Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Dampak Objek Wisata Rumah Apung terhadap Pendapatan Taksi Perahu di Danau Tempe Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan

View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak objek wisata rumah apung terhadap pendapatan taksi perahu di danau tempe kabupaten wajo provinsi sulawesi selatan. Penelitian ini menggunakan metode dengan metode wawancara (berupa kata-kata, gambar atau perilaku), dan tidak dituangkan dalam bentuk bilangan atau angka statistik, melainkan dengan memberikan paparan atau penggambaran mengenai situasi atau kondisi yang diteliti dalam bentuk uraian naratif. Responden dalam penelitian ini yaitu supir taksi perahu yang ada di Danau Tempe, Kecematan Tempe, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner yang telah diperisapkan terlebih dahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan pendapatan taksi perahu terhadap objek wisata rumah apung di Danau Tempe mencapai Rp. 200.000 - Rp. 300.000 perbulan. Jumlah tarif taksi perahu yang diberikan kepada wisatawan berkisar Rp. 10.000 perorang dengan jumlah penumpang maksimal 5 - 7 orang per perahu. Para penyedia layanan taksi perahu menyediakan fasilitas berupa pelampung, kursi turis, dan juru bahasa bagi wisatawan yang berasal negera asing. Jumlah pendapatan taksi perahu dapat berubah pada waktu tertentu terutama pada saat banjir dan kenaikan tarif BBM..Dengan demikian hasil penelitian ini membutikan bahwa layanan taksi perahu layak untuk dijalankan dan menguntungkan.      
Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Title: Dampak Objek Wisata Rumah Apung terhadap Pendapatan Taksi Perahu di Danau Tempe Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak objek wisata rumah apung terhadap pendapatan taksi perahu di danau tempe kabupaten wajo provinsi sulawesi selatan.
Penelitian ini menggunakan metode dengan metode wawancara (berupa kata-kata, gambar atau perilaku), dan tidak dituangkan dalam bentuk bilangan atau angka statistik, melainkan dengan memberikan paparan atau penggambaran mengenai situasi atau kondisi yang diteliti dalam bentuk uraian naratif.
Responden dalam penelitian ini yaitu supir taksi perahu yang ada di Danau Tempe, Kecematan Tempe, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner yang telah diperisapkan terlebih dahulu.
Hasil penelitian ini menunjukkan pendapatan taksi perahu terhadap objek wisata rumah apung di Danau Tempe mencapai Rp.
200.
000 - Rp.
300.
000 perbulan.
Jumlah tarif taksi perahu yang diberikan kepada wisatawan berkisar Rp.
10.
000 perorang dengan jumlah penumpang maksimal 5 - 7 orang per perahu.
Para penyedia layanan taksi perahu menyediakan fasilitas berupa pelampung, kursi turis, dan juru bahasa bagi wisatawan yang berasal negera asing.
Jumlah pendapatan taksi perahu dapat berubah pada waktu tertentu terutama pada saat banjir dan kenaikan tarif BBM.
Dengan demikian hasil penelitian ini membutikan bahwa layanan taksi perahu layak untuk dijalankan dan menguntungkan.
     .

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERKEMBANGAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
PERKEMBANGAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Penelitian ini membahas tentang perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini untuk melihat perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota s...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN BAYANG SANI DI KECAMATAN BAYANG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN BAYANG SANI DI KECAMATAN BAYANG
ABSTRAKSebuah objek wisata akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menyediakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah apabila objek wisata tersebut ramai dik...
Pengaruh Koordinasi Terhadap Pengambilan Keputusan Pada Kantor Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo
Pengaruh Koordinasi Terhadap Pengambilan Keputusan Pada Kantor Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo
This research aims (1) to analyze how well employees coordinate at the Tempe District Office, Wajo Regency; (2) To analyze how well employees make decisions at the Tempe District O...
Kombinasi QFD Dan Nigel Cross untuk Perancangan Halal Tourism di Danau Toba
Kombinasi QFD Dan Nigel Cross untuk Perancangan Halal Tourism di Danau Toba
Kabupaten Simalungun merupakan salah satu kabupaten terbesar di Sumatera Utara yang memiliki pemasukan daerah berupa sektor pariwisata danau toba. Sebelum pandemi covid19, Kabupate...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DANAU BUATAN KUALO MUDO BENGKALIS RIAU
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DANAU BUATAN KUALO MUDO BENGKALIS RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan objek wisata danau buatan Kualo Mudo Bengkalis Riau. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif den...
Peran Pemerintah Desa Bukit Batu Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
Peran Pemerintah Desa Bukit Batu Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
Pelanggaran ketentraman dan ketertiban umum masih sering terjadi dan belum dapat ditangani Pengembangan Desa wisata di Desa kerap belum berjalan dengan baik oleh pemerintah Desa di...

Back to Top