. Serbuk kayu dikarbonisasi, diimpregnasi menggunakan H3PO4 dengan rasio 1:3 (b/v), kemudian diaktivasi selama 2 jam pada temperatur 600, 700, dan 800 °C. Karbon aktif hasil aktivasi dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD), sedangkan briket yang dibuat dari karbon aktif tersebut diuji melalui analisis proksimat, pengukuran nilai kalor, laju pembakaran, dan lama pembakaran. Hasil XRD menunjukkan bahwa seluruh sampel karbon aktif memiliki struktur karbon amorf dengan puncak lebar pada 2θ sekitar 24-26° serta kecenderungan peningkatan keteraturan struktur pada temperatur aktivasi yang lebih tinggi. Peningkatan temperatur aktivasi dari 600 menjadi 800 °C menyebabkan penurunan kadar air briket dari 6,80% menjadi 3,70%, kadar zat terbang dari 25,80% menjadi 17,40%, dan laju pembakaran dari 0,113 menjadi 0,093 g/menit. Sebaliknya, peningkatan temperatur aktivasi menyebabkan kenaikan kadar abu dari 5,10% menjadi 10,20%, karbon terikat dari 62,30% menjadi 68,70%, nilai kalor dari 4.253 menjadi 4.768 kal/g, dan lama pembakaran dari 41,8 menjadi 54,9 menit. Dengan demikian, temperatur aktivasi 800 °C menghasilkan kinerja pembakaran terbaik, yaitu nilai kalor dan karbon terikat tertinggi, laju pembakaran terendah, serta durasi terpanjang, meskipun kadar abu meningkat.
Title: Produksi Briket dari Karbon Aktif Serbuk Kayu Mahoni melalui Variasi Temperatur Aktivasi untuk Energi Terbarukan
Description:
Limbah serbuk kayu mahoni (Swietenia mahagoni) memiliki kandungan karbon yang tinggi, tetapi pemanfaatannya sebagai bahan bakar padat bernilai tambah masih terbatas.
Selain itu, hubungan antara temperatur aktivasi, struktur karbon, karakteristik proksimat, dan performa pembakaran briket belum banyak dikaji secara komprehensif.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur aktivasi terhadap karakteristik karbon aktif berbasis serbuk kayu mahoni dan kualitas briket yang dihasilkan.
Serbuk kayu dikarbonisasi, diimpregnasi menggunakan H3PO4 dengan rasio 1:3 (b/v), kemudian diaktivasi selama 2 jam pada temperatur 600, 700, dan 800 °C.
Karbon aktif hasil aktivasi dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD), sedangkan briket yang dibuat dari karbon aktif tersebut diuji melalui analisis proksimat, pengukuran nilai kalor, laju pembakaran, dan lama pembakaran.
Hasil XRD menunjukkan bahwa seluruh sampel karbon aktif memiliki struktur karbon amorf dengan puncak lebar pada 2θ sekitar 24-26° serta kecenderungan peningkatan keteraturan struktur pada temperatur aktivasi yang lebih tinggi.
Peningkatan temperatur aktivasi dari 600 menjadi 800 °C menyebabkan penurunan kadar air briket dari 6,80% menjadi 3,70%, kadar zat terbang dari 25,80% menjadi 17,40%, dan laju pembakaran dari 0,113 menjadi 0,093 g/menit.
Sebaliknya, peningkatan temperatur aktivasi menyebabkan kenaikan kadar abu dari 5,10% menjadi 10,20%, karbon terikat dari 62,30% menjadi 68,70%, nilai kalor dari 4.
253 menjadi 4.
768 kal/g, dan lama pembakaran dari 41,8 menjadi 54,9 menit.
Dengan demikian, temperatur aktivasi 800 °C menghasilkan kinerja pembakaran terbaik, yaitu nilai kalor dan karbon terikat tertinggi, laju pembakaran terendah, serta durasi terpanjang, meskipun kadar abu meningkat.

Related Results

KUALITAS BRIKET ARANG DARI CAMPURAN ARANG KAYU KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) DAN ARANG KAYU ALABAN (Vitex pubescens Vahl)
KUALITAS BRIKET ARANG DARI CAMPURAN ARANG KAYU KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) DAN ARANG KAYU ALABAN (Vitex pubescens Vahl)
This research aims to determine the characteristics of charcoal briquettes made from a mixture of rubber wood charcoal and alaban wood charcoal including water content, density, as...
Pelatihan Penggunaan Mesin Pencetak Briket Serbuk Kayu pada Kelompok Karang Taruna Desa Pakemitan, Kec. Cikatomas, Kab. Tasikmalaya
Pelatihan Penggunaan Mesin Pencetak Briket Serbuk Kayu pada Kelompok Karang Taruna Desa Pakemitan, Kec. Cikatomas, Kab. Tasikmalaya
Desa Pakemitan, Kec. Cikatomas memiliki 54 pengrajin gula kelapa yang tergabung dalam 8 kelompok usaha skala mikro dan kecil (UMK). Sebagian pengrajin mengolah nira kelapa menjadi ...
Karakteristik Briket Arang Cangkang Biji Karet dengan Campuran Serbuk Kulit Kayu Manis
Karakteristik Briket Arang Cangkang Biji Karet dengan Campuran Serbuk Kulit Kayu Manis
ABSTRACT Indonesia is an agrarian country with very large agricultural products. In addition, agricultural by-products are also produced that are largely unutilized, such as rubber...
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
Tanaman hutan tropis seperti gempol, sonokeling, mahoni, trembesi dan duren tumbuh subur. Selama ini pemanfaatan kayu hutan tersebut hanya digunakan untuk bahan mebelair serta kons...
PRODUKSI KARBON AKTIF DARI BUAH MANGROVE MENGGUNAKAN AKTIVATOR KALIUM HIDROKSIDA
PRODUKSI KARBON AKTIF DARI BUAH MANGROVE MENGGUNAKAN AKTIVATOR KALIUM HIDROKSIDA
Konsumsi karbon aktif di Indonesia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya penggunaan karbon aktif dalam bidang industri. Mangrove atau yang sering dikenal sebagai pohon baka...
Produksi Crude Selulase dari Limbah Kayu Mahoni Menggunakan Phanerochaete chrysosporium
Produksi Crude Selulase dari Limbah Kayu Mahoni Menggunakan Phanerochaete chrysosporium
Limbah kayu mahoni dapat dikategorikan sebagai limbah lignoselulosa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biofuel, seperti bioetanol. Selulosa pada limbah kayu mahon...
Karakteristik Sifat Fisis Biobriket Limbah Tongkol Jagung dan Serbuk Kayu
Karakteristik Sifat Fisis Biobriket Limbah Tongkol Jagung dan Serbuk Kayu
Penelitian ini menggunakan bahan baku limbah tongkol jagung dan serbuk kayu.  Limbah tongkol jagung dan serbuk kayu jumlahnya cukup banyak sehingga mendukung dalam ketersediaan bah...

Back to Top