Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengembangan Bahan Ajar Digital Storytelling Cerita Rakyat untuk Meningkatkan Kemampuan Bernalar Kritis Siswa di SMA

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital storytelling cerita rakyat yang dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis siswa di SMA. Alasan dari pengembangan ini adalah masih belum banyak bahan ajar digital storytelling cerita rakyat yang digunakan guru. Bahan ajar ini berisi materi cerita rakyat yang mengandung nilai kearifan lokal dan memuat hal-hal yang dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang menggunakan model pengembangan R2D2 (Reflective, Recursive Design and Development Model). Implementasi model R2D2 dilakukan dalam tiga fokus utama atau tahap, yaitu: 1) Fokus Pendefinisian (define focus); 2) Fokus Perancangan dan Pengembangan (design and development focus), dan 3) Fokus Penyebarluasan (dissemination focus).  Hasil penelitian: 1) Struktur bahan ajar adalah:  Cover, Kata Pengantar, Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar, Pembelajaran 1, Pembelajaran 2, Rangkuman, Tes Formatif, Refleksi, Glosarium, Daftar Pustaka; 2) Hasil validasi menunjukkan bahwa bahan ajar ini sangat baik dengan persentase penilaian mencapai 88,6%; 3) Respon siswa terhadap bahan ajar menunjukkan respon yang sangat baik dengan mencapai respon penilaian 88,2% bahwa bahan ajar digital storytelling cerita rakyat mudah dipahami dan dapat memotivasi untuk belajar. Berdasarkan rata-rata tersebut bahan ajar yang dikembangkan layak  digunakan guru untuk pembelajaran luring maupun daring.
Title: Pengembangan Bahan Ajar Digital Storytelling Cerita Rakyat untuk Meningkatkan Kemampuan Bernalar Kritis Siswa di SMA
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital storytelling cerita rakyat yang dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis siswa di SMA.
Alasan dari pengembangan ini adalah masih belum banyak bahan ajar digital storytelling cerita rakyat yang digunakan guru.
Bahan ajar ini berisi materi cerita rakyat yang mengandung nilai kearifan lokal dan memuat hal-hal yang dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis.
Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang menggunakan model pengembangan R2D2 (Reflective, Recursive Design and Development Model).
Implementasi model R2D2 dilakukan dalam tiga fokus utama atau tahap, yaitu: 1) Fokus Pendefinisian (define focus); 2) Fokus Perancangan dan Pengembangan (design and development focus), dan 3) Fokus Penyebarluasan (dissemination focus).
 Hasil penelitian: 1) Struktur bahan ajar adalah:  Cover, Kata Pengantar, Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar, Pembelajaran 1, Pembelajaran 2, Rangkuman, Tes Formatif, Refleksi, Glosarium, Daftar Pustaka; 2) Hasil validasi menunjukkan bahwa bahan ajar ini sangat baik dengan persentase penilaian mencapai 88,6%; 3) Respon siswa terhadap bahan ajar menunjukkan respon yang sangat baik dengan mencapai respon penilaian 88,2% bahwa bahan ajar digital storytelling cerita rakyat mudah dipahami dan dapat memotivasi untuk belajar.
Berdasarkan rata-rata tersebut bahan ajar yang dikembangkan layak  digunakan guru untuk pembelajaran luring maupun daring.

Related Results

ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
Penelitian ini membahas tentang analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat Aceh Besar. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam ceri...
Pemanfaatan Cerita Rakyat Sumbawa Sebagai Bahan Literasi Siswa Sekolah Dasar
Pemanfaatan Cerita Rakyat Sumbawa Sebagai Bahan Literasi Siswa Sekolah Dasar
Cerita rakyat Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat merupakan cerita rakyat yang tumbuh dan berkembang secara lisan dan menyebar secara turun temurun dari generasi ke generasi beri...
Peran Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Peran Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Pengembangan bahan ajar merupakan bagian penting dalam proses belajar mengajar, dengan adanya pengembangan bahan ajar guru dapat mengembangankan bahan ajar yang telah disediakan pe...
Tema Cerita Rakyat ‘Badang Perkasa’ menurut Interpretasi Siswa melalui Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Konstruktivisme
Tema Cerita Rakyat ‘Badang Perkasa’ menurut Interpretasi Siswa melalui Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Konstruktivisme
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) tema utama cerita rakyat Badang Perkasa menurut interpretasi siswa dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan konstruktivisme...
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Selama ini pemerintah tampaknya hanya berusaha untuk memajukan kebudayaan nasional. Padahal pemerintah diharapkan juga menggali dan memperkenalkan kekayaan khasanah kebudayaan loka...
Amanat Cerita Rakyat ‘Badang Perkasa’ menurut Interpretasi Siswa melalui Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Konstruktivisme
Amanat Cerita Rakyat ‘Badang Perkasa’ menurut Interpretasi Siswa melalui Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Konstruktivisme
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) amanat utama cerita rakyat Badang Perkasa menurut interpretasi siswa dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan konstruktivis...
Fungsi Pelaku dan Lingkungan Tindakan dalam Cerita Rakyat Sarolangun
Fungsi Pelaku dan Lingkungan Tindakan dalam Cerita Rakyat Sarolangun
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menguraikan kondisi dan keadaan dari identifikasi aspek-aspek fungsi pelaku, dan lingkungan tindakan yang terdapat pada...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

Back to Top