Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peningkatan Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) melalui Fermentasi: Studi Perbandingan Kandungan Fenolik dan Aktivitas Antioksidan

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh fermentasi terhadap aktivitas antioksidan dan kandungan fenolik dalam ekstrak etanol 96% dari daun kelor (Moringa oleifera). Meskipun potensi antioksidan daun kelor telah diketahui, penelitian ini memperkenalkan konsep baru menggunakan metode fermentasi untuk meningkatkan kandungan senyawa aktif. State of the art saat ini terkait aktivitas antioksidan dan fermentasi digunakan untuk memvalidasi peningkatan aktivitas antioksidan yang signifikan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan baru dalam pemanfaatan daun kelor sebagai sumber antioksidan alami yang diperoleh melalui metode fermentasi. Metode penelitian ini melibatkan fermentasi ekstrak etanol 96% dari daun kelor menggunakan bakteri Lactobacillus B selama 24, 48, dan 72 jam. Kandungan fenolik diukur dengan metode analisis Folin-Ciocalteu, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kadar fenolik setelah proses fermentasi. Kadar fenolik ekstrak daun kelor yang difermentasi selama 24 jam adalah 86,133±5,925 mgGAE/gram, meningkat menjadi 91,244±7,374 mgGAE/gram pada 48 jam, dan mencapai 122,578±9,576 mgGAE/gram pada 72 jam. Selain itu, aktivitas antioksidan juga meningkat seiring dengan waktu fermentasi. Nilai IC50 untuk sampel yang difermentasi selama 24 jam adalah 60,887 µg/ml, 58,742 µg/ml pada 48 jam, dan 53,169 µg/ml pada 72 jam. Hasil ini menunjukkan bahwa fermentasi pada ekstrak daun kelor dapat meningkatkan kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan secara signifikan.
Title: Peningkatan Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) melalui Fermentasi: Studi Perbandingan Kandungan Fenolik dan Aktivitas Antioksidan
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh fermentasi terhadap aktivitas antioksidan dan kandungan fenolik dalam ekstrak etanol 96% dari daun kelor (Moringa oleifera).
Meskipun potensi antioksidan daun kelor telah diketahui, penelitian ini memperkenalkan konsep baru menggunakan metode fermentasi untuk meningkatkan kandungan senyawa aktif.
State of the art saat ini terkait aktivitas antioksidan dan fermentasi digunakan untuk memvalidasi peningkatan aktivitas antioksidan yang signifikan.
Hasil penelitian ini memberikan wawasan baru dalam pemanfaatan daun kelor sebagai sumber antioksidan alami yang diperoleh melalui metode fermentasi.
Metode penelitian ini melibatkan fermentasi ekstrak etanol 96% dari daun kelor menggunakan bakteri Lactobacillus B selama 24, 48, dan 72 jam.
Kandungan fenolik diukur dengan metode analisis Folin-Ciocalteu, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil).
Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kadar fenolik setelah proses fermentasi.
Kadar fenolik ekstrak daun kelor yang difermentasi selama 24 jam adalah 86,133±5,925 mgGAE/gram, meningkat menjadi 91,244±7,374 mgGAE/gram pada 48 jam, dan mencapai 122,578±9,576 mgGAE/gram pada 72 jam.
Selain itu, aktivitas antioksidan juga meningkat seiring dengan waktu fermentasi.
Nilai IC50 untuk sampel yang difermentasi selama 24 jam adalah 60,887 µg/ml, 58,742 µg/ml pada 48 jam, dan 53,169 µg/ml pada 72 jam.
Hasil ini menunjukkan bahwa fermentasi pada ekstrak daun kelor dapat meningkatkan kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan secara signifikan.

Related Results

Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Abstract. Breast cancer is the main cause of cancer incidence in Indonesia according to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Moringa leaves (Moringa oleifera) is a ...
Systematic Review: Khasiat Antikanker Sediaan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Pertumbuhan Kanker Paru
Systematic Review: Khasiat Antikanker Sediaan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Pertumbuhan Kanker Paru
Abstract: Moringa leaves (Moringa oleifera) have various pharmacological effects, such as antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial and anticancer activities. The anticancer ef...
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Abstract. The gastrointestinal tract infection is a disease that often occurs in Indonesia. This disease caused by pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus, Escherichia co...

Back to Top