Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGGUNAAN KONEKTIVITAS BUATAN OLEH KUKANG JAWA (Nycticebus javanicus) PADA AREAL TALUN KABUPATEN GARUT

View through CrossRef
 Javan Slow loris (Nycticebus javanicus) is a critically endangered species caused by several factors, one of them is forest loss and sustainable habitat degradation that cause reduced the habitat of Javan slow loris. In the Agroforestry area Cipaganti Garut West Java, artificial connectivity was made by the Little Fireface Project as a solution to reduce the death threat of Javan slow loris and they can reach their home range without using terrestrial activity. This research aimed to determine the preferences of Javan slow loris to the use of 5 artificial connectivity. The data in this research were collected using camera trap which installed in each artificial connectivity and analyzed using encounter rate (ER) and Neu method to determine the encounter rate of the Javan slow loris in each artificial connectivity and vegetation analysis to determine availability of forage plant in each artificial connectivity. The Javan Slow Loris dominantly found in waterline artificial connectivity with encounter rate (ER: 3,77 pictures/day) and analyzed with Neu methods. The result is Javan slow loris prefers using the artificial connectivity (waterline) type (w1). Availability of forage plant with highest amount found on bridge 4 (waterline) with total 113 individuals from 4 speciesKukang (Nycticebus javanicus) merupakan spesies yang terancam punah yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah hilangnya hutan dan degradasi habitat berkelanjutan yang menyebabkan berkurangnya habitat kukang. Di kawasan Agroforestri Cipaganti Garut Jawa Barat, konektivitas buatan dibuat oleh Little Fireface Project sebagai solusi untuk mengurangi ancaman kematian kukang dan mereka dapat mencapai wilayah jelajahnya tanpa menggunakan aktivitas terestrial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi kukang terhadap penggunaan 5 konektivitas buatan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kamera trap yang dipasang pada setiap konektivitas buatan dan dianalisis menggunakan metode Face Rate (ER) dan Neu untuk mengetahui tingkat perjumpaan kukang pada setiap konektivitas buatan dan analisis vegetasi untuk mengetahui ketersediaan tanaman hijau. di setiap konektivitas buatan. Kukang dominan ditemukan di perairan buatan dengan tingkat perjumpaan (ER: 3,77 gambar/hari) dan dianalisis dengan metode Neu. Hasilnya kukang lebih memilih menggunakan tipe konektivitas buatan (garis udara) (w1). Ketersediaan tanaman hijauan dengan jumlah tertinggi terdapat pada jembatan 4 (garis air) dengan jumlah 113 individu dari 4 spesies
Title: PENGGUNAAN KONEKTIVITAS BUATAN OLEH KUKANG JAWA (Nycticebus javanicus) PADA AREAL TALUN KABUPATEN GARUT
Description:
 Javan Slow loris (Nycticebus javanicus) is a critically endangered species caused by several factors, one of them is forest loss and sustainable habitat degradation that cause reduced the habitat of Javan slow loris.
In the Agroforestry area Cipaganti Garut West Java, artificial connectivity was made by the Little Fireface Project as a solution to reduce the death threat of Javan slow loris and they can reach their home range without using terrestrial activity.
This research aimed to determine the preferences of Javan slow loris to the use of 5 artificial connectivity.
The data in this research were collected using camera trap which installed in each artificial connectivity and analyzed using encounter rate (ER) and Neu method to determine the encounter rate of the Javan slow loris in each artificial connectivity and vegetation analysis to determine availability of forage plant in each artificial connectivity.
The Javan Slow Loris dominantly found in waterline artificial connectivity with encounter rate (ER: 3,77 pictures/day) and analyzed with Neu methods.
The result is Javan slow loris prefers using the artificial connectivity (waterline) type (w1).
Availability of forage plant with highest amount found on bridge 4 (waterline) with total 113 individuals from 4 speciesKukang (Nycticebus javanicus) merupakan spesies yang terancam punah yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah hilangnya hutan dan degradasi habitat berkelanjutan yang menyebabkan berkurangnya habitat kukang.
Di kawasan Agroforestri Cipaganti Garut Jawa Barat, konektivitas buatan dibuat oleh Little Fireface Project sebagai solusi untuk mengurangi ancaman kematian kukang dan mereka dapat mencapai wilayah jelajahnya tanpa menggunakan aktivitas terestrial.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi kukang terhadap penggunaan 5 konektivitas buatan.
Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kamera trap yang dipasang pada setiap konektivitas buatan dan dianalisis menggunakan metode Face Rate (ER) dan Neu untuk mengetahui tingkat perjumpaan kukang pada setiap konektivitas buatan dan analisis vegetasi untuk mengetahui ketersediaan tanaman hijau.
di setiap konektivitas buatan.
Kukang dominan ditemukan di perairan buatan dengan tingkat perjumpaan (ER: 3,77 gambar/hari) dan dianalisis dengan metode Neu.
Hasilnya kukang lebih memilih menggunakan tipe konektivitas buatan (garis udara) (w1).
Ketersediaan tanaman hijauan dengan jumlah tertinggi terdapat pada jembatan 4 (garis air) dengan jumlah 113 individu dari 4 spesies.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
JENIS PAKAN KUKANG JAWA (Nycticebus javanicus) DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG TAMPOMAS
JENIS PAKAN KUKANG JAWA (Nycticebus javanicus) DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG TAMPOMAS
Nycticebus javanicus is one of endemic species of Java island that one of endangered species. Data and research of Nycticebus javanicus is still low. So, this condition difficult t...
GARUT ERA KEPEMIMPINAN BUPATI R.A.A. SOERIA KERTALEGAWA (1915-1929)
GARUT ERA KEPEMIMPINAN BUPATI R.A.A. SOERIA KERTALEGAWA (1915-1929)
Garut merupkan nama pengganti dari Kabupaten Limbangan, dan berdiri pada masa pemerintahan Hindia Belanda atas usul bupati Aria Wira Tanu Datar VIII. R.A.A. Soeria Kertalegawa meru...
PENGARUH KINERJA PEOPLE DAN PHYSICAL EVIDENCE TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP (Survei Terhadap Tamu Hotel Kampung Sumber Alam Garut)
PENGARUH KINERJA PEOPLE DAN PHYSICAL EVIDENCE TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP (Survei Terhadap Tamu Hotel Kampung Sumber Alam Garut)
Salah satu hotel yang ikut berperan dalam industri perhotelan di Kabupaten Garut adalah Hotel Kampung Sumber Alam. Hal tersebut membuat Hotel Kampung Sumber Alam Garut menciptakan ...
PEMERINTAHAN NAGORI TALUN KONDOT (1998 – 2012)
PEMERINTAHAN NAGORI TALUN KONDOT (1998 – 2012)
Berbicara mengenai sejarah pemerintahan Nagori Talun Kondot berarti membicarakan masa lampau umat manusia di daerah tersebut. Masa lampau masyarakat Nagori Talun Kondot telah menin...
Phylogenetic position of Javan banteng (Bos javanicus javanicus) from conservation area in Java base on mtDNA analysis
Phylogenetic position of Javan banteng (Bos javanicus javanicus) from conservation area in Java base on mtDNA analysis
Abstract. Qiptiyah M, Pudyatmoko S, Widyatmoko AYPBC, Nurtjahjaningsih ILG, Imron MA. 2019. Phylogenetic position of Javan banteng (Bos javanicus javanicus) from conservation area ...

Back to Top