Javascript must be enabled to continue!
TINGKAT ASEPTABILITAS KECAP CUMI (Loligo sp) BERFLAVOR ALAMI DENGAN PENANGANAN AWAL ATUNG (Parinarium glaberimum Hassk)
View through CrossRef
Kecap merupakan produk yang disenangi semua kalangan terutama kaum milenial gen Z. Kenyataannya kecap yang beredar luas di pasaran, masih minim bersumber dari bahan baku hasil perikanan dan belum adanya variasi rasa serta flavor tambahan. Cumi merupakan hasil perikanan yang jumlahnya berlimpah pada musimnya, berharga murah serta masih rendah usaha diversifikasi olahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penerimaan dari kecap cumi berflavor alami tambahan dari daun jeruk purut dan daun pandan serta kombinasinya. Perlakuan flavor yang dicobakan terdiri dari 4 jenis yaitu original, daun jeruk purut, daun lemon dan kombinasinya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat penampilan dan penerimaan kecap cumi berflavor alami dari daging cumi dengan penanganan awal menggunakan larutan atung (Parinarium glaberimum, Hassk). Flavor yang dijadikan perlakuan adalah: original (A1), daun pandan (A2), daun jeruk purut (A3) dan daun pandan + daun jeruk purut (A4). Metode penelitian adalah menggunakan uji organoleptik metode penerimaan secara mutu hedonik yang menyangkut warna, rasa dan aroma. Analisa data dengan menggunakan Uji Friedman dan Uji Perbandingan Berganda. Dari hasil penelitian menunjukkan nilai penerimaan dari perlakuan original, daun jeruk purut, daun pandan dan kombinasinya masing-masing warna, rasa dan aroma menunjukkan nilai sebagai berikut: Nilai rasa dan aroma (penampilan) serta nila warna, perbandingan dan perbedaan (penerimaan) yang terbaik adalah pada perlakuan pandan+purut yang terurut: 7,3 (sangat enak); 7,0 (harum); 6,9 (coklat); 3,0 dan 4,25. Menunjukkan bahwa perlakuan flavor sangat berpengaruh terhadap nilai warna, rasa dan aroma dari kecap cumi. Dengan berpatokan nilai perbandingan dan perbedaan pada 3,0; maka kecap cumi dengan perlakuan daun pandan + daun jeruk purut mempunyai nilai aseptabilitas yang lebih tinggi akibatnya dapat dipasarkan lebih lanjut.
Keywords: Daun lemon purut, daun pandan, flavor,kecap cumi organoleptic
Title: TINGKAT ASEPTABILITAS KECAP CUMI (Loligo sp) BERFLAVOR ALAMI DENGAN PENANGANAN AWAL ATUNG (Parinarium glaberimum Hassk)
Description:
Kecap merupakan produk yang disenangi semua kalangan terutama kaum milenial gen Z.
Kenyataannya kecap yang beredar luas di pasaran, masih minim bersumber dari bahan baku hasil perikanan dan belum adanya variasi rasa serta flavor tambahan.
Cumi merupakan hasil perikanan yang jumlahnya berlimpah pada musimnya, berharga murah serta masih rendah usaha diversifikasi olahannya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penerimaan dari kecap cumi berflavor alami tambahan dari daun jeruk purut dan daun pandan serta kombinasinya.
Perlakuan flavor yang dicobakan terdiri dari 4 jenis yaitu original, daun jeruk purut, daun lemon dan kombinasinya.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat penampilan dan penerimaan kecap cumi berflavor alami dari daging cumi dengan penanganan awal menggunakan larutan atung (Parinarium glaberimum, Hassk).
Flavor yang dijadikan perlakuan adalah: original (A1), daun pandan (A2), daun jeruk purut (A3) dan daun pandan + daun jeruk purut (A4).
Metode penelitian adalah menggunakan uji organoleptik metode penerimaan secara mutu hedonik yang menyangkut warna, rasa dan aroma.
Analisa data dengan menggunakan Uji Friedman dan Uji Perbandingan Berganda.
Dari hasil penelitian menunjukkan nilai penerimaan dari perlakuan original, daun jeruk purut, daun pandan dan kombinasinya masing-masing warna, rasa dan aroma menunjukkan nilai sebagai berikut: Nilai rasa dan aroma (penampilan) serta nila warna, perbandingan dan perbedaan (penerimaan) yang terbaik adalah pada perlakuan pandan+purut yang terurut: 7,3 (sangat enak); 7,0 (harum); 6,9 (coklat); 3,0 dan 4,25.
Menunjukkan bahwa perlakuan flavor sangat berpengaruh terhadap nilai warna, rasa dan aroma dari kecap cumi.
Dengan berpatokan nilai perbandingan dan perbedaan pada 3,0; maka kecap cumi dengan perlakuan daun pandan + daun jeruk purut mempunyai nilai aseptabilitas yang lebih tinggi akibatnya dapat dipasarkan lebih lanjut.
Keywords: Daun lemon purut, daun pandan, flavor,kecap cumi organoleptic.
Related Results
Efektivitas Larutan Atung (Parinarium glaberimum, Hassk) Terhadap Kualitas Loin Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares)
Efektivitas Larutan Atung (Parinarium glaberimum, Hassk) Terhadap Kualitas Loin Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas larutan atung (Parinarium glaberimum, Hassk) terhadap kualitas tuna (Thunnus albacares) loin. Konsentrasi larutan atung 1...
APLICATION OF ATUNG (Parinarium glaberimum, HASSK) IN HANDLING OF FRESH PELAGIC FISH
APLICATION OF ATUNG (Parinarium glaberimum, HASSK) IN HANDLING OF FRESH PELAGIC FISH
Atung plant (Parinarium glaberimum, HASSK) is endemic in Mollucas. Fruit of Atung have been used for hundred of years by the local fishermen when they go fishing. Efforts to preser...
Uji efek antibakteri tinta cumi-cumi (Loligo sp.) terhadap bakteri saluran akar gigi
Uji efek antibakteri tinta cumi-cumi (Loligo sp.) terhadap bakteri saluran akar gigi
Nekrosis pulpa merupakan kematian pulpa, dapat sebagian atau seluruhnya, yang disebabkan oleh proses lanjutan dari radang pulpa ataupun akibat trauma. Salah satu penanganan nekrosi...
STRATEGI PENGEMBANGAN PERIKANAN CUMI DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP
STRATEGI PENGEMBANGAN PERIKANAN CUMI DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP
Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPS) adalah Pelabuhan yang dikenal memiliki potensi sumberdaya ikan melimpah. Hasil tangkapan cumi di PPS Cilacap merupakan jenis cumi-cumi y...
The sensory profile of Lutjanus sp and Cephalopholis sp kept in Atung Parinarium glaberimum Hassk powder, ice and its combination
The sensory profile of Lutjanus sp and Cephalopholis sp kept in Atung Parinarium glaberimum Hassk powder, ice and its combination
Abstract
Nowadays bioactive compound from plant are used to support pharmacological industry, while in food industry it is encouraged as preservatives, either as ant...
PENGARUH LAMA WAKTU PENGGARAMAN YANG BERBEDA TERHADAP KADAR LEMAK DAN PROFIL ASAM LEMAK CUMI-CUMI (Loligo feakii)
PENGARUH LAMA WAKTU PENGGARAMAN YANG BERBEDA TERHADAP KADAR LEMAK DAN PROFIL ASAM LEMAK CUMI-CUMI (Loligo feakii)
Cumi-cumi adalah binatang yang mempunyai tubuh lunak dan berbentuk silindris sedangkan siripnya berbentuk trianguler. Pada bagian kepala dekat mulut terdapat 10 tentakel serta dile...
PENERAPAN TEKNOLOGI ATRACTOR CUMI KEPADA KELOMPOK NELAYAN : UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERAIRAN DI TELUK MANADO
PENERAPAN TEKNOLOGI ATRACTOR CUMI KEPADA KELOMPOK NELAYAN : UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERAIRAN DI TELUK MANADO
Cumi-cumi merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang bernilai ekonomis tinggi. Ketersediaan (supply) telur cumi di perairan sangat berhubungan dengan produktivitas ...
The Effectiveness Test Atung Methanol Extract (Parinarium Glaberimum Hassk) as a Fly Repellent for Salted Skipjack Tuna
The Effectiveness Test Atung Methanol Extract (Parinarium Glaberimum Hassk) as a Fly Repellent for Salted Skipjack Tuna
House flies (Musca domestica) and green flies (Calliphora vomitoria) are members of the Muscidae family which are commonly found in residential areas in Indonesia. The habit of hou...

