Javascript must be enabled to continue!
Strategi Coaching untuk Pengembangan Spiritualitas Kaum Muda
View through CrossRef
Budaya pascamodern telah membentuk spiritualitas kaum muda menjadi spiritualitas yang memiliki karakteristik ambiguitas, autentisitas, dan pengalaman. Di tengah konteks ini, ada sebuah permasalahan, yaitu ada indikasi bahwa beberapa gereja kurang mempertemukan pemahaman dan pengalaman kaum muda dalam upaya pengembangan spiritualitas mereka.Tulisan ini bertujuan untuk mengusulkan strategi coaching sebagai sebuah strategi relevan untuk pengembangan spiritualitas kaum muda di tengah budaya pascamodern. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat tahapan coaching dapat digunakan untuk pembangunan spiritualitas kaum muda: (1) mengidentifikasi kebutuhan yang dimiliki oleh kaum muda (tahapan preparation); (2) memberikan ruang pemahaman berupa pendalaman Alkitab bagi kaum muda (tahapan practice); (3) memberikan ruang untuk mengalami dengan cara mengajak kaum muda untuk mengaplikasikan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari(tahapan performance); dan (4) melakukan evaluasi bersama dengan kaum muda atas rangkaian proses coaching yang telah dilakukan (tahapan post-game).
Title: Strategi Coaching untuk Pengembangan Spiritualitas Kaum Muda
Description:
Budaya pascamodern telah membentuk spiritualitas kaum muda menjadi spiritualitas yang memiliki karakteristik ambiguitas, autentisitas, dan pengalaman.
Di tengah konteks ini, ada sebuah permasalahan, yaitu ada indikasi bahwa beberapa gereja kurang mempertemukan pemahaman dan pengalaman kaum muda dalam upaya pengembangan spiritualitas mereka.
Tulisan ini bertujuan untuk mengusulkan strategi coaching sebagai sebuah strategi relevan untuk pengembangan spiritualitas kaum muda di tengah budaya pascamodern.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat tahapan coaching dapat digunakan untuk pembangunan spiritualitas kaum muda: (1) mengidentifikasi kebutuhan yang dimiliki oleh kaum muda (tahapan preparation); (2) memberikan ruang pemahaman berupa pendalaman Alkitab bagi kaum muda (tahapan practice); (3) memberikan ruang untuk mengalami dengan cara mengajak kaum muda untuk mengaplikasikan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari(tahapan performance); dan (4) melakukan evaluasi bersama dengan kaum muda atas rangkaian proses coaching yang telah dilakukan (tahapan post-game).
Related Results
Pembelajaran yang Transformatif dalam Pelayanan Kaum Muda
Pembelajaran yang Transformatif dalam Pelayanan Kaum Muda
Masa muda adalah masa di mana seseorang mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan dalam dirinya, baik kemampuan, keterbatasan, kepercayaan, maupun nilai- nilai so...
Who is a coach and who is a coaching psychologist? Professionalising coaching psychology in the United Kingdom
Who is a coach and who is a coaching psychologist? Professionalising coaching psychology in the United Kingdom
As the British Psychological Society establishes a new Division of Coaching Psychology and routes to chartered membership for coaching psychologists, we revisit the ongoing dialogu...
Group coaching: The new ‘Wild West of coaching’?
Group coaching: The new ‘Wild West of coaching’?
Literature on group coaching is scarce, but growing evidence points to an area ripe for further exploration. Group coaching is scalable, cost-effective and arguably better suited t...
Penerapan Mutual Direction dalam Pelayanan Kaum Muda
Penerapan Mutual Direction dalam Pelayanan Kaum Muda
Pengaruh modernisasi dan era disrupsi telah membuka ruang yang lebih besar terhadap kebutuhan akan pembimbingan dan pengarahan rohani. Generasi muda memerlukan bimbingan dan pengar...
Early Career Teacher's Perceptions of Instructional Coaching on Self-Efficacy
Early Career Teacher's Perceptions of Instructional Coaching on Self-Efficacy
The purpose of this qualitative narrative study was to explore how Early Career Teachers (ECTs) perceive the ways in which virtual coaching influenced their self-efficacy, or confi...
KEBANGKITAN SPIRITUALITAS MASYARAKAT MODERN
KEBANGKITAN SPIRITUALITAS MASYARAKAT MODERN
Menurut August Comte, semakin modern sebuah masyarakat maka agama seharusnya semakin ditinggalkan. Namun realitas justru sebaliknya, dalam kompleksitas kehidupan modern, masyarakat...
THEOLOGIA SISTEMATIKA BAGI SPIRITUALITAS KAUM MUDA DI ERA DISRUPSI
THEOLOGIA SISTEMATIKA BAGI SPIRITUALITAS KAUM MUDA DI ERA DISRUPSI
Penelitian ini bertujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pentingnya theologia sistematika dalam membentuk dan memperkuat spiritualitas kaum muda di tengah tantangan era disrup...
Comparing artificial intelligence and human coaching goal attainment efficacy
Comparing artificial intelligence and human coaching goal attainment efficacy
The history of artificial intelligence (AI) is filled with hype and inflated expectations. Notwithstanding, AI is finding its way into numerous aspects of humanity including the fa...


