Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

THE PHENOMENON OF RING EXCHANGE IN CIKUPA TANGERANG COMMUNITY THROUGH ISLAMIC JURISPRUDENCE PERSPECTIVE

View through CrossRef
Abstract The ring exchange is a common phenomenon that is commonly practiced before the marriage contract in most Indonesian communities, including the Cikupa community, as a sign of seriousness between two families. It is considered an inseparable part of the khitbah (engagement) process and something that must be done for some people. In the khitbah process, a man puts a ring on a woman and vice versa, or the wearing is represented by their wali, with rings made of gold or other materials. This research aims to find out how the ring exchange in the khitbah is carried out in Cikupa, Tangerang, and the views of Islamic Sharia on this process, as well as to know the law of this phenomenon. This research is field research using an analytical method where the researcher examines and primary sources taken from the turats books related to khitbah, with secondary data collection methods through interviews with the Cikupa community who have carried out the khitbah process. The results of the research and interviews, it can be concluded that some of the implementations of the ring exchange procession in the khitbah that occurred in Cikupa Tangerang were not in accordance with Islamic Sharia, because there were still some Sharia prohibitions in the process, such as finding a man who proposed wearing a gold ring and also encountering mixing and physical contact between the two parties (the man who proposed and the woman who was proposed), even though they were not yet a legally married couple. Keywords: Ring Exchange, Engagement, Cikupa, Islamic law.   Abstrak Tukar cincin adalah fenomena umum yang lazim dilakukan sebelum akad nikah di sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Cikupa, sebagai tanda keseriusan antara dua keluarga. Dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses khitbah dan sesuatu yang harus dilakukan bagi sebagian orang. Dalam proses khitbah, seorang pria memakaikan cincin untuk wanita dan sebaliknya, atau pemakaian diwakilkan oleh wali mereka, dengan cincin yang terbuat dari emas atau bahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pelaksanaan tukar cincin dalam khitbah di Cikupa, Tangerang, dan memahami pandangan syariah Islam terhadap proses ini, juga mengetahui hukum dari fenomena ini. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode analitis di mana peneliti mengkaji dan memeriksa sumber-sumber primer yang diambil dari kitab-kitab turats yang terkait dengan khitbah, dengan metode pengumpulan data sekunder melalui wawancara dengan masyarakat Cikupa yang telah melakukan proses khitbah. Dari hasil penelitian dan wawancara yang penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa beberapa pelaksanaan prosesi tukar cincin dalam khitbah yang terjadi di Cikupa Tangerang ada yang tidak sesuai dengan syariat Islam, karena masih terdapat beberapa larangan syariah dalam prosesnya, seperti dijumpai pria yang melamar memakai cincin emas dan dijumpai pula pencampuran dan kontak fisik antara kedua belah pihak (laki-laki yang melamar dan perempuan yang dilamar), padahal mereka belum menjadi pasangan suami istri yang sah. Kata Kunci: Tukar Cincin, Lamaran, Cikupa, Hukum Islam.
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: THE PHENOMENON OF RING EXCHANGE IN CIKUPA TANGERANG COMMUNITY THROUGH ISLAMIC JURISPRUDENCE PERSPECTIVE
Description:
Abstract The ring exchange is a common phenomenon that is commonly practiced before the marriage contract in most Indonesian communities, including the Cikupa community, as a sign of seriousness between two families.
It is considered an inseparable part of the khitbah (engagement) process and something that must be done for some people.
In the khitbah process, a man puts a ring on a woman and vice versa, or the wearing is represented by their wali, with rings made of gold or other materials.
This research aims to find out how the ring exchange in the khitbah is carried out in Cikupa, Tangerang, and the views of Islamic Sharia on this process, as well as to know the law of this phenomenon.
This research is field research using an analytical method where the researcher examines and primary sources taken from the turats books related to khitbah, with secondary data collection methods through interviews with the Cikupa community who have carried out the khitbah process.
The results of the research and interviews, it can be concluded that some of the implementations of the ring exchange procession in the khitbah that occurred in Cikupa Tangerang were not in accordance with Islamic Sharia, because there were still some Sharia prohibitions in the process, such as finding a man who proposed wearing a gold ring and also encountering mixing and physical contact between the two parties (the man who proposed and the woman who was proposed), even though they were not yet a legally married couple.
Keywords: Ring Exchange, Engagement, Cikupa, Islamic law.
  Abstrak Tukar cincin adalah fenomena umum yang lazim dilakukan sebelum akad nikah di sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Cikupa, sebagai tanda keseriusan antara dua keluarga.
Dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses khitbah dan sesuatu yang harus dilakukan bagi sebagian orang.
Dalam proses khitbah, seorang pria memakaikan cincin untuk wanita dan sebaliknya, atau pemakaian diwakilkan oleh wali mereka, dengan cincin yang terbuat dari emas atau bahan lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pelaksanaan tukar cincin dalam khitbah di Cikupa, Tangerang, dan memahami pandangan syariah Islam terhadap proses ini, juga mengetahui hukum dari fenomena ini.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode analitis di mana peneliti mengkaji dan memeriksa sumber-sumber primer yang diambil dari kitab-kitab turats yang terkait dengan khitbah, dengan metode pengumpulan data sekunder melalui wawancara dengan masyarakat Cikupa yang telah melakukan proses khitbah.
Dari hasil penelitian dan wawancara yang penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa beberapa pelaksanaan prosesi tukar cincin dalam khitbah yang terjadi di Cikupa Tangerang ada yang tidak sesuai dengan syariat Islam, karena masih terdapat beberapa larangan syariah dalam prosesnya, seperti dijumpai pria yang melamar memakai cincin emas dan dijumpai pula pencampuran dan kontak fisik antara kedua belah pihak (laki-laki yang melamar dan perempuan yang dilamar), padahal mereka belum menjadi pasangan suami istri yang sah.
Kata Kunci: Tukar Cincin, Lamaran, Cikupa, Hukum Islam.

Related Results

Jual Obat Viagra Asli Di Tangerang 081380803955 COD Antar Di Kota Tangerang
Jual Obat Viagra Asli Di Tangerang 081380803955 COD Antar Di Kota Tangerang
Apotik Resmi Di Tangerang Jual Obat Kuat Viagra Asli Usa Original 100Mg Di Tangerang | Pahami Ciri Ciri Obat Viagra Asli Dan Palsu Di TangerangTlp / Sms / Wa. 081380803955viagra ta...
ANALISIS LAHAN YANG BERPOTENSI UNTUK PENGEMBANGAN KOMODITAS PERTANIAN UNGGULAN DAN TINGKAT PERKEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN TANGERANG
ANALISIS LAHAN YANG BERPOTENSI UNTUK PENGEMBANGAN KOMODITAS PERTANIAN UNGGULAN DAN TINGKAT PERKEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN TANGERANG
Kabupaten Tangerang memiliki tujuan untuk mengembangkan daerah pertanian yang dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan ekonomi daerah pedesaan di Kabupaten Tangerang. Pen...
METODE DAKWAH REMAJA DI PEDESAAN
METODE DAKWAH REMAJA DI PEDESAAN
Salah satu sasaran dakwah yang menjadi kekhawatiran masyarakat saat ini ialah remaja. Masa remaja adalah masa yang sangat rentan mengalami penyimpangan yang sering disebut “kenakal...
ASPEK KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DI KELURAHAN CIPONDOH TERHADAP PELAKSANAAN KELURAHAN BERSIH NARKOBA
ASPEK KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DI KELURAHAN CIPONDOH TERHADAP PELAKSANAAN KELURAHAN BERSIH NARKOBA
GROUP 13 IMPLEMENTATION OF TRI DHARMA HIGH SCHOOL OF LEGAL SCIENCES PAINAN CIKUPA REGENCY TANGERANG REGENCY, BANTEN PROVINCE SERVICE TO THE COMMUNITY "ASPECTS OF COMMUNITY LEGAL AW...
EVALUASI PELAYANAN STASIUN TANGERANG KOTA TANGERANG
EVALUASI PELAYANAN STASIUN TANGERANG KOTA TANGERANG
Stasiun Tangerang merupakan Stasiun KA yang berada di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Stasiun Tangerang termasuk ke dalam kelas Stasiun Besar. Namun, pembangunan dan perbaikan saa...
STRATEGI ADAPTASI ALLIUM TANGERANG HOTEL PADA MASA PANDEMI COVID-19
STRATEGI ADAPTASI ALLIUM TANGERANG HOTEL PADA MASA PANDEMI COVID-19
The COVID-19 pandemic that occurred in March 2020 resulted in a drastic decrease in the occupancy rate of Allium Tangerang Hotel. In April 2020, the room occupancy rate has dropped...
The Retrograde Ring Of Dwarf Planet Quaoar
The Retrograde Ring Of Dwarf Planet Quaoar
The stability scenario about rings around celestial minor bodies and exoplanets has changed significantly in the past decade. There is still no consensus on how these ring systems ...
Some Contributions to Boolean like near Rings
Some Contributions to Boolean like near Rings
In this paper we extend Foster’s Boolean-like ring to Near-rings. We introduce the concept of a Boolean like near-ring.  A near-ring N is said to be a Boolean-like near-ring if the...

Back to Top