Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SYAIR BRAMA SAHDAN: KAJIAN SEMOTIK RIFFATERRE (BRAMA SAHDAN'S POETRY: RIFFATERRE'S SEMIOTIC STUDY)

View through CrossRef
 AbstractBrama Sahdan's Poetry: Riffaterre's Semiotic Study. Brama Sahdan's poetry is poetry in the collection of the Lambung Mangkurat Museum, which is important to study, considering the need for more knowledge about the meanings contained in the text of Brama Sahdan's poetry. However, through Riffaterre's semiotic approach, the meaning of the symbols contained in the text can be known. Based on this background, this research aims to identify (1) the meaning contained in Syair Brama Sahdan based on heuristic and hermeneutic readings; (2) the matrix, models, and variants in Brama Sahdan's poetry. The method used in this study is a descriptive research method with a qualitative approach, where the type of research is classical written literature with a semiotic approach to Riffaterre's theory. The results of the study show that the meaning contained in Syair Brama Sahdan implies that a king is a person who has the characteristics: power, supernatural powers, warriors (never give up), and wisdom; women are interpreted as valuable figures that must be fought for even though through war; war is interpreted as an activity to gain power but still pay attention to the prevailing customary rules; and customs in royal marriages which are interpreted as mandatory rituals carried out in welcoming the joining of the two new kingdoms. The matrix in Brama Sahdan's poetry is a description of the life journey of a great king. This poetry matrix is transformed into the Brama Sahdan model. The model is then converted into six variants in the poem's verses.Keywords: poetry, semiotic, riffaterreAbstrakSyair Brama Sahdan: Kajian Semiotik Riffaterre. Syair Brama Sahdan merupakan syair koleksi Museum Lambung Mangkurat yang penting untuk dikaji mengingat masih minimnya pengetahuan mengenai makna-makna yang terdapat dalam naskah Syair Brama Sahdan. Melalui pendekatan semiotik Riffaterre, dapat diketahui makna dari simbol-simbol yang terdapat dalam naskah. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi (1) makna yang terdapat dalam Syair Brama Sahdan berdasarkan pembacaan heuristik dan hermeneutik; (2) matriks, model, dan varian dalam syair Brama Sahdan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deksriptif dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah sastra tulis klasik dengan pendekatan semiotika teori Riffaterre. Berdasarkan pembacaan heuristik dan hermeneutik, hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang terdapat dalam Syair Brama Sahdan mengandung makna bahwa raja sebagai orang yang memiliki sifat kekuasaan, kesaktian, keprajuritan (pantang menyerah), dan kebijaksanaan; perempuan dimaknai sebagai sosok berharga yang harus diperjuangkan meskipun melalui peperangan; perang dimaknai sebagai suatu aktivitas untuk mendapatkan kekuasaan namun tetap memperhatikan aturan adat istiadat yang berlaku; dan adat istiadat dalam pernikahan raja yang dimaknai sebagai ritual wajib yang dilaksanakan dalam menyambut bergabungnya dua kerajaan baru. Matriks dalam syair Brama Sahdan merupakan gambaran perjalanan hidup seorang raja besar. Matriks syair ini ditransformasikan menjadi model Brama Sahdan. Model tersebut kemudian ditransformasikan menjadi enam varian yang terdapat dalam bait-bait syair.Kata Kunci: syair, semiotik, riffaterre
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: SYAIR BRAMA SAHDAN: KAJIAN SEMOTIK RIFFATERRE (BRAMA SAHDAN'S POETRY: RIFFATERRE'S SEMIOTIC STUDY)
Description:
 AbstractBrama Sahdan's Poetry: Riffaterre's Semiotic Study.
Brama Sahdan's poetry is poetry in the collection of the Lambung Mangkurat Museum, which is important to study, considering the need for more knowledge about the meanings contained in the text of Brama Sahdan's poetry.
However, through Riffaterre's semiotic approach, the meaning of the symbols contained in the text can be known.
Based on this background, this research aims to identify (1) the meaning contained in Syair Brama Sahdan based on heuristic and hermeneutic readings; (2) the matrix, models, and variants in Brama Sahdan's poetry.
The method used in this study is a descriptive research method with a qualitative approach, where the type of research is classical written literature with a semiotic approach to Riffaterre's theory.
The results of the study show that the meaning contained in Syair Brama Sahdan implies that a king is a person who has the characteristics: power, supernatural powers, warriors (never give up), and wisdom; women are interpreted as valuable figures that must be fought for even though through war; war is interpreted as an activity to gain power but still pay attention to the prevailing customary rules; and customs in royal marriages which are interpreted as mandatory rituals carried out in welcoming the joining of the two new kingdoms.
The matrix in Brama Sahdan's poetry is a description of the life journey of a great king.
This poetry matrix is transformed into the Brama Sahdan model.
The model is then converted into six variants in the poem's verses.
Keywords: poetry, semiotic, riffaterreAbstrakSyair Brama Sahdan: Kajian Semiotik Riffaterre.
Syair Brama Sahdan merupakan syair koleksi Museum Lambung Mangkurat yang penting untuk dikaji mengingat masih minimnya pengetahuan mengenai makna-makna yang terdapat dalam naskah Syair Brama Sahdan.
Melalui pendekatan semiotik Riffaterre, dapat diketahui makna dari simbol-simbol yang terdapat dalam naskah.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi (1) makna yang terdapat dalam Syair Brama Sahdan berdasarkan pembacaan heuristik dan hermeneutik; (2) matriks, model, dan varian dalam syair Brama Sahdan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deksriptif dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah sastra tulis klasik dengan pendekatan semiotika teori Riffaterre.
Berdasarkan pembacaan heuristik dan hermeneutik, hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang terdapat dalam Syair Brama Sahdan mengandung makna bahwa raja sebagai orang yang memiliki sifat kekuasaan, kesaktian, keprajuritan (pantang menyerah), dan kebijaksanaan; perempuan dimaknai sebagai sosok berharga yang harus diperjuangkan meskipun melalui peperangan; perang dimaknai sebagai suatu aktivitas untuk mendapatkan kekuasaan namun tetap memperhatikan aturan adat istiadat yang berlaku; dan adat istiadat dalam pernikahan raja yang dimaknai sebagai ritual wajib yang dilaksanakan dalam menyambut bergabungnya dua kerajaan baru.
Matriks dalam syair Brama Sahdan merupakan gambaran perjalanan hidup seorang raja besar.
Matriks syair ini ditransformasikan menjadi model Brama Sahdan.
Model tersebut kemudian ditransformasikan menjadi enam varian yang terdapat dalam bait-bait syair.
Kata Kunci: syair, semiotik, riffaterre.

Related Results

SEJARAH SYAIR GULUNG DI KETAPANG
SEJARAH SYAIR GULUNG DI KETAPANG
<p class="Default" align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p class="Default">Penelitian ini berjudul “Sejarah Syair Gulung di Ketapang”. Adapun ru...
Semiotic Violence
Semiotic Violence
Semiotic violence against female politicians is a subtype of violence against women in politics or VAWP (Krook, 2017), which operates at the level of portrayal and representation o...
Tekstualni subjekt u poeziji Marije Stepanove od 2001. do 2017. godine
Tekstualni subjekt u poeziji Marije Stepanove od 2001. do 2017. godine
Maria Stepanova (b. 1972) is a contemporary Russian poet who has emerged in recent decades as one of the most original and complex voices on the poetically highly heterogeneous and...
NILAI PROFETIK PADA SYAIR-SYAIR KARANGAN GURU K.H. ABDUL HAKIM (PROPHETIC VALUE IN POEMS BY GURU K.H. ABDUL HAKIM)
NILAI PROFETIK PADA SYAIR-SYAIR KARANGAN GURU K.H. ABDUL HAKIM (PROPHETIC VALUE IN POEMS BY GURU K.H. ABDUL HAKIM)
AbstractProphetic Value in Poems by Guru K.H Abdul Hakim. The purpose of this study is to describe the manifestation of the prophetic value of humanization, liberation and transcen...
Intertekstual Syair Kunjungan Tengku Selangor dan Syair Sultan Mahmud
Intertekstual Syair Kunjungan Tengku Selangor dan Syair Sultan Mahmud
Syair merupakan karya sastra lama yang digunakan untuk meceritakan tentang nasihat, agama, cinta dan perjalanan, oleh karena itu syair memiliki bait yang banyak. Pada masa perkemba...
SYAIR TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID PERSPEKTIF SOSIO RELIGIUS MASYARAKAT LOMBOK
SYAIR TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID PERSPEKTIF SOSIO RELIGIUS MASYARAKAT LOMBOK
This study aims to (1) get the whole picture of the socio-religious elements of society in inspiring the birth of poetry Lombok TGKH M. ZainulMadjid, (2) The meaning and the messag...
KODE SASTRA DALAM SYAIR DIDONG
KODE SASTRA DALAM SYAIR DIDONG
The study is titled“Literature Code In Didong Poetry”.The problem formulation in this research is "How is the literary code contained in Syair Didong?".The purpose of this research...

Back to Top