Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sunda dan Budaya Lalaban: Melacak Masa Lalu Budaya Makan Sunda

View through CrossRef
AbstrakCitra budaya makan Sunda tidak dapat dipisahkan dari kekayaan vegetasinya. Beragam sayuran digunakan sebagai lalab, sebuah istilah Sunda untuk menyebut jenis-jenis sayuran, baik yang tumbuh liar maupun yang dibudidayakan untuk dipilih sebagai hidangan utama Sunda. Tidak mengherankan jika di lingkungan rumah tangga Sunda atau rumah makan Sunda, sayuran mentah atau yang direbus yang dilengkapi dengan sambal terasi kerap disajikan seakan menjadi menu wajib. Tradisi lalab sendiri seringkali diasosiasikan dengan lingkungan alam Sunda berupa citra tanah suburnya yang mendukung pertumbuhan banyak jenis tanaman bermanfaat untuk bahan lalab. Setidaknya tradisi ini telah membentuk keunikan budaya makan Sunda jika dibandingkan dengan budaya makan di wilayah lainnya di Indonesia. Hal yang menjadi pertanyaan, sejak kapan tradisi lalab melekat dalam budaya makan Sunda? Artikel ini secara historis menjelajahi akar dari tradisi lalab dihubungkan dengan fakta-fakta arkeologis, naskah-naskah kuno, dan penelitian seputar ilmu botani dan makanan pada masa kolonial.Kata kunci: budaya makan Sunda, lalab, sejarah, tradisiAbstractThe image of Sundanese food culture is inseparable from its abundant vegetation. Various vegetables are used as lalab, a Sundanese term used to mention sorts of uncultivated and cultivated vegetables which are selected as the main dishes of Sundanese food. No wonder in the Sundanese households or in Sundanese restaurants, raw and boiled vegetables with sambalterasi (hot sauce of chilli with shrimp paste) always served as a kind of mandatory menu. Lalab tradition itself is often associated with the Sundanesenatural environment havingthe image of fertile soil which support the growth of many plants for lalab. At least this tradition has shaped the uniqueness of Sundanese food culture if compared with other food culture in different regions of Indonesia. The question is since when lalab tradition is inherent in Sundanese food culture? This article explores historically the roots of lalab tradition by making connection with archaeological facts, old manuscripts and scientific research on botanical and food sciences in colonial era.Keywords: Sundanese food culture, lalab, history, tradition
Universitas Padjadjaran
Title: Sunda dan Budaya Lalaban: Melacak Masa Lalu Budaya Makan Sunda
Description:
AbstrakCitra budaya makan Sunda tidak dapat dipisahkan dari kekayaan vegetasinya.
Beragam sayuran digunakan sebagai lalab, sebuah istilah Sunda untuk menyebut jenis-jenis sayuran, baik yang tumbuh liar maupun yang dibudidayakan untuk dipilih sebagai hidangan utama Sunda.
Tidak mengherankan jika di lingkungan rumah tangga Sunda atau rumah makan Sunda, sayuran mentah atau yang direbus yang dilengkapi dengan sambal terasi kerap disajikan seakan menjadi menu wajib.
Tradisi lalab sendiri seringkali diasosiasikan dengan lingkungan alam Sunda berupa citra tanah suburnya yang mendukung pertumbuhan banyak jenis tanaman bermanfaat untuk bahan lalab.
Setidaknya tradisi ini telah membentuk keunikan budaya makan Sunda jika dibandingkan dengan budaya makan di wilayah lainnya di Indonesia.
Hal yang menjadi pertanyaan, sejak kapan tradisi lalab melekat dalam budaya makan Sunda? Artikel ini secara historis menjelajahi akar dari tradisi lalab dihubungkan dengan fakta-fakta arkeologis, naskah-naskah kuno, dan penelitian seputar ilmu botani dan makanan pada masa kolonial.
Kata kunci: budaya makan Sunda, lalab, sejarah, tradisiAbstractThe image of Sundanese food culture is inseparable from its abundant vegetation.
Various vegetables are used as lalab, a Sundanese term used to mention sorts of uncultivated and cultivated vegetables which are selected as the main dishes of Sundanese food.
No wonder in the Sundanese households or in Sundanese restaurants, raw and boiled vegetables with sambalterasi (hot sauce of chilli with shrimp paste) always served as a kind of mandatory menu.
Lalab tradition itself is often associated with the Sundanesenatural environment havingthe image of fertile soil which support the growth of many plants for lalab.
At least this tradition has shaped the uniqueness of Sundanese food culture if compared with other food culture in different regions of Indonesia.
The question is since when lalab tradition is inherent in Sundanese food culture? This article explores historically the roots of lalab tradition by making connection with archaeological facts, old manuscripts and scientific research on botanical and food sciences in colonial era.
Keywords: Sundanese food culture, lalab, history, tradition.

Related Results

Ethnobotany of <i>lalaban</i> as a food source in the peri-urban Sundanese community of Cireundeu Hamlet, West Java, Indonesia
Ethnobotany of <i>lalaban</i> as a food source in the peri-urban Sundanese community of Cireundeu Hamlet, West Java, Indonesia
Abstract. Irawan B, Siagian DSP, Annisa, Rohmatullayaly EN, Ihsan M, Suryana, Iskandar BS, Iskandar J. 2026. Ethnobotany of lalaban as a food source in the peri-urban Sundanese com...
Sunda dan Budaya Lalaban: Melacak Masa Lalu Budaya Makan Sunda
Sunda dan Budaya Lalaban: Melacak Masa Lalu Budaya Makan Sunda
AbstrakCitra budaya makan Sunda tidak dapat dipisahkan dari kekayaan vegetasinya. Beragam sayuran digunakan sebagai lalab, sebuah istilah Sunda untuk menyebut jenis-jenis sayuran, ...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
REKONSTRUKSI “ISLAM TEH SUNDA, SUNDA TEH ISLAM”
REKONSTRUKSI “ISLAM TEH SUNDA, SUNDA TEH ISLAM”
This paper describes the background of the “Islam teh Sunda dan Sunda teh Islam” means that “Islam is the same as the Sunda and Sunda that is Islam”, the term, was introduced by Ha...
MENGEKSPLORASI NILAI-NILAI BUDAYA TEMBANG SUNDA CIANJURAN (EXPLORING THE CULTURAL VALUES TEMBANG SUNDA CIANJURAN
MENGEKSPLORASI NILAI-NILAI BUDAYA TEMBANG SUNDA CIANJURAN (EXPLORING THE CULTURAL VALUES TEMBANG SUNDA CIANJURAN
AbstractExploring The Cultural Values Tembang Sunda Cianjuran.. Tembang Sunda Cianjuran is a typicalCianjur song that has the values of life in it. This research includes descripti...
Penggunaan Bahasa Sunda di Lingkungan Keluarga sebagai Upaya Konservasi Budaya
Penggunaan Bahasa Sunda di Lingkungan Keluarga sebagai Upaya Konservasi Budaya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi keterancaman punahnya bahasa Sunda di lingkungan keluarga Sunda. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan dominansi penggunaan baha...
ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
Penelitian ini membahas perbandingan bahasa Sunda Dialek Priangan dengan bahasa Sunda Dialek Indramayu. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan tekn...
Kesalahan Ejaan pada Hasil Ketikan Aksara Sunda di Komputer dengan Menggunakan Font Aksara Sunda Berbasis Silabis
Kesalahan Ejaan pada Hasil Ketikan Aksara Sunda di Komputer dengan Menggunakan Font Aksara Sunda Berbasis Silabis
AbstrakSejak diluncurkannya font aksara Sunda Unicode (SundaneseLatin) pada tahun2008, penggunaan aksara Sunda mulai memasuki wilayah-wilayah baru. AksaraSunda yang sebelumnya hany...

Back to Top