Javascript must be enabled to continue!
Strategi Penguatan Kelembagaan Petani Dalam Tata Niaga Beras Desa Rias
View through CrossRef
Desa Rias merupakan salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Bangka Selatan dengan potensi surplus produksi yang signifikansi dan berperan strategis sebagai lumbung pangan daerah. Namun potensi tersebut belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani karena lemahnya fungsi kelembagaan dalam tata niaga beras, khususnya dalam konsolidasi produksi, pengelolaan pembiayaan, dan penguatan akses pasar secara kolektif. Lemahnya kelembagaan berdampak langsung pada rendahnya efisiensi tata niaga dan posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci penguatan kelembagaan petani, menentukan prioritas strategi penguatan kelembagaan tata niaga beras berbasis preferensi pemangku kepentingan, dan merumuskan implikasi kebijakan kelembagaan di tingkat desa. Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif didukung metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Data dikumpulkan melalui wawancara dan focus group discussion dengan responden kunci yang memahami dinamika kelembagaan petani dan didukung data sekunder yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa akses pembiayaan menjadi prioritas utama penguatan kelembagaan dengan bobot 0,47, diikuti oleh kemitraan berkelanjutan 0,28, penguatan kapasitas SDM kelembagaan 0,22, dan reformasi tata kelola kelembagaan 0,03. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian kelembagaan agribisnis dengan mengintegrasikan AHP sebagai alat pengambilan keputusan strategis berbasis preferensi pemangku kepentingan lokal.
Universitas Bangka Belitung
Title: Strategi Penguatan Kelembagaan Petani Dalam Tata Niaga Beras Desa Rias
Description:
Desa Rias merupakan salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Bangka Selatan dengan potensi surplus produksi yang signifikansi dan berperan strategis sebagai lumbung pangan daerah.
Namun potensi tersebut belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani karena lemahnya fungsi kelembagaan dalam tata niaga beras, khususnya dalam konsolidasi produksi, pengelolaan pembiayaan, dan penguatan akses pasar secara kolektif.
Lemahnya kelembagaan berdampak langsung pada rendahnya efisiensi tata niaga dan posisi tawar petani.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci penguatan kelembagaan petani, menentukan prioritas strategi penguatan kelembagaan tata niaga beras berbasis preferensi pemangku kepentingan, dan merumuskan implikasi kebijakan kelembagaan di tingkat desa.
Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif didukung metode Analytic Hierarchy Process (AHP).
Data dikumpulkan melalui wawancara dan focus group discussion dengan responden kunci yang memahami dinamika kelembagaan petani dan didukung data sekunder yang relevan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa akses pembiayaan menjadi prioritas utama penguatan kelembagaan dengan bobot 0,47, diikuti oleh kemitraan berkelanjutan 0,28, penguatan kapasitas SDM kelembagaan 0,22, dan reformasi tata kelola kelembagaan 0,03.
Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian kelembagaan agribisnis dengan mengintegrasikan AHP sebagai alat pengambilan keputusan strategis berbasis preferensi pemangku kepentingan lokal.
Related Results
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGGAMBAR DESAIN RIAS DENGAN HASIL PRAKTEK TATA RIAS PENGANTIN JAWA PRODI S1 PENDIDIKAN TATA RIAS DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGGAMBAR DESAIN RIAS DENGAN HASIL PRAKTEK TATA RIAS PENGANTIN JAWA PRODI S1 PENDIDIKAN TATA RIAS DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Program Studi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Surabaya menawarkan berbagai mata kuliah yangmencakup berbagai jenis teknik tata rias. Untuk mendapatkan hasil riasan yang sem...
PERKEMBANGAN TATA RIAS PENGANTIN TRADISIONAL DI DESA SAKRA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
PERKEMBANGAN TATA RIAS PENGANTIN TRADISIONAL DI DESA SAKRA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Abstrak
Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui perkembangan (1) tata rias wajah pengantin tradisional, (2) tata rias rambut, (3) tata busana (4) aksesoris pengantin tradisional ...
KAJIAN EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI PADI DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU
KAJIAN EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI PADI DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU
Kajian ekonomi rumahtangga petani meliputi pembahasan tentang rumahtangga petani dari aspek produksi dan konsumsi yang dilakukan secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk men...
ANALISIS KORELASI ANTARA JUMLAH PENDUDUK DENGAN IMPOR BERAS INDONESIA
ANALISIS KORELASI ANTARA JUMLAH PENDUDUK DENGAN IMPOR BERAS INDONESIA
Perkembangan impor beras di Indonesia sudah dimulai pada awal kemerdekaan yaitu pada 1945 sampai 1960. Impor beras Indonesia mencapai 0,3 sampai 1 juta ton per tahun. Setelah itu t...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN TATA RIAS PENGANTIN PUTRI JENGGOLO PADA MASYARAKAT SIDOARJO
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN TATA RIAS PENGANTIN PUTRI JENGGOLO PADA MASYARAKAT SIDOARJO
Tata rias pengantin Putri Jenggolo merupakan tata rias pengantin tradisional khas Sidoarjo. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa perias di Sidoarjo didapatkan hasil bahwa mi...
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifi...
PERSEPSI PENATA RIAS TERHADAP PENGGUNAAN TEKNIK AIRBRUSH DALAM TATA RIAS WAJAH PENGANTIN
PERSEPSI PENATA RIAS TERHADAP PENGGUNAAN TEKNIK AIRBRUSH DALAM TATA RIAS WAJAH PENGANTIN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi penata rias terhadap penggunaan teknik airbrush dalam tata rias wajah pengantin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pe...
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Kasus global menyatakan Diabetes bukan hanya penyebab kematian dini di seluruh dunia, tetapi juga penyebab utama kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Beras (Oryza sativa) ...

