Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERSOALAN LINGKUNGAN DALAM NOVEL LEMAH TANJUNG KARYA RATNA INDRASWARI IBRAHIM (PROBLEM OF ENVIRONMENT IN LEMAH TANJUNG NOVEL BY RATNA INDRASWARI IBRAHIM)

View through CrossRef
Sebagai produk masyarakat, karya sastra juga menghadirkan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat, tidak terkecuali persoalan lingkungan. Ratna Indraswari Ibrahim adalah perempuan pengarang yang memiliki perhatian terhadap persoalan lingkungan seperti dalam novel Lemah Tanjung, tetapi selama ini para peneliti hanya menyoroti persoalan perempuannya saja. Oleh karena itu, masalah yang menjadi fokus penelitian ini adalah bagaimanakah persoalan lingkungan dalam novel Lemah Tanjung. Penelitian ini bertujuan mengungkap dan mendeskripsikan persoalan lingkungan yang terepresentasikan dalam novel Lemah Tanjung melalui pendekatan mimetis dengan teori ecocriticsm. Hasil penelitian menunjukan bahwa persoalan lingkungan dalam novel Lemah Tanjung merupakan representasi persoalan lingkungan yang ada di Kota Malang. Indikasi awal persoalan lingkungan adalah sulitnya mencari kunang-kunang yang menunjukkan makin sulitnya mencari sumber air bersih. Persoalan lingkungan lebih besar dihadirkan dengan kasus alih fungsi hutan kota menjadi perumahan mewah yang memicu perlawanan masyarakat terhadap pengusaha dan penguasa yang tidak berpihak pada lingkungan. Novel Lemah Tanjung menunjukkan keberpihakannya pada lingkungan, tetapi dengan nada pesimis.As a product of society, literary presents some problems that exist in society, not mention environment problems. Ratna Indraswari Ibrahim is a woman writer who cares about environment problem, as seen on her novel, Lemah Tanjung. Up to now, the researcher only focused on the woman problem. Because of that, this research focused on how the environment problem that represented in Lemah Tanjung novel. The aims of this research are to expose and describe the environment problem that represented in Lemah Tanjung novel by using mimetic approach with ecocriticism theory. Result of the research shows that environment problem in Lemah Tanjung novel is a representation of the environment problem in Malang city. The earlier indication is difficulty of finding the firefly that showed the difficulties of finding the water spring. The bigger environmental problem is presented by the case of forest conversion into luxurious residential that triggered societys resistance to the authority and businessman who do not defect to the enironment. Lemah Tanjung novel stands for the environment, but not in optimistic.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Title: PERSOALAN LINGKUNGAN DALAM NOVEL LEMAH TANJUNG KARYA RATNA INDRASWARI IBRAHIM (PROBLEM OF ENVIRONMENT IN LEMAH TANJUNG NOVEL BY RATNA INDRASWARI IBRAHIM)
Description:
Sebagai produk masyarakat, karya sastra juga menghadirkan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat, tidak terkecuali persoalan lingkungan.
Ratna Indraswari Ibrahim adalah perempuan pengarang yang memiliki perhatian terhadap persoalan lingkungan seperti dalam novel Lemah Tanjung, tetapi selama ini para peneliti hanya menyoroti persoalan perempuannya saja.
Oleh karena itu, masalah yang menjadi fokus penelitian ini adalah bagaimanakah persoalan lingkungan dalam novel Lemah Tanjung.
Penelitian ini bertujuan mengungkap dan mendeskripsikan persoalan lingkungan yang terepresentasikan dalam novel Lemah Tanjung melalui pendekatan mimetis dengan teori ecocriticsm.
Hasil penelitian menunjukan bahwa persoalan lingkungan dalam novel Lemah Tanjung merupakan representasi persoalan lingkungan yang ada di Kota Malang.
Indikasi awal persoalan lingkungan adalah sulitnya mencari kunang-kunang yang menunjukkan makin sulitnya mencari sumber air bersih.
Persoalan lingkungan lebih besar dihadirkan dengan kasus alih fungsi hutan kota menjadi perumahan mewah yang memicu perlawanan masyarakat terhadap pengusaha dan penguasa yang tidak berpihak pada lingkungan.
Novel Lemah Tanjung menunjukkan keberpihakannya pada lingkungan, tetapi dengan nada pesimis.
As a product of society, literary presents some problems that exist in society, not mention environment problems.
Ratna Indraswari Ibrahim is a woman writer who cares about environment problem, as seen on her novel, Lemah Tanjung.
Up to now, the researcher only focused on the woman problem.
Because of that, this research focused on how the environment problem that represented in Lemah Tanjung novel.
The aims of this research are to expose and describe the environment problem that represented in Lemah Tanjung novel by using mimetic approach with ecocriticism theory.
Result of the research shows that environment problem in Lemah Tanjung novel is a representation of the environment problem in Malang city.
The earlier indication is difficulty of finding the firefly that showed the difficulties of finding the water spring.
The bigger environmental problem is presented by the case of forest conversion into luxurious residential that triggered societys resistance to the authority and businessman who do not defect to the enironment.
Lemah Tanjung novel stands for the environment, but not in optimistic.

Related Results

CITRA WANITA DALAM KUMPULAN CERPEN SUMI DAN GAMBARNYA KARYA RATNA INDRASWARI IBRAHIM
CITRA WANITA DALAM KUMPULAN CERPEN SUMI DAN GAMBARNYA KARYA RATNA INDRASWARI IBRAHIM
ABSTRACT The purpose of the analysis of the image of women focused on the main female characters in the short story collection Sumi and Gambarnya by Ratna Indraswari Ibrahim is to ...
Aktivitas Psikis Tokoh dalam Novel Pecinan Karya Ratna Indraswari Ibrahim
Aktivitas Psikis Tokoh dalam Novel Pecinan Karya Ratna Indraswari Ibrahim
<em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas psikis yang terdapat dalam novel Pecinan.Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi sebagai berik...
NILAI MORAL DALAM CERPEN “ANTING” KARYA RATNA INDRASWARI IBRAHIM
NILAI MORAL DALAM CERPEN “ANTING” KARYA RATNA INDRASWARI IBRAHIM
Short story is a literary work that has a story written by the author with one of the goals to provide a moral value for the reader. The short story "Anting" by Ratna Indraswari Ib...
Perempuan‐Perempuan Pengarang Jawa Timur (Kajian Feminis)
Perempuan‐Perempuan Pengarang Jawa Timur (Kajian Feminis)
Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan perempuan­‐perempuan pengarang Jawa Timur, karya­‐karyanya, dan citra perempuan yang tergambar di dalamnya dengan perspektif feminis. Sumber d...
Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat
This study aims to describe archaic word forms and archaic meanings in the Banjar language in Pembengis Village, West Tanjung Jabung regency. Archaic are words or terms that are no...
Pengembangan Minat dan Bakat Siswa di Desa Perkebunan Tanjung Kasau (SDN 10 Perkebunan Tanjung Kasau dan MTS Islamiyah Tanjung Kasau)
Pengembangan Minat dan Bakat Siswa di Desa Perkebunan Tanjung Kasau (SDN 10 Perkebunan Tanjung Kasau dan MTS Islamiyah Tanjung Kasau)
Di Desa Perkebunan Tanjung Kasau, banyak para siswa yang tidak tahu minat dan bakat mereka masing-masing serta sekolah yang kurang aktif dalam melakukan kegiatan pengembangan minat...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA SEBUAH ANALISIS UNSUR TEMA, TOKOH, PERWATAKAN, AMANAT
NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA SEBUAH ANALISIS UNSUR TEMA, TOKOH, PERWATAKAN, AMANAT
Penelitian ini merupakan suatu analisis terhadap unsur pendidikan atas tema, tokoh dan perwatakan serta amanat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Rumusan mas...

Back to Top