Javascript must be enabled to continue!
Anggara Kasih : Hujan dalam Serat Pawarsakan dan Mitos yang Melekat di Masyarakat
View through CrossRef
Penanggalan Jawa merupakan salah satu wujud kebudayaan masyarakat lampau yang sudah sepatutnya untuk diketahui. Penanggalan tersebut tertulis dalam karya sastra lama yang berupa naskah dan dinilai sangat luhur. Salah satu contoh naskah yang berisi penanggalan Jawa adalah Serat Pawarsakan karya R. Ng. Ranggawarsita. Dalam naskah tersebut terdapat penanggalan Jawa mengenai hujan yang didasarkan pada hari Anggara Kasih. Namun sayangnya penanggalan Jawa terkait hujan ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat Jawa, terlebih para pemuda generasi milenial. Padahal dengan hari Anggara Kasih tersebut dapat mengungkap berbagai hal di sekeliling yang berkaitan dengan alam. Hal tersebut antara lain adalah bencana banjir dan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat beserta obatnya. Di luar naskah Anggara Kasih memiliki mitos yang cukup kental dan dipercaya oleh masyarakat tertentu, utamanya berkaitan dengan turunnya hujan. Dengan demikian penelitian ini dilakukan untuk: (1) Mengetahui hujan berdasarkan hari Anggara Kasih dalam Serat Pawarsakan, dan (2) Mengetahui mitos hari Anggara Kasih bagi masyarakat Jawa. Dengan objek penelitian berupa naskah maka penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan teori serta pendekatan filologi untuk mengungkap hujan di dalam Serat Pawarsakan. Sedangkan untuk mengungkap mitos digunakan pendekatan antropologi. Dalam ranah filologi Serat Pawarsakan dideskripsikan, ditransliterasi, diterjemahkan, dan selanjutnya disunting. Data dalam naskah berupa teks yang berkaitan dengan tujuan penelitian dicatat dan selanjutnya dianalisis. Kemudian mengenai mitos hari Anggara Kasih akan dikaji dengan cara studi pustaka di luar naskah dan dilengkapi dengan wawancara. Hal ini untuk mengungkap makna yang tersimpan pada hari Anggara Kasih dalam perspektif orang Jawa. Data yang didapatkan adalah hari Anggara Kasih pada setiap bulannya memiliki makna tersendiri sebagai penanda musim. Adapun tanda tersebut adalah berupa datangnya musim kemarau atau penghujan, puncak musim penghujan, maupun pergantian musim. Hal ini selaras dengan mitos yang berkembang di masyarakat.
Title: Anggara Kasih : Hujan dalam Serat Pawarsakan dan Mitos yang Melekat di Masyarakat
Description:
Penanggalan Jawa merupakan salah satu wujud kebudayaan masyarakat lampau yang sudah sepatutnya untuk diketahui.
Penanggalan tersebut tertulis dalam karya sastra lama yang berupa naskah dan dinilai sangat luhur.
Salah satu contoh naskah yang berisi penanggalan Jawa adalah Serat Pawarsakan karya R.
Ng.
Ranggawarsita.
Dalam naskah tersebut terdapat penanggalan Jawa mengenai hujan yang didasarkan pada hari Anggara Kasih.
Namun sayangnya penanggalan Jawa terkait hujan ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat Jawa, terlebih para pemuda generasi milenial.
Padahal dengan hari Anggara Kasih tersebut dapat mengungkap berbagai hal di sekeliling yang berkaitan dengan alam.
Hal tersebut antara lain adalah bencana banjir dan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat beserta obatnya.
Di luar naskah Anggara Kasih memiliki mitos yang cukup kental dan dipercaya oleh masyarakat tertentu, utamanya berkaitan dengan turunnya hujan.
Dengan demikian penelitian ini dilakukan untuk: (1) Mengetahui hujan berdasarkan hari Anggara Kasih dalam Serat Pawarsakan, dan (2) Mengetahui mitos hari Anggara Kasih bagi masyarakat Jawa.
Dengan objek penelitian berupa naskah maka penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan teori serta pendekatan filologi untuk mengungkap hujan di dalam Serat Pawarsakan.
Sedangkan untuk mengungkap mitos digunakan pendekatan antropologi.
Dalam ranah filologi Serat Pawarsakan dideskripsikan, ditransliterasi, diterjemahkan, dan selanjutnya disunting.
Data dalam naskah berupa teks yang berkaitan dengan tujuan penelitian dicatat dan selanjutnya dianalisis.
Kemudian mengenai mitos hari Anggara Kasih akan dikaji dengan cara studi pustaka di luar naskah dan dilengkapi dengan wawancara.
Hal ini untuk mengungkap makna yang tersimpan pada hari Anggara Kasih dalam perspektif orang Jawa.
Data yang didapatkan adalah hari Anggara Kasih pada setiap bulannya memiliki makna tersendiri sebagai penanda musim.
Adapun tanda tersebut adalah berupa datangnya musim kemarau atau penghujan, puncak musim penghujan, maupun pergantian musim.
Hal ini selaras dengan mitos yang berkembang di masyarakat.
Related Results
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengantar Redaksi
Pengantar Redaksi
Jurnal Filsafat Volume 30 No. 1 Februari 2020 ini menghadirkan enam artikel dengan cakupan tema yang cukup beragama dari post-truth, ke isu lingkungan dan hak hewan hingga perdebat...
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Saat ini penggunaan polimer di dunia industri semakin berkembang, salah satunya dengan dibentuk menjadi komposit polimer. Matriks yang dapat digunakan dalam pembuatan komposit sala...
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
Serat dalam material diartikan sebagai penguat dimana serat memiliki ukuran yang kecil namun memiliki fleksibilitas yang baik serta kekuatan dalam pembebanan yang tinggi. Dalam seg...

