Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peran Self-Efficacy Dalam Pelaksanaan Komunikasi SBAR Perawat Di RSUD Labuang Baji Makassar

View through CrossRef
Latar Belakang: Kegagalan komunikasi klinis masih menjadi salah satu penyebab utama insiden keselamatan pasien. Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) merupakan metode komunikasi terstruktur yang mendukung kejelasan handover dan keselamatan pasien, namun pelaksanaannya dapat dipengaruhi oleh self-efficacy perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan self-efficacy dengan pelaksanaan komunikasi SBAR pada perawat di RSUD Labuang Baji Makassar. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2025–Februari 2026. Sampel penelitian berjumlah 135 perawat yang dipilih dengan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, self-efficacy, dan pelaksanaan komunikasi SBAR. Nilai validitas instrumen berkisar 0,377–0,999 dan reliabilitas Cronbach’s alpha 0,607–0,998. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (88,9%), berusia 31–40 tahun (71,9%), berpendidikan Ners (49,6%), bekerja di ruang rawat inap (63,0%), dan memiliki masa kerja 6–10 tahun (54,1%). Mayoritas responden memiliki self-efficacy sedang (41,5%), sedangkan pelaksanaan komunikasi SBAR didominasi kategori kurang (42,2%). Uji Spearman Rho menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dan pelaksanaan komunikasi SBAR (p = 0,001) dengan korelasi positif lemah (r = 0,296). Kesimpulan: Semakin tinggi self-efficacy, semakin baik pelaksanaan komunikasi SBAR, meskipun hubungannya lemah. Diperlukan pelatihan SBAR, supervisi, standardisasi handover, dan dukungan sistem untuk meningkatkan komunikasi klinis dan keselamatan pasien. Kata kunci: Komunikasi SBAR, self-efficacy, perawat, keselamatan pasien
Title: Peran Self-Efficacy Dalam Pelaksanaan Komunikasi SBAR Perawat Di RSUD Labuang Baji Makassar
Description:
Latar Belakang: Kegagalan komunikasi klinis masih menjadi salah satu penyebab utama insiden keselamatan pasien.
Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) merupakan metode komunikasi terstruktur yang mendukung kejelasan handover dan keselamatan pasien, namun pelaksanaannya dapat dipengaruhi oleh self-efficacy perawat.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan self-efficacy dengan pelaksanaan komunikasi SBAR pada perawat di RSUD Labuang Baji Makassar.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2025–Februari 2026.
Sampel penelitian berjumlah 135 perawat yang dipilih dengan proportionate stratified random sampling.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, self-efficacy, dan pelaksanaan komunikasi SBAR.
Nilai validitas instrumen berkisar 0,377–0,999 dan reliabilitas Cronbach’s alpha 0,607–0,998.
Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (88,9%), berusia 31–40 tahun (71,9%), berpendidikan Ners (49,6%), bekerja di ruang rawat inap (63,0%), dan memiliki masa kerja 6–10 tahun (54,1%).
Mayoritas responden memiliki self-efficacy sedang (41,5%), sedangkan pelaksanaan komunikasi SBAR didominasi kategori kurang (42,2%).
Uji Spearman Rho menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dan pelaksanaan komunikasi SBAR (p = 0,001) dengan korelasi positif lemah (r = 0,296).
Kesimpulan: Semakin tinggi self-efficacy, semakin baik pelaksanaan komunikasi SBAR, meskipun hubungannya lemah.
Diperlukan pelatihan SBAR, supervisi, standardisasi handover, dan dukungan sistem untuk meningkatkan komunikasi klinis dan keselamatan pasien.
Kata kunci: Komunikasi SBAR, self-efficacy, perawat, keselamatan pasien.

Related Results

Studi Fenomenology Pelaksanaan Handover Dengan Komunikasi SBAR
Studi Fenomenology Pelaksanaan Handover Dengan Komunikasi SBAR
<em>Handover with SBAR communication is one step in achievement Patient Safety is very important implemented to reduce the incidence of accidents patient. One of Bukittinggi ...
Studi Fenomenology Pelaksanaan Handover Dengan Komunikasi SBAR
Studi Fenomenology Pelaksanaan Handover Dengan Komunikasi SBAR
Handover with SBAR communication is one step in achievement Patient Safety is very important implemented to reduce the incidence of accidents patient. One of Bukittinggi Hospital o...
Hubungan Beban Kerja Dengan Stres Perawat Di Ruangan Baji Dakka Dan Baji Kamase
Hubungan Beban Kerja Dengan Stres Perawat Di Ruangan Baji Dakka Dan Baji Kamase
Beban kerja merupakan beban aktifitas fisik, mental, sosial yang diterima oleh individu yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu, sesuai dengan kemampuan fisik maupun keterbata...
Pengukuran Kinerja Ekonomi, Efisiensi, dan Efektivitas pada RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan
Pengukuran Kinerja Ekonomi, Efisiensi, dan Efektivitas pada RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan
Value for money merupakan salah satu pengukuran kinerja organisasi sektor publik yang memuat indikator input, output, dan outcome yang dapat dijadikan alat ukur dalam menilai kiner...
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
HUBUNGAN KESADARAN KOMUNIKASI SBAR PERAWAT DENGAN PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DI RSU BUNDA THAMRIN MEDAN
HUBUNGAN KESADARAN KOMUNIKASI SBAR PERAWAT DENGAN PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DI RSU BUNDA THAMRIN MEDAN
Perawat berperan penting terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya keperawatan. Kualitas pelayanan keperawatan sebagai proses perawatan yang berkelanjutan dan be...
Implementasi Caring Spiritual Islam Perawat terhadap Kepuasan Pasien
Implementasi Caring Spiritual Islam Perawat terhadap Kepuasan Pasien
Perawat merupakan salah satu orang yang menjadi kunci dalam memenuhi kepuasan pasien. Oleh karena itu, perlakuan caring perawat dapat memberikan pengaruh terhadap pelayanan yang be...
The evaluation of a communication tool within an acute healthcare organization
The evaluation of a communication tool within an acute healthcare organization
Background: Striving to ensure clear, concise and consistent communication, the Situation, Background, Assessment and Recommendations (SBAR) tool was adopted for use within a multi...

Back to Top