Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SKRINING FITOKIMIA DAN PENETAPAN KADAR KURKUMINOID EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL.)

View through CrossRef
Kunyit merupakan tanaman biofarmaka yang termasuk dalam famili Zingiberaceae. Selain sebagai bahan baku obat, kunyit juga digunakan sebagai pewarna kuning alami dan juga digunakan sebagai bumbu dapur. Kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada kunyit antara lain seperti alkaloid, flavonoid, antrakuinon, glikosida jantung, kumarin, saponin, tanin, polifenol dan minyak atsiri. Senyawa polifenol dan pemberi warna kuning pada kunyit serta temulawak adalah kurkumin. Kurkumin memiliki aktivitas fakmakologi yang berefek dan bervariasi seperti (antiinfalamsi, antioksidan, antivirus, antimalaria dan lain-lain). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan kadar kurkuminoid pada ekstrak rimpang kunyit dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan persamaan regresi linear. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif observasional dengan cara pengamatan langsung. Proses ekstraksi rimpang kunyit menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode soxhletasi. Ekstrak yang didapat diuji kualitatif dan kuantitatif. Hasil uji kualitatif menunjukkan ekstrak rimpang kunyit positif mengandung senyawa kurkuminoid, alkaloid, flavonoid dan tanin. Pada uji kuantitatif didapatkan panjang gelombang maksimum 435 nm. Kurva baku kurkumin adalah y = 0,0039x + 0,1918 dengan nilai R² = 0,987. Kadar kurkumin yang didapat pada replikasi I, II dan III didapatkan berturut-turut sebesar 2,41%, 2,73% dan 1,88%.
Title: SKRINING FITOKIMIA DAN PENETAPAN KADAR KURKUMINOID EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL.)
Description:
Kunyit merupakan tanaman biofarmaka yang termasuk dalam famili Zingiberaceae.
Selain sebagai bahan baku obat, kunyit juga digunakan sebagai pewarna kuning alami dan juga digunakan sebagai bumbu dapur.
Kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada kunyit antara lain seperti alkaloid, flavonoid, antrakuinon, glikosida jantung, kumarin, saponin, tanin, polifenol dan minyak atsiri.
Senyawa polifenol dan pemberi warna kuning pada kunyit serta temulawak adalah kurkumin.
Kurkumin memiliki aktivitas fakmakologi yang berefek dan bervariasi seperti (antiinfalamsi, antioksidan, antivirus, antimalaria dan lain-lain).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan kadar kurkuminoid pada ekstrak rimpang kunyit dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan persamaan regresi linear.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif observasional dengan cara pengamatan langsung.
Proses ekstraksi rimpang kunyit menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode soxhletasi.
Ekstrak yang didapat diuji kualitatif dan kuantitatif.
Hasil uji kualitatif menunjukkan ekstrak rimpang kunyit positif mengandung senyawa kurkuminoid, alkaloid, flavonoid dan tanin.
Pada uji kuantitatif didapatkan panjang gelombang maksimum 435 nm.
Kurva baku kurkumin adalah y = 0,0039x + 0,1918 dengan nilai R² = 0,987.
Kadar kurkumin yang didapat pada replikasi I, II dan III didapatkan berturut-turut sebesar 2,41%, 2,73% dan 1,88%.

Related Results

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa
ABSTRAK Kunyit (Curcuma longa L.) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae. Senyawa aktif yang terkandung dalam rimpang kunyit (Curc...
Efek Sinergis Kombinasi Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Ampisilin terhadap Escherichia coli secara in vitro
Efek Sinergis Kombinasi Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Ampisilin terhadap Escherichia coli secara in vitro
Escherichia coli (E.coli) pada kondisi tertentu dapat diobati dengan ampisilin. Namun ampisilin saat ini mulai ditinggalkan karena tingginya kasus E.coli yang resisten ampisilin. S...
Pengaruh Suhu Terhadap Kadar Air Dan Aktivitas Air Dalam Bahan Pada Kunyit (Curcuma Longa) Dengan Alat Pengering Electrical Oven
Pengaruh Suhu Terhadap Kadar Air Dan Aktivitas Air Dalam Bahan Pada Kunyit (Curcuma Longa) Dengan Alat Pengering Electrical Oven
Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (parenial). Kandungan air yang cukup tinggi membuat kunyit harus diolah sebelum disimpan dalam jangka waktu yang lam...
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam tanaman herbal berkhasiat obat. Salah satu jenis tanaman obat yang sering digunakan untuk pengobatan adalah rimpang kunyit. ...
Pemanfaatan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val) Dalam Upaya Mempertahankan Mutu Ikan Layang (Decapterus sp)
Pemanfaatan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val) Dalam Upaya Mempertahankan Mutu Ikan Layang (Decapterus sp)
Kunyit mengandung kurkumin dan minyak atsiri yang telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kunyit (Curcuma dome...

Back to Top