Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas III Di Sekolah Dasar Negeri Pandean Lamper 01 Semarang
View through CrossRef
Creative thinking is an ability that students must have, through creative thinking can gain broad insight. Creativity is part of the main aspects of students. The teacher becomes a source for students to process and find potential and talents in their fields. There is a provision of readiness for creative thinking to be able to competen in the future. This study aims to find out whether SDN Pandean Lamper 01 Semarang has implemented learning with aspects of creative thinking, and also describes the ability to think creatively in class IIIB using 3 student subjects. Selection of subjects based on high, medium, and low levels. This research method uses a qualitative description with observations according to indicators of creative thinking, namely fluency, flexibility, elaboration, and originality as well as interviews with class IIIB teachers. The research results obtained the level of creative ability as well as three indicators, namely fluency, flexibility, and elaboration. Categorized as moderately creative with moderate initial ability includes twu indicators, namely fluency and originality. Categorized as not creative for low initial ability does not include four indicator. Class IIIB teachers at SDN Pandean Lamper 01 Semarang have implemented character education with aspects of creative thinking in thematic learning.
Berpikir kreatif merupakan kemampuan yang harus dimiliki peserta didik, melalui berpikir kreatif dapat memperoleh wawasan yang luas. Kreativitas bagian dari aspek penting yang dimiliki peserta didik. Guru menjadi sumber untuk peserta didik mengolah dan menemukan potensi dan bakat di bidanya. Adanya bekal kesiapan sikap berpikir kreatif mampu bersaing untuk masa depan nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui SDN Pandean Lamper 01 Semarang sudah menerapkan pembelajaran dengan aspek berpikir kreatif, juga mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif di kelas IIIB dengan menggunakan 3 subjek peserta didik. Pemilihan subjek berdasarkan tingkat tinggi, sedang, dan rendah. Metode penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif dengan pengamatan sesuai indikator berpikir kreatif yaitu kelancaran berpikir (fleuency), kelenturan (flexibility), elaborasi dan keaslian (originality) juga wawancara dengan guru kelas IIIB. Hasil penelitian ini diperoleh tingkat berpikir kreatif dengan kemampuan kreatif dikategorikan kemampuan awal tinggi mencakup tiga indikator yaitu fleuency, flexibility dan elaborasi. Dikategorikan cukup kreatif dengan kemampuan awal sedang mencakup dua indikator yaitu fleuency dan keaslian. Dikategorikan belum kreatif untuk kemampuan awal rendah tidak mencakup empat indikator. Guru kelas IIIB di SDN Pandean Lamper 01 Semarang sudah menerapkan pendidikan karakter dengan aspek berpikir kreatif di pembelajaran tematik.
Universitas Ngudi Waluyo
Title: Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas III Di Sekolah Dasar Negeri Pandean Lamper 01 Semarang
Description:
Creative thinking is an ability that students must have, through creative thinking can gain broad insight.
Creativity is part of the main aspects of students.
The teacher becomes a source for students to process and find potential and talents in their fields.
There is a provision of readiness for creative thinking to be able to competen in the future.
This study aims to find out whether SDN Pandean Lamper 01 Semarang has implemented learning with aspects of creative thinking, and also describes the ability to think creatively in class IIIB using 3 student subjects.
Selection of subjects based on high, medium, and low levels.
This research method uses a qualitative description with observations according to indicators of creative thinking, namely fluency, flexibility, elaboration, and originality as well as interviews with class IIIB teachers.
The research results obtained the level of creative ability as well as three indicators, namely fluency, flexibility, and elaboration.
Categorized as moderately creative with moderate initial ability includes twu indicators, namely fluency and originality.
Categorized as not creative for low initial ability does not include four indicator.
Class IIIB teachers at SDN Pandean Lamper 01 Semarang have implemented character education with aspects of creative thinking in thematic learning.
Berpikir kreatif merupakan kemampuan yang harus dimiliki peserta didik, melalui berpikir kreatif dapat memperoleh wawasan yang luas.
Kreativitas bagian dari aspek penting yang dimiliki peserta didik.
Guru menjadi sumber untuk peserta didik mengolah dan menemukan potensi dan bakat di bidanya.
Adanya bekal kesiapan sikap berpikir kreatif mampu bersaing untuk masa depan nantinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui SDN Pandean Lamper 01 Semarang sudah menerapkan pembelajaran dengan aspek berpikir kreatif, juga mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif di kelas IIIB dengan menggunakan 3 subjek peserta didik.
Pemilihan subjek berdasarkan tingkat tinggi, sedang, dan rendah.
Metode penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif dengan pengamatan sesuai indikator berpikir kreatif yaitu kelancaran berpikir (fleuency), kelenturan (flexibility), elaborasi dan keaslian (originality) juga wawancara dengan guru kelas IIIB.
Hasil penelitian ini diperoleh tingkat berpikir kreatif dengan kemampuan kreatif dikategorikan kemampuan awal tinggi mencakup tiga indikator yaitu fleuency, flexibility dan elaborasi.
Dikategorikan cukup kreatif dengan kemampuan awal sedang mencakup dua indikator yaitu fleuency dan keaslian.
Dikategorikan belum kreatif untuk kemampuan awal rendah tidak mencakup empat indikator.
Guru kelas IIIB di SDN Pandean Lamper 01 Semarang sudah menerapkan pendidikan karakter dengan aspek berpikir kreatif di pembelajaran tematik.
.
Related Results
Peningkatan Pemahaman Stunting pada Masa Pandemi di Kelurahan Pandean Lamper
Peningkatan Pemahaman Stunting pada Masa Pandemi di Kelurahan Pandean Lamper
Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Semarang yang berjumlah 12 RW dan 105 RT, merupakan wilayah dengan penduduk kurang lebih 1.653.035 jiwa, sebagian besar bekerja sebag...
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Materi Logaritma
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Materi Logaritma
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi logaritma dan metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik penga...
MENINGKATKAN SIKAP PERCAYA DIRI SISWA DALAM TEMA 7 KEBERSAMAAN MELALUI MODEL DISCOVERYLEARNING DI KELAS 2 SDN PANDEAN LAMPER 02
MENINGKATKAN SIKAP PERCAYA DIRI SISWA DALAM TEMA 7 KEBERSAMAAN MELALUI MODEL DISCOVERYLEARNING DI KELAS 2 SDN PANDEAN LAMPER 02
Abstract: The background that drives this research is that students' self-confidence is still low, learning is still on the teacher's side. The purpose of this research is to incre...
Strategi Pemanfaatan Kearifan Lokal dalam Pengembangan Desa Wisata Pandean Kabupaten Trenggalek
Strategi Pemanfaatan Kearifan Lokal dalam Pengembangan Desa Wisata Pandean Kabupaten Trenggalek
The term tourist village is closely related to Pandean. The reason is, this area is quite an attraction for local tourists. This research aims to identify strategies for utilizing ...
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH OPEN ENDED MENGGUNAKAN MODEL JUCAMA
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH OPEN ENDED MENGGUNAKAN MODEL JUCAMA
Perkembangan teknologi dan informasi pada saat ini tidak dapat dipungkiri merupakan buah dari kemampuan berpikir kreatif individu. Kemampuan berpikir kreatif individu didorong kein...
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Lingsar Ditinjau dari Karakteristik Cara Berpikir
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Lingsar Ditinjau dari Karakteristik Cara Berpikir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari karakteristik cara berpikir siswa kelas VIII SMPN 1 Lingsar. Jenis penelitian ini ...
Implementasi Model BAHIMAT Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Bertanya di Sekolah Dasar
Implementasi Model BAHIMAT Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Bertanya di Sekolah Dasar
Rendahnya kemampuan berpikir kritis dan bertanya pada siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia disebabkan oleh pembelajaran yang masih terpusat pada guru, kurang bervariasi, dan b...
ANALISIS NILAI INDEKS KEANDALAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI UDARA 20 KV PADA PENYULANG PANDEAN LAMPER 1,5,8,9,10 DI GI PANDEAN LAMPER
ANALISIS NILAI INDEKS KEANDALAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI UDARA 20 KV PADA PENYULANG PANDEAN LAMPER 1,5,8,9,10 DI GI PANDEAN LAMPER
Nur Indah Arifani, Heru Winarno, in this paper explain that interruption of electricity supply for customers is very disturbing activity. Interruption/outage that occurred in the d...

