Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

View through CrossRef
Penelitian ini mengungkapkan peran wanita dalam Kaba Minangkabau yaitu salah satu bentuk karya sastra tradisional Minangkabau. Tujuan pengungkapan peran wanita berangkat dari pemikiran bahwa wanita di Minangkabau mempunyai peranan vital karena sistem kehidupan masyarakatnya matrilineal dan karya sastra merupakan refleksi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu peran wanita juga terekspresikan dalam kaba tersebut. Untuk menjawab paradigma di atas, peneliti memilih kaba yang dijadikan sampel yaitu (1) Kaba Cindua Mato hasil kajian filologi M. Yusuf dengan judul 'Persoalan Transliterasi dan Edisi Hikayat Tuanku Nan Muda Pagaru­yung (Kaba Cindua Mato); (2) Kaba Anggun Nan Tungga karya Ambas Mahkota; (3) Kaba Malin Deman hasil kajian filologi Nurizzati dengan judul 'Kaba Malin Daman Sebuah Kajian Filologis'. Alasan pemilihan ini didasarkan bahwa masing-masing kaba dapat dikatakan representatif untuk menggambarkan atau mewakili kaba-kaba Minangkabau yang ada. Kaba yang dijadikan sampel penelitian ini masih didendangkan secara lisan dan dicetak berulang kali dalam bentuk terbitan sampai sekarang. Dalam pencapaian tujuan penelitian ini, dipergunakan pendekatan Sosiologi Sastra dan Psikologi. Kaba sebagai karya sastra dianggap sebagai 'cerminan' masyarakat sehingga apa yang terekspresi melalui kaba tidak dapat dilepaskan dari kondisi masyarakat yang menjadi latarnya.  Berdasar teori tersebut di atas diperoleh hasil penelitian bahwa wanita berperan dalam keluarga sebagai istri, ibu, anak, kakak, adik, dan nenek, dan dalam ma­syarakat wanita berperan sebagai pemimpin keluarga dan anggota masyarakat sebagai pembantu rumah tangga, dukun beranak, pengusaha atau pengelola kebun bunga, ibu ang­kat, penjemur atau penggembala, yang selalu siap menja­lani kehidupan bersama karena wanita merupakan pelanjut kehidupan manusia. Peran wanita dalam kaba berhubungan erat dengan kepribadian individual anggota masyarakat menurut sistem sosial masyarakat Minangkabau, bahkan wanita dalam kaba merupakan pengukuhan kepribadian anggota masyarakat Minangkabau.
Jurnal Pendidikan Rokania, STKIP Rokania
Title:
Description:
Penelitian ini mengungkapkan peran wanita dalam Kaba Minangkabau yaitu salah satu bentuk karya sastra tradisional Minangkabau.
Tujuan pengungkapan peran wanita berangkat dari pemikiran bahwa wanita di Minangkabau mempunyai peranan vital karena sistem kehidupan masyarakatnya matrilineal dan karya sastra merupakan refleksi kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu peran wanita juga terekspresikan dalam kaba tersebut.
Untuk menjawab paradigma di atas, peneliti memilih kaba yang dijadikan sampel yaitu (1) Kaba Cindua Mato hasil kajian filologi M.
Yusuf dengan judul 'Persoalan Transliterasi dan Edisi Hikayat Tuanku Nan Muda Pagaru­yung (Kaba Cindua Mato); (2) Kaba Anggun Nan Tungga karya Ambas Mahkota; (3) Kaba Malin Deman hasil kajian filologi Nurizzati dengan judul 'Kaba Malin Daman Sebuah Kajian Filologis'.
Alasan pemilihan ini didasarkan bahwa masing-masing kaba dapat dikatakan representatif untuk menggambarkan atau mewakili kaba-kaba Minangkabau yang ada.
Kaba yang dijadikan sampel penelitian ini masih didendangkan secara lisan dan dicetak berulang kali dalam bentuk terbitan sampai sekarang.
Dalam pencapaian tujuan penelitian ini, dipergunakan pendekatan Sosiologi Sastra dan Psikologi.
Kaba sebagai karya sastra dianggap sebagai 'cerminan' masyarakat sehingga apa yang terekspresi melalui kaba tidak dapat dilepaskan dari kondisi masyarakat yang menjadi latarnya.
  Berdasar teori tersebut di atas diperoleh hasil penelitian bahwa wanita berperan dalam keluarga sebagai istri, ibu, anak, kakak, adik, dan nenek, dan dalam ma­syarakat wanita berperan sebagai pemimpin keluarga dan anggota masyarakat sebagai pembantu rumah tangga, dukun beranak, pengusaha atau pengelola kebun bunga, ibu ang­kat, penjemur atau penggembala, yang selalu siap menja­lani kehidupan bersama karena wanita merupakan pelanjut kehidupan manusia.
Peran wanita dalam kaba berhubungan erat dengan kepribadian individual anggota masyarakat menurut sistem sosial masyarakat Minangkabau, bahkan wanita dalam kaba merupakan pengukuhan kepribadian anggota masyarakat Minangkabau.

Back to Top