Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

POTENSI AMILUM PREGELATINASI DARI BIJI NANGKA SEBAGAI DISINTEGRATOR DALAM PEMBUATAN TABLET PARACETAMOL METODE KEMPA LANGSUNG

View through CrossRef
Biji nangka mengandung amilum yang dapat digunakan sebagai disintegrator tablet, namun amilum memiliki karakteristik yang kurang baik. Dalam penelitian ini dilakukan modifikasi amilum biji nangka dengan metode pregelatinasi untuk memperbaiki kekurangan amilum. Evaluasi amilum biji nangka dan amilum pregelatinasi meliputi ukuran partikel, sudut istirahat, laju alir, berat jenis, kompresibilitas, rasio hausner dan LOD. Pembuatan tablet menggunakan zat aktif parasetamol dengan metode kempa langsung. Evaluasi massa cetak meliputi sudut istirahat, laju alir, kompresibilitas, rasio hausner dan evaluasi fisik tablet meliputi organoleptis, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amilum pregelatinasi memiliki ukuran partikel 150µm sebanyak 92,87%, sudut istirahat 26,10 , laju alir 7,72gr/det, berat jenis amilum pregelatinasi lebih baik dibandingkan amilum biji nangka, kompresibilitas 1,75%, rasio hausner 1,02, dan LOD sebesar 7,4%. Hasil evaluasi massa cetak amilum pregelatinasi dengan konsentrasi 10% lebih baik dibandingkan amilum biji nangka dan secara fisik tablet parasetamol menggunakan disintegrator amilum pregelatinasi 10% memiliki bentuk, bau, warna dan rasa sesuai persyaratan, keseragaman bobot 1,52% dengan ukuran diameter tablet yang tidak lebih besar dari tebalnya, kekerasan tablet 6,39kg, kerapuhan tablet sebesar 0% dan waktu hancur tablet selama 3,1 menit. Dengan demikian pregelatinasi amilum biji nangka dengan konsentrasi 10% berpotensi sebagai disintegrator pada sediaan tablet
Title: POTENSI AMILUM PREGELATINASI DARI BIJI NANGKA SEBAGAI DISINTEGRATOR DALAM PEMBUATAN TABLET PARACETAMOL METODE KEMPA LANGSUNG
Description:
Biji nangka mengandung amilum yang dapat digunakan sebagai disintegrator tablet, namun amilum memiliki karakteristik yang kurang baik.
Dalam penelitian ini dilakukan modifikasi amilum biji nangka dengan metode pregelatinasi untuk memperbaiki kekurangan amilum.
Evaluasi amilum biji nangka dan amilum pregelatinasi meliputi ukuran partikel, sudut istirahat, laju alir, berat jenis, kompresibilitas, rasio hausner dan LOD.
Pembuatan tablet menggunakan zat aktif parasetamol dengan metode kempa langsung.
Evaluasi massa cetak meliputi sudut istirahat, laju alir, kompresibilitas, rasio hausner dan evaluasi fisik tablet meliputi organoleptis, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa amilum pregelatinasi memiliki ukuran partikel 150µm sebanyak 92,87%, sudut istirahat 26,10 , laju alir 7,72gr/det, berat jenis amilum pregelatinasi lebih baik dibandingkan amilum biji nangka, kompresibilitas 1,75%, rasio hausner 1,02, dan LOD sebesar 7,4%.
Hasil evaluasi massa cetak amilum pregelatinasi dengan konsentrasi 10% lebih baik dibandingkan amilum biji nangka dan secara fisik tablet parasetamol menggunakan disintegrator amilum pregelatinasi 10% memiliki bentuk, bau, warna dan rasa sesuai persyaratan, keseragaman bobot 1,52% dengan ukuran diameter tablet yang tidak lebih besar dari tebalnya, kekerasan tablet 6,39kg, kerapuhan tablet sebesar 0% dan waktu hancur tablet selama 3,1 menit.
Dengan demikian pregelatinasi amilum biji nangka dengan konsentrasi 10% berpotensi sebagai disintegrator pada sediaan tablet.

Related Results

UJI SKRINING FITOKIMIA DARI AMILUM FAMILIA ZINGIBERACEAE
UJI SKRINING FITOKIMIA DARI AMILUM FAMILIA ZINGIBERACEAE
Skrining fitokimia  bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terdapat pada amilum familia zingiberaceae meliputi pemeriksaan alkalaoid, flavonoid, polifenolat, tanin, kui...
Kajian Uji Sensori Sosis Bika Dengan Variasi Jumlah Tepung Biji Nangka Dan Pasta Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus)
Kajian Uji Sensori Sosis Bika Dengan Variasi Jumlah Tepung Biji Nangka Dan Pasta Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus)
ABSTRAKBiji nangka (Artocarpus Heterophyllus) atau sering disebut beton merupakan limbah nangka yang belum banyak dimanfaatkan. Upaya diversifikasi makanan salah satunya dengan mem...
Solusi Pangan Inovatif: Pelatihan Pengolahan Biji Nangka Menjadi Tepung dan Mie Ibu-Ibu PKK Inti Kelurahan Gemolong
Solusi Pangan Inovatif: Pelatihan Pengolahan Biji Nangka Menjadi Tepung dan Mie Ibu-Ibu PKK Inti Kelurahan Gemolong
One of the main problems currently faced is the threat of a food crisis caused by the shrinking of food production land. The core members of the Family Welfare Program (PKK) in Gem...
REVIEW: EKSIPIEN UNTUK PEMBUATAN TABLET DENGAN METODE KEMPA LANGSUNG
REVIEW: EKSIPIEN UNTUK PEMBUATAN TABLET DENGAN METODE KEMPA LANGSUNG
Tablet merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi yang sangat popular. Sediaan tablet dapat dibuat dengan berbagai cara, diantaranya dengan metode kempa langsung, granulasi basah,...
PEMBUATAN BAHAN DASAR BIOETHANOL SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NANGKA PADA CV. KAJEYE FOOD MALANG
PEMBUATAN BAHAN DASAR BIOETHANOL SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NANGKA PADA CV. KAJEYE FOOD MALANG
CV. Kajeye Food merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan makanan yakni keripik buah dan sayur, dengan meningkatnya produksi nangka dari tahun ke tahun akan ber...
Kualitas Organoleptik Bakso Daging Entok dengan Penambahan Tepung Biji Nangka pada Level Berbeda
Kualitas Organoleptik Bakso Daging Entok dengan Penambahan Tepung Biji Nangka pada Level Berbeda
Bakso adalah produk olahan daging yang terknenal di Indonesia, memiliki tekstur kenyal, cita rasa yang gurih, terbuat dari kombinasi daging giling, tepung dan bumbu yang dibentuk b...
PERBANDINGAN PENGARUH PENGGUNAAN RAGI ROTI DAN RAGI TAPE PADA PROSES FERMENTASI BIOETANOL DARI BIJI BUAH DURIAN, NANGKA DAN MANGGA
PERBANDINGAN PENGARUH PENGGUNAAN RAGI ROTI DAN RAGI TAPE PADA PROSES FERMENTASI BIOETANOL DARI BIJI BUAH DURIAN, NANGKA DAN MANGGA
Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan energi mengakibatkan ketersediaan energi  menipis. Biomasa (biji buah - buahan) mulai dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol untu...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...

Back to Top