Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Penambahan Doping Mn/Cu pada Barium Heksaferit sebagai Material Penyerap Gelombang
View through CrossRef
Pada penelitian ini, telah dilakukan analisa efek doping Mn2+/Cu2+ sebanyak 0.1%mol terhadap struktur barium heksaferit sebagai material absorbsi gelombang mikro. Sintesis material dilakukan dengan metode mechanical alloying menggunakan planetary ball mill. Powder yang telah di-milling dikalsinasi pada temperature 1000 °C selama 2 jam. Powder hasil kalsinasi di kompaksi dengan tekanan 1.5 kgf/cm2 membentuk pellet dan di sinter pada temperatur 1150 °C selama 2 jam. Dari hasil eksperimen, menunjukkan penambahan ion Mn2+/Cu2+0.1 %mol mengakibatkan nilai densitas bulk meningkat jika dibandingkan dengan barium heksaferit. Efek penambahan ion Mn2+/Cu2+ menurunkan nilai koersivitas (Hjc) dan menaikkan nilai remanensi (Mr) yaitu BaFe12O19 memiliki Hjc = 6.45 KOe dan Mr = 0.91 KG, BaFe11.9Mn0.1O19 memiliki Hjc = 3.27 KOe dan Mr = 1.62 KG sedangkan BaFe11.9Cu0.1O19 memiliki Hjc = 1.75 KOe dan Mr = 1.79 KG. Pengukuran refflection loss gelombang mikro menggunkan VNA menunjukkan bahwa penambahan ion Mn2+/Cu2+ pada barium heksaferit memiliki rentang frekuensi yang berbeda. Frekuensi BaFe11.9Mn0.1O19 sekitar 4 – 10 GHz dan BaFe11.9Cu0.1O19 sekitar 4 – 8 GHz. Hal ini menunjukkan bahwa besar penyerapan gelombang yang cukup signifikan dengan adanya penambahan doping Mn/Cu 0.1 %mol jika dibandingkan terhadap barium hexaferit.
Title: Pengaruh Penambahan Doping Mn/Cu pada Barium Heksaferit sebagai Material Penyerap Gelombang
Description:
Pada penelitian ini, telah dilakukan analisa efek doping Mn2+/Cu2+ sebanyak 0.
1%mol terhadap struktur barium heksaferit sebagai material absorbsi gelombang mikro.
Sintesis material dilakukan dengan metode mechanical alloying menggunakan planetary ball mill.
Powder yang telah di-milling dikalsinasi pada temperature 1000 °C selama 2 jam.
Powder hasil kalsinasi di kompaksi dengan tekanan 1.
5 kgf/cm2 membentuk pellet dan di sinter pada temperatur 1150 °C selama 2 jam.
Dari hasil eksperimen, menunjukkan penambahan ion Mn2+/Cu2+0.
1 %mol mengakibatkan nilai densitas bulk meningkat jika dibandingkan dengan barium heksaferit.
Efek penambahan ion Mn2+/Cu2+ menurunkan nilai koersivitas (Hjc) dan menaikkan nilai remanensi (Mr) yaitu BaFe12O19 memiliki Hjc = 6.
45 KOe dan Mr = 0.
91 KG, BaFe11.
9Mn0.
1O19 memiliki Hjc = 3.
27 KOe dan Mr = 1.
62 KG sedangkan BaFe11.
9Cu0.
1O19 memiliki Hjc = 1.
75 KOe dan Mr = 1.
79 KG.
Pengukuran refflection loss gelombang mikro menggunkan VNA menunjukkan bahwa penambahan ion Mn2+/Cu2+ pada barium heksaferit memiliki rentang frekuensi yang berbeda.
Frekuensi BaFe11.
9Mn0.
1O19 sekitar 4 – 10 GHz dan BaFe11.
9Cu0.
1O19 sekitar 4 – 8 GHz.
Hal ini menunjukkan bahwa besar penyerapan gelombang yang cukup signifikan dengan adanya penambahan doping Mn/Cu 0.
1 %mol jika dibandingkan terhadap barium hexaferit.
Related Results
Barium Compounds
Barium Compounds
Abstract
Barite, natural barium sulfate, BaSO
4
, commonly known as barytes, and sometimes as heavy s...
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR GELOMBANG PERMUKAAN LAUT PRESISI TINGGI (A PROTOTYPE DESIGN)
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR GELOMBANG PERMUKAAN LAUT PRESISI TINGGI (A PROTOTYPE DESIGN)
Gelombang permukaan laut adalah salah satu fenomena yang sangat kompleks dan mudah berubah dibandingkan dengan arus dan pasang surut, sehingga untuk memahami secara menyeluruh tent...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Transformasi Gelombang Swell dan Gelombang Angin di Perairan Selatan Bali (Hal. 28-39)
Transformasi Gelombang Swell dan Gelombang Angin di Perairan Selatan Bali (Hal. 28-39)
ABSTRAKGelombang swell dengan energi yang besar dan dapat menjalar hingga ratusan kilometer dari daerah pembangkitannya diketahui berpotensi merusak struktur pantai dan juga dapat ...
Sintesis dan Karakterisasi Penyerapan Gelombang Mikro pada Komposit PANi - Barium Heksaferrit Tersubstitusi Mn dan Ti - CFO
Sintesis dan Karakterisasi Penyerapan Gelombang Mikro pada Komposit PANi - Barium Heksaferrit Tersubstitusi Mn dan Ti - CFO
Dalam pembuatan material penyerap gelombang mikro diperlukan pengembangan material yang memiliki sifat dielektrik dan sifat magnetik agar material mampu berinteraksi dengan kedua m...
KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PERAIRAN TIMUR KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA
KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PERAIRAN TIMUR KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA
Kecamatan Kulisusu Utara merupakan salah satu Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Buton Utara yang memiliki luas wilayah 339,64 km2 yang terdiri dari empat belas desa yang mana w...
Pembuatan Simulasi Gelombang Berjalan Untuk Pembelajaran Fisika Menggunakan Software Geogebra
Pembuatan Simulasi Gelombang Berjalan Untuk Pembelajaran Fisika Menggunakan Software Geogebra
Penelitian ini memiliki tujuan menghasilkan simulasi gelombang berjalan untuk pembelajaran Fisika menggunakan software GeoGebra. Subjek pada penelitian ini adalah perangkat lunak G...
PENGARUH LUBANG PERFORASI DINDING CAISSON TERHADAP GAYA GELOMBANG
PENGARUH LUBANG PERFORASI DINDING CAISSON TERHADAP GAYA GELOMBANG
Sebagai struktur pantai yang dipengaruhi oleh faktor internal struktur dan kondisi eksternal yang mengikutinya, maka model Caisson diharapkan dapat mengurangi tinggi gelombang data...

