Javascript must be enabled to continue!
Analisis Penalaran Saintifik Siswa pada Materi Hukum Newton
View through CrossRef
Penalaran saintifik merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran fisika, namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tersebut pada materi Hukum Newton masih rendah dan analisis spesifik mengenai profil kemampuan penalaran siswa pada materi ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran saintifik siswa pada materi Hukum Newton. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif melalui wawancara terhadap 27 siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 1 Lakea. Instrumen penelitian berupa tes penalaran saintifik yang mencakup tujuh indikator serta wawancara untuk memperkuat temuan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran saintifik siswa didominasi kategori sedang sebesar 59,3%, diikuti kategori rendah sebesar 22,2%, dan kategori tinggi sebesar 18,5%. Indikator penalaran induktif memperoleh capaian tertinggi dengan kategori cukup, sedangkan indikator lainnya masih berada pada kategori kurang hingga sangat kurang. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa lebih mudah menarik kesimpulan dari contoh konkret dibandingkan melakukan penalaran yang lebih kompleks. Oleh karena itu, pembelajaran fisika perlu lebih menekankan kegiatan eksperimen dan pemecahan masalah kontekstual untuk meningkatkan kemampuan penalaran saintifik siswa.
Title: Analisis Penalaran Saintifik Siswa pada Materi Hukum Newton
Description:
Penalaran saintifik merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran fisika, namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tersebut pada materi Hukum Newton masih rendah dan analisis spesifik mengenai profil kemampuan penalaran siswa pada materi ini masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran saintifik siswa pada materi Hukum Newton.
Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif melalui wawancara terhadap 27 siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 1 Lakea.
Instrumen penelitian berupa tes penalaran saintifik yang mencakup tujuh indikator serta wawancara untuk memperkuat temuan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran saintifik siswa didominasi kategori sedang sebesar 59,3%, diikuti kategori rendah sebesar 22,2%, dan kategori tinggi sebesar 18,5%.
Indikator penalaran induktif memperoleh capaian tertinggi dengan kategori cukup, sedangkan indikator lainnya masih berada pada kategori kurang hingga sangat kurang.
Temuan ini menunjukkan bahwa siswa lebih mudah menarik kesimpulan dari contoh konkret dibandingkan melakukan penalaran yang lebih kompleks.
Oleh karena itu, pembelajaran fisika perlu lebih menekankan kegiatan eksperimen dan pemecahan masalah kontekstual untuk meningkatkan kemampuan penalaran saintifik siswa.
Related Results
Penalaran Hukum dan Penemuan Kebenaran
Penalaran Hukum dan Penemuan Kebenaran
Tulisan ini mengkaji korelasi antara penalaran hukum dengan penemuan kebenaran, masing-masing dipandang sebagai independent variable dan dependent variable. Dengan menggunakan pena...
Pengembangan Model Bimbingan Kesalehan Sosial Terhadap Penalaran Moral Siswa
Pengembangan Model Bimbingan Kesalehan Sosial Terhadap Penalaran Moral Siswa
Penelitian ini bertujuan yaitu: (1) Untuk mengetahui bentuk model bimbingan kesalehan sosial yang dapat meningkatkan penalaran moral siswa SMA Negeri 4 Pangkep, (2) Untuk mengetahu...
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
PENALARAN KREATIF MATEMATIS
PENALARAN KREATIF MATEMATIS
Matematika dapat dipandang sebagai cara bernalar, karena matematika memuat cara pembuktian yang sahih atau valid, serta sifat penalaran matematika yang sistematis. Kemampuan penala...
Penerapan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Dan Penalaran Matematis Siswa
Penerapan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Dan Penalaran Matematis Siswa
Artikel ini membahas tentang penerapan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik terhadap kemampuan pemahaman konsep dan penalaran matematis siswa. Tujuan dari penelitian ini ada...
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Guru di SDN Koripan menggunakan alat peraga dalam setiap pembelajarannya terumata pada mata pelajaran IPA. Guru menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menjelaskan kepada ...
Analisis Kemampuan Penalaran Adaptif Matematis Siswa pada Materi Operasi Hitung Pecahan
Analisis Kemampuan Penalaran Adaptif Matematis Siswa pada Materi Operasi Hitung Pecahan
<em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran adaptif matematis siswa pada materi operasi hitung pecahan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Santo Ta...
PEMAHAMAN GURU TENTANG PENDEKATAN SAINTIFIK DAN IMPLIKASINYA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
PEMAHAMAN GURU TENTANG PENDEKATAN SAINTIFIK DAN IMPLIKASINYA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Abstract:. Implementation of the 2013 Curriculum essentially sets out three main things, namely the application of integrated thematic learning, the use of scientific approaches to...

