Javascript must be enabled to continue!
Aplikasi Urease dari Biji Kacang Tolo (Vigna unguiculata ssp unguiculata L.) untuk Biosensor Urea
View through CrossRef
Penggunaan urease dalam analisis urea yang digabungkan dengan suatu transduser disebut biosensor urea.Tujuan penelitian adalah menentukan kadar urea dengan metode biosensor urea berbasis urease biji kacang tolo yang diamobilisasi pada matrik alginat dan dideteksi secara kolorimetri menggunakan indikator bromtimol biru. Penelitian dimulai dengan isolasi urease dari biji kacang tolo (Vigna unguiculata ssp unguiculata L.), kemudian diamobilisasi menggunakan metode penjebakan dengan natrium alginat, setelah mencampur larutan urease dengan natrium alginat, diteteskan dalam larutan CaCl2 sampai terbentuk urease alginat. Beads urease alginat direaksikan dengan urea menghasilkan ion amonium, selanjutnya ditambahkan indikator bromtimol biru dan perubahan warnanya diukur menggunakan spektrofotometer. Kinerja analitis biosensor urea ditentukan melalui penentuan waktu reaksi enzimatis, keberulangan analisis, keberulangan pembuatan dan pengujian senyawa penganggu dengan konsentrasi urea 4mM, serta penentuan linearitas, batas deteksi, dan batas kuantifikasi dengan konsentrasi urea 0.05; 1; 3; 7; dan 15 mM. Hasil penelitian menunjukkan beads urease alginat bisa digunakan berulang sampai 8 kali. Kinerja analitis beads urease alginat menghasilkan respon yang linier pada rentang 0.05-15 mM dengan koefisien korelasi sebesar 0.9981, batas deteksi sebesar 0.8 mM dan batas kuantifikasi sebesar 2.67 mM. Keberulangan pembuatan beads urease alginat menghasilkan nilai koefisien variasi sebesar 6%. Analisis tidak terganggu dengan keberadaan asam askobat 0.05 mM dan asam urat 0.4 mM. Kata kunci: Amobilisasi urease, beads alginat, biosensor, biji kacang tolo, spektrofotometri. The use of urease in the urea analysis which combined with a transducer is called urea biosensor. Research aimed to determine urea level using urea biosensor method based on urease from black-eyed pea that immobilized on alginate matrix and detected by colorimetric using bromothymol blue indicator. The research began with urease isolation from black-eyed pea (Vigna unguiculata ssp unguiculata L.), and then it immobilized utilizing the trapping method with sodium alginate, after mixing urease solution with sodium alginate, it is dripped in CaCl2 solution until alginate urease beads formed. Alginate urease beads reacted with urea to produce ammonium ion, then it’s added with indicator bromothymol blue, and the color changes were measured using a spectrophotometer. The analytical performance of urea biosensor is determined by enzymatic reaction time, repeated analysis, repeatability of fabrication and calibration of disturbing compound with concentration of urea 4 mM, also linearity, limit of detection and limit of quantification with concentration of urea 0.05, 1, 3, 7 and 15 mM. The results showed that alginate urease beads could repeatedly be used until eight times. The analytical performance of alginate urease beads including a linear response in the range of 0.05 mM-15 mM with the correlation coefficient of 0.9981, the detection limit of 0.8 mM and the quantification limit of 2.67 mM. The repeatability of fabrication alginate urease beads produced the coefficient of variation value of 6%. The presence of 0.05 mM ascorbic acid and 0.4 mM uric acid.was not disrupted the analysis. Keywords: urease immobilization, alginate beads, biosensor, black-eyed pea, spectrophotometry.
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: Aplikasi Urease dari Biji Kacang Tolo (Vigna unguiculata ssp unguiculata L.) untuk Biosensor Urea
Description:
Penggunaan urease dalam analisis urea yang digabungkan dengan suatu transduser disebut biosensor urea.
Tujuan penelitian adalah menentukan kadar urea dengan metode biosensor urea berbasis urease biji kacang tolo yang diamobilisasi pada matrik alginat dan dideteksi secara kolorimetri menggunakan indikator bromtimol biru.
Penelitian dimulai dengan isolasi urease dari biji kacang tolo (Vigna unguiculata ssp unguiculata L.
), kemudian diamobilisasi menggunakan metode penjebakan dengan natrium alginat, setelah mencampur larutan urease dengan natrium alginat, diteteskan dalam larutan CaCl2 sampai terbentuk urease alginat.
Beads urease alginat direaksikan dengan urea menghasilkan ion amonium, selanjutnya ditambahkan indikator bromtimol biru dan perubahan warnanya diukur menggunakan spektrofotometer.
Kinerja analitis biosensor urea ditentukan melalui penentuan waktu reaksi enzimatis, keberulangan analisis, keberulangan pembuatan dan pengujian senyawa penganggu dengan konsentrasi urea 4mM, serta penentuan linearitas, batas deteksi, dan batas kuantifikasi dengan konsentrasi urea 0.
05; 1; 3; 7; dan 15 mM.
Hasil penelitian menunjukkan beads urease alginat bisa digunakan berulang sampai 8 kali.
Kinerja analitis beads urease alginat menghasilkan respon yang linier pada rentang 0.
05-15 mM dengan koefisien korelasi sebesar 0.
9981, batas deteksi sebesar 0.
8 mM dan batas kuantifikasi sebesar 2.
67 mM.
Keberulangan pembuatan beads urease alginat menghasilkan nilai koefisien variasi sebesar 6%.
Analisis tidak terganggu dengan keberadaan asam askobat 0.
05 mM dan asam urat 0.
4 mM.
Kata kunci: Amobilisasi urease, beads alginat, biosensor, biji kacang tolo, spektrofotometri.
The use of urease in the urea analysis which combined with a transducer is called urea biosensor.
Research aimed to determine urea level using urea biosensor method based on urease from black-eyed pea that immobilized on alginate matrix and detected by colorimetric using bromothymol blue indicator.
The research began with urease isolation from black-eyed pea (Vigna unguiculata ssp unguiculata L.
), and then it immobilized utilizing the trapping method with sodium alginate, after mixing urease solution with sodium alginate, it is dripped in CaCl2 solution until alginate urease beads formed.
Alginate urease beads reacted with urea to produce ammonium ion, then it’s added with indicator bromothymol blue, and the color changes were measured using a spectrophotometer.
The analytical performance of urea biosensor is determined by enzymatic reaction time, repeated analysis, repeatability of fabrication and calibration of disturbing compound with concentration of urea 4 mM, also linearity, limit of detection and limit of quantification with concentration of urea 0.
05, 1, 3, 7 and 15 mM.
The results showed that alginate urease beads could repeatedly be used until eight times.
The analytical performance of alginate urease beads including a linear response in the range of 0.
05 mM-15 mM with the correlation coefficient of 0.
9981, the detection limit of 0.
8 mM and the quantification limit of 2.
67 mM.
The repeatability of fabrication alginate urease beads produced the coefficient of variation value of 6%.
The presence of 0.
05 mM ascorbic acid and 0.
4 mM uric acid.
was not disrupted the analysis.
Keywords: urease immobilization, alginate beads, biosensor, black-eyed pea, spectrophotometry.
Related Results
Pengembangan getuk kacang tolo sebagai makanan selingan alternatif kaya serat
Pengembangan getuk kacang tolo sebagai makanan selingan alternatif kaya serat
<p><strong>ABSTRACT</strong></p><p><em><strong>Background</strong>: Getuk is traditional food that is familiar in all age group. How...
Identifikasi Pengaruh Proses Perebusan dan Penggorengan Kacang Tolo (Vigna unguiculata L. Walp.) terhadap Komposisi Fitosterol
Identifikasi Pengaruh Proses Perebusan dan Penggorengan Kacang Tolo (Vigna unguiculata L. Walp.) terhadap Komposisi Fitosterol
Pendahuluan: Kacang tolo (Vigna unguiculata L. Walp.) merupakan polong-polongan multiguna dapat berfungsi sebagai hipokolesterolemik. Kacang tersebut mengandung protein tinggi dan ...
DAMPAK PENGGUNAAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG TOLO
DAMPAK PENGGUNAAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG TOLO
Tolo beans are one of the local beans that have the potential to be developed, where tolo beans have many benefits for the surrounding community which is one of the traditional act...
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL KECAMBAH KACANG HIJAU (Vigna radiata (L.) Wilczek) DENGAN METODE BSLT
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL KECAMBAH KACANG HIJAU (Vigna radiata (L.) Wilczek) DENGAN METODE BSLT
Kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) berasal dari kacang hijau merupakan salah satu jenis kacang yang relatif banyak dikonsumsi masyarakat sebagai makanan fungsional. Kacang hi...
Soil urease inhibition by various plant extracts
Soil urease inhibition by various plant extracts
Urea is the most popular and widely used nitrogenous fertilizer. High soil urease activity rapidly hydrolyses applied urea to ammonia which contributes to soil nitrogen (N) losses ...
SELEKSI BERDASARKAN WARNA KULIT BIJI TERHADAP HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) VERDCOURT) ASAL SUKABUMI DI LAHAN GRESIK
SELEKSI BERDASARKAN WARNA KULIT BIJI TERHADAP HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) VERDCOURT) ASAL SUKABUMI DI LAHAN GRESIK
Gresik merupakan sentra pertanaman kacang bambara di Jawa Timur yang dikenal secara salah kaprah sebagai ‘kacang kapri’. Kandungan nutrisi sangat kompetitif, karbohidrat sekitar 60...
Kajian Kualitas Buah Salak Sidimpuan Berdasarkan Jumlah Biji Pada Elevasi Yang Berbeda
Kajian Kualitas Buah Salak Sidimpuan Berdasarkan Jumlah Biji Pada Elevasi Yang Berbeda
Perbedaan morfologi antara jenis-jenis salak terkadang terlihat mencolok, misalnya mengenai jumlah biji dalam satu buah salak serta ukuran buahnya. Ada buah salak yang terdiri dar...
Pengaruh Penambahan Kacang Merah pada Produk Selai Cokelat Terhadap Daya Terima Konsumen
Pengaruh Penambahan Kacang Merah pada Produk Selai Cokelat Terhadap Daya Terima Konsumen
Penelitian ini bertujan untuk menganalisis pengaruh penambahan kacang merah pada produk selai cokelat terhadap daya terima konsumen dengan melakukan uji kesukaan dengan menggunakan...

