Javascript must be enabled to continue!
STUDI ANALISIS LAJU KOROSI PADA PERMUKAAN MATERIAL PAKU KOMERSIL DALAM MEDIA AGAR-AGAR
View through CrossRef
Abstrak
Korosi merupakan fenomena alamiah yang terjadi pada material logam. Pengendalian korosi ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya korosi pada material logam dan baja. Teknik pengendalian korosi salah satunya pemanfaatan inhibitor. Pada penelitian ini menggunakan inhibitor organik yaitu agar-agar. Penelitian ini menggunakan larutan NaOH, NaCl, HCl, dan K3Fe(CN)6 untuk melihat lama waktu proses korosi mulai timbul dari material logam. Hasil penelitian menunjukkan . Larutan HCL dan K3Fe(CN)6 menjadi larutan tercepat dalam timbulnya korosi hal ini dikarenakan karateristik larutan HCL yang termasuk asam kuat sehingga mempercepat korosi. Sedangkan, K3Fe(CN)6 atau kalium ferisianida berfungsi menunjukkan keberadaan ion Fe2+ dan merupakan sebuah pengoksidasi lemah dalam kimia organik. Selanjutnya untuk larutan NaCl timbul korosi setelah 24 jam pengamatan dan NaOH mulai timbul korosi setelah waktu 12 jam pengamatan. Hal ini menunjukkan bahwa agar-agar sebagai inhibitor dapat berfungsi sebagai inhibitor yang dapat mencegah korosi pada material logam.
Universitas PGRI Banyuwangi
Title: STUDI ANALISIS LAJU KOROSI PADA PERMUKAAN MATERIAL PAKU KOMERSIL DALAM MEDIA AGAR-AGAR
Description:
Abstrak
Korosi merupakan fenomena alamiah yang terjadi pada material logam.
Pengendalian korosi ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya korosi pada material logam dan baja.
Teknik pengendalian korosi salah satunya pemanfaatan inhibitor.
Pada penelitian ini menggunakan inhibitor organik yaitu agar-agar.
Penelitian ini menggunakan larutan NaOH, NaCl, HCl, dan K3Fe(CN)6 untuk melihat lama waktu proses korosi mulai timbul dari material logam.
Hasil penelitian menunjukkan .
Larutan HCL dan K3Fe(CN)6 menjadi larutan tercepat dalam timbulnya korosi hal ini dikarenakan karateristik larutan HCL yang termasuk asam kuat sehingga mempercepat korosi.
Sedangkan, K3Fe(CN)6 atau kalium ferisianida berfungsi menunjukkan keberadaan ion Fe2+ dan merupakan sebuah pengoksidasi lemah dalam kimia organik.
Selanjutnya untuk larutan NaCl timbul korosi setelah 24 jam pengamatan dan NaOH mulai timbul korosi setelah waktu 12 jam pengamatan.
Hal ini menunjukkan bahwa agar-agar sebagai inhibitor dapat berfungsi sebagai inhibitor yang dapat mencegah korosi pada material logam.
Related Results
Analisis Pengaruh Luas Permukaan Zink Anoda terhadap Laju Korosi
Analisis Pengaruh Luas Permukaan Zink Anoda terhadap Laju Korosi
Penggunaan zink anoda sebagai salah satu metode dalam mereduksi laju korosi pada kapal adalah sangat penting. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan seberapa besar pengar...
ANALISA LAJU KOROSI PIPA BAJA KARBON A53 DAN GALVANIS PADA MEDIA CAIRAN TETES TEBU
ANALISA LAJU KOROSI PIPA BAJA KARBON A53 DAN GALVANIS PADA MEDIA CAIRAN TETES TEBU
Berdasarkan aplikasinya, baja karbon dan galvanis merupakan bahan logam yang sering digunakan dalam industri, terutama dalam lingkungan asam atau basa. Namun, kedua jenis material ...
Efektivitas Inhibitor Organik terhadap Laju Korosi pada Plat Baja ST 40
Efektivitas Inhibitor Organik terhadap Laju Korosi pada Plat Baja ST 40
Korosi merupakan permasalahan umum yang sering terjadi dalam industri terutama yang menggunakan material logam baja ST 40. Penggunaan inhibitor kimia sintetis yang umum dipakai saa...
PELAPISAN TEMBAGA NIKEL PADA BAJA DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAJU KOROSI
PELAPISAN TEMBAGA NIKEL PADA BAJA DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAJU KOROSI
Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelapisan tembaga (Cu) – nikel (Ni) terhadap laju korosi baja karbon rendah Ms 7210. Tahap pertama penelitian adalah pelapisan Cu pad...
Pengaruh pengecoran timah hitam dengan timah murni terhadap laju korosi
Pengaruh pengecoran timah hitam dengan timah murni terhadap laju korosi
Timah umumnya digunakan oleh para nelayan pada jala sebagai pemberat untuk menangkap ikan dilaut, di perairan Cirebon dikenal alat tangkap ikan bernama kejer yaitu benda yang terbu...
PENGARUH PELAPISAN OLI, MINYAK BIMOLI DAN RESIN TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ST 41 PADA LINGKUNGAN AIR LAUT, AIR SUMUR DAN H2SO4
PENGARUH PELAPISAN OLI, MINYAK BIMOLI DAN RESIN TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ST 41 PADA LINGKUNGAN AIR LAUT, AIR SUMUR DAN H2SO4
Korosi merupakan suatu proses alamiah, yang disebabkan karena logam berusaha untuk kembali pada bentuk aslinya. Proses korosi tidak dapat dihindari, maka logam yang terjadi ...
PENCEGAHAN KOROSI PADA PABRIK KELAPA SAWIT
PENCEGAHAN KOROSI PADA PABRIK KELAPA SAWIT
Korosi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya logam yang diakibatkan oleh interaksi psikokimia antara logam dan lingkungannya. Korosi juga terjadi di pabrik kelapa sawit yang men...
<b>Pengaruh Perlakuan pada Daun dan Batang Terhadap Laju Evapotranspirasi pada Tanaman Waru (<i>Hibiscus Tiliaceus</i>) dan Pinus (<i>Pinus Merkusii</i>)</b>
<b>Pengaruh Perlakuan pada Daun dan Batang Terhadap Laju Evapotranspirasi pada Tanaman Waru (<i>Hibiscus Tiliaceus</i>) dan Pinus (<i>Pinus Merkusii</i>)</b>
Proses evapotranspirasi memainkan peran penting dalam fisiologi tumbuhan. Evapotranspirasi adalah gabungab dari dua proses yaituevaporasi (penguapan air dari permukaan daun) dan tr...

