Javascript must be enabled to continue!
Penggunaan bahan visual di kalangan guru teknikal
View through CrossRef
Kajian ini bertujuan untuk mengkaji tahap penggunaan bahan visual di kalangan guru-guru teknikal, kemahiran guru-guru teknikal dalam literasi visual dan sikap mereka terhadap literasi visual. Selain itu, kajian ini juga bertujuan untuk melihat limitasi yang dihadapi dalam penggunaan bahan visual dalam pengajaran di kelas. Rekabentuk kajian ini adalah berbentuk kuantitatif dengan menggunakan soal selidik sebagai instrumen. Populasi kajian adalah guru guru yang mengajar mata pelajaran teknikal sekolah menengah di Kota Kinabalu. Manakala sampel yang terlibat adalah sebanyak 120 guru yang dipilih menggunakan kaedah persampelan rawak berstrata. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif bagi pemboleh ubah pengalaman mengajar, penggunaan bahan visual, sikap dan limitasi. Seterusnya objektif kajian adalah untuk melihat perbezaan pemboleh ubah berdasarkan pengalaman mengajar dan hubungan antara pemboleh ubah, analisis inferensi digunakan. Dapatan kajian menunjukkan tahap penggunaan bahan visual di kalangan guru teknikal adalah sederhana. Selain itu, tahap kemahiran guru teknikal juga didapati berada pada tahap tinggi dan guru-guru teknikal mempunyai sikap yang positif terhadap literasi visual. Walau bagaimanapun, guru-guru teknikal masih menghadapi limitasi yang sederhana dalam mengaplikasikan penggunaan bahan visual dalam pengajaran di kelas. Maka dapat disimpulkan bahawa walaupun menghadapi masalah tertentu namun guru-guru teknikal masih bersikap positif terhadap literasi visual dan mengaplikasikannya dalam pengajaran di kelas.
This study aimed to examine the level of use of visual materials among technical teachers, their visual literacy skills, and their attitudes towards visual literacy. In addition, the study aimed to identify the limitations faced in using visual materials in classroom teaching. The study employed a quantitative research design using a questionnaire as the research instrument. The study population consisted of teachers who taught technical subjects in secondary schools in Kota Kinabalu. A total of 120 teachers were selected as the sample using stratified random sampling. The data obtained were analysed using descriptive analysis for the variables of teaching experience, use of visual materials, attitudes, and limitations. Inferential analysis was subsequently used to examine differences in the variables based on teaching experience and the relationships between the variables. The findings showed that the level of use of visual materials among technical teachers was moderate. In addition, the level of technical teachers’ skills was found to be high, and technical teachers demonstrated positive attitudes towards visual literacy. However, technical teachers still faced moderate limitations in applying visual materials in classroom teaching. It can therefore be concluded that despite facing certain challenges, technical teachers remained positive towards visual literacy and applied visual materials in classroom teaching.
Title: Penggunaan bahan visual di kalangan guru teknikal
Description:
Kajian ini bertujuan untuk mengkaji tahap penggunaan bahan visual di kalangan guru-guru teknikal, kemahiran guru-guru teknikal dalam literasi visual dan sikap mereka terhadap literasi visual.
Selain itu, kajian ini juga bertujuan untuk melihat limitasi yang dihadapi dalam penggunaan bahan visual dalam pengajaran di kelas.
Rekabentuk kajian ini adalah berbentuk kuantitatif dengan menggunakan soal selidik sebagai instrumen.
Populasi kajian adalah guru guru yang mengajar mata pelajaran teknikal sekolah menengah di Kota Kinabalu.
Manakala sampel yang terlibat adalah sebanyak 120 guru yang dipilih menggunakan kaedah persampelan rawak berstrata.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif bagi pemboleh ubah pengalaman mengajar, penggunaan bahan visual, sikap dan limitasi.
Seterusnya objektif kajian adalah untuk melihat perbezaan pemboleh ubah berdasarkan pengalaman mengajar dan hubungan antara pemboleh ubah, analisis inferensi digunakan.
Dapatan kajian menunjukkan tahap penggunaan bahan visual di kalangan guru teknikal adalah sederhana.
Selain itu, tahap kemahiran guru teknikal juga didapati berada pada tahap tinggi dan guru-guru teknikal mempunyai sikap yang positif terhadap literasi visual.
Walau bagaimanapun, guru-guru teknikal masih menghadapi limitasi yang sederhana dalam mengaplikasikan penggunaan bahan visual dalam pengajaran di kelas.
Maka dapat disimpulkan bahawa walaupun menghadapi masalah tertentu namun guru-guru teknikal masih bersikap positif terhadap literasi visual dan mengaplikasikannya dalam pengajaran di kelas.
This study aimed to examine the level of use of visual materials among technical teachers, their visual literacy skills, and their attitudes towards visual literacy.
In addition, the study aimed to identify the limitations faced in using visual materials in classroom teaching.
The study employed a quantitative research design using a questionnaire as the research instrument.
The study population consisted of teachers who taught technical subjects in secondary schools in Kota Kinabalu.
A total of 120 teachers were selected as the sample using stratified random sampling.
The data obtained were analysed using descriptive analysis for the variables of teaching experience, use of visual materials, attitudes, and limitations.
Inferential analysis was subsequently used to examine differences in the variables based on teaching experience and the relationships between the variables.
The findings showed that the level of use of visual materials among technical teachers was moderate.
In addition, the level of technical teachers’ skills was found to be high, and technical teachers demonstrated positive attitudes towards visual literacy.
However, technical teachers still faced moderate limitations in applying visual materials in classroom teaching.
It can therefore be concluded that despite facing certain challenges, technical teachers remained positive towards visual literacy and applied visual materials in classroom teaching.
Related Results
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS)
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS)
AbstractAnalysis of Poetry Themed Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi: Heuristics and Hermeneutics. This research aims to describe the results of heuristic a...
PKM Pelatihan Penulisan Bahan Ajar IPS Bagi Guru-Guru SD
PKM Pelatihan Penulisan Bahan Ajar IPS Bagi Guru-Guru SD
Permasalahan yang sering muncul dalam proses pembelajaran adalah kurangnya memanfaatkan media pembelajaran sebagai sarana belajar siswa. Salah satu media yang sering digunakan dala...
Peran analisis teknikal dalam pengambilan keputusan investasi saham
Peran analisis teknikal dalam pengambilan keputusan investasi saham
Pengambilan keputusan investasi saham memerlukan strategi yang sistematis dan berbasis data agar dapat meminimalisasi risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan. Analisis teknikal...
Peran Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Peran Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Pengembangan bahan ajar merupakan bagian penting dalam proses belajar mengajar, dengan adanya pengembangan bahan ajar guru dapat mengembangankan bahan ajar yang telah disediakan pe...
LOKALITAS SASAK DALAM NOVEL GURU DANE DAN GURU ONYEH KARYA SALMAN FARIS
LOKALITAS SASAK DALAM NOVEL GURU DANE DAN GURU ONYEH KARYA SALMAN FARIS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud lokalitas Sasak dalam novel Guru Dane dan Guru Onyeh karya Salman Faris, dan (2) fungsi lokalitas Sasak dalam membangun cer...
Visión pura y la visión del gurú: Una fenomenología del desconcierto
Visión pura y la visión del gurú: Una fenomenología del desconcierto
Comprender la naturaleza del gurú puede ser desconcertante. Una fuente de este desconcierto es que muchas personas piensan que el gurú es una persona, el gurú no es una persona. La...
Pelatihan E-Learning Berbasis Web Blog Bagi Guru SD
Pelatihan E-Learning Berbasis Web Blog Bagi Guru SD
Pada era digital saat ini pemanfaatan IPTEK merupakan sebuah keharusan bagi para pendidik. Inovasi pembelajaran berbasis teknologi, informasi dan komunikasi (TIK...
PELATIHAN BAHAN AJAR BERBASIS TEKS BAGI GURU-GURU BAHASA INDONESIA DI SMA KABUPATEN MUSI RAWAS
PELATIHAN BAHAN AJAR BERBASIS TEKS BAGI GURU-GURU BAHASA INDONESIA DI SMA KABUPATEN MUSI RAWAS
Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk melatih guru-guru SMA bidang studi bahasa Indonesia di Kabupaten Musi Rawas mendesain bahan pembelajaran dalam berbagai bentuk bahan aj...

