Javascript must be enabled to continue!
Gerakan Tanggap Sehat Reproduksi (RATASEKSI) pada Masa Remaja sebagai Upaya Pencegahan Stunting
View through CrossRef
An Nur Middle School is one of the junior high schools located in Gogik Village, East Ungaran District, Semarang Regency. Based on the results of the survey that we have conducted on partners, namely young women, they have never received information related to stunting, its causes and dangers. Young women have never received education about the importance of preventing stunting. Young women are the main target because they are the ones who will give birth to a healthy and stunting-free generation, young women must have knowledge and understanding of the causes and prevention of stunting. The implementation of this activity was carried out using the education method for young women at An Nur Ungaran Middle School. The number of young women who participated in the education activity was 37 respondents. The method of implementing this community service activity began with an assessment using a questionnaire before education was carried out (pre-test), then providing education about the Healthy Reproductive Response Movement as an effort to prevent stunting and ending with an evaluation in the form of an assessment with a questionnaire (post-test). The results of the percentage of respondent evaluations before being given education were in the category of less understanding as much as 34.93.6%, quite understanding 25.89%, good understanding 32.76% and very good 6.92%. Participants' understanding increased after being given education, which was included in the very good category of 39.05%, good 55.93%, sufficient 3.61% and lacking 1.41%. Based on the participant's understanding questionnaire, it was found that after being given education there was an increase in understanding of the material given by 95.4%.
ABSTRAK
SMP An Nur merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama yang terletak di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Berdasarkan hasil survey yang telah kami lakukan terhadap mitra yaitu remaja putri belum pernah mendapatkan informasi terkait stunting, penyebab dan bahayanya. Remaja putri belum pernah mendapatkan edukasi tentang pentingnya pencegahan stunting. Remaja putri menjadi sasaran utama karena mereka yang akan melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting, remaja putri harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang penyebab dan pencegahan terjadinya stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang cara pencegahan stunting sejak dini. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode edukasi terhadap remaja putri di SMP An Nur Ungaran. Jumlah remaja putri yang mengikuti kegiatan edukasi yaitu 37 responden. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat ini diawali dengan memberikan penilaian menggunakan kuesioner sebelum dilakukan edukasi (pre test), selanjutnya pemberian edukasi gerakan tanggap sehat reproduksi serta diakhiri dengan evaluasi berupa penilaian dengan kuesioner (post test). Hasil persentase evaluasi responden sebelum diberikan edukasi masuk dalam kategori kurang paham sebanyak 34,93,6%, cukup paham 25,89%, pemahaman yang baik 32,76% dan sangat baik 6,92%. Pemahaman peserta mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi yaitu termasuk dalam kategori sangat baik sebesar 39,05%, baik 55,93%, cukup 3,61% dan kurang sebanyak 1,41%. Berdasarkan kuesioner pemahaman peserta diketahui bahwa setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pemahaman tentang materi yang diberikan sebesar 95,4%. Kesimpulan dari kegiatan ini ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan Gerakan Tanggap Sehat Reproduksi (RATASEKSI) pada Masa Remaja sebagai Upaya Pencehagan STUNTING (p value < α), (0,02 < 0,05)
Title: Gerakan Tanggap Sehat Reproduksi (RATASEKSI) pada Masa Remaja sebagai Upaya Pencegahan Stunting
Description:
An Nur Middle School is one of the junior high schools located in Gogik Village, East Ungaran District, Semarang Regency.
Based on the results of the survey that we have conducted on partners, namely young women, they have never received information related to stunting, its causes and dangers.
Young women have never received education about the importance of preventing stunting.
Young women are the main target because they are the ones who will give birth to a healthy and stunting-free generation, young women must have knowledge and understanding of the causes and prevention of stunting.
The implementation of this activity was carried out using the education method for young women at An Nur Ungaran Middle School.
The number of young women who participated in the education activity was 37 respondents.
The method of implementing this community service activity began with an assessment using a questionnaire before education was carried out (pre-test), then providing education about the Healthy Reproductive Response Movement as an effort to prevent stunting and ending with an evaluation in the form of an assessment with a questionnaire (post-test).
The results of the percentage of respondent evaluations before being given education were in the category of less understanding as much as 34.
93.
6%, quite understanding 25.
89%, good understanding 32.
76% and very good 6.
92%.
Participants' understanding increased after being given education, which was included in the very good category of 39.
05%, good 55.
93%, sufficient 3.
61% and lacking 1.
41%.
Based on the participant's understanding questionnaire, it was found that after being given education there was an increase in understanding of the material given by 95.
4%.
ABSTRAK
SMP An Nur merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama yang terletak di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang.
Berdasarkan hasil survey yang telah kami lakukan terhadap mitra yaitu remaja putri belum pernah mendapatkan informasi terkait stunting, penyebab dan bahayanya.
Remaja putri belum pernah mendapatkan edukasi tentang pentingnya pencegahan stunting.
Remaja putri menjadi sasaran utama karena mereka yang akan melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting, remaja putri harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang penyebab dan pencegahan terjadinya stunting.
Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang cara pencegahan stunting sejak dini.
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode edukasi terhadap remaja putri di SMP An Nur Ungaran.
Jumlah remaja putri yang mengikuti kegiatan edukasi yaitu 37 responden.
Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat ini diawali dengan memberikan penilaian menggunakan kuesioner sebelum dilakukan edukasi (pre test), selanjutnya pemberian edukasi gerakan tanggap sehat reproduksi serta diakhiri dengan evaluasi berupa penilaian dengan kuesioner (post test).
Hasil persentase evaluasi responden sebelum diberikan edukasi masuk dalam kategori kurang paham sebanyak 34,93,6%, cukup paham 25,89%, pemahaman yang baik 32,76% dan sangat baik 6,92%.
Pemahaman peserta mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi yaitu termasuk dalam kategori sangat baik sebesar 39,05%, baik 55,93%, cukup 3,61% dan kurang sebanyak 1,41%.
Berdasarkan kuesioner pemahaman peserta diketahui bahwa setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pemahaman tentang materi yang diberikan sebesar 95,4%.
Kesimpulan dari kegiatan ini ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan Gerakan Tanggap Sehat Reproduksi (RATASEKSI) pada Masa Remaja sebagai Upaya Pencehagan STUNTING (p value < α), (0,02 < 0,05).
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Pendahuluan : Program Generasi Berencana (GenRe) menjadi salah satu program yang dituntut untuk melakukan penyesuaian karena target Group dari program ini adalah remaja yang tidak ...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
Pemberdayaan Remaja SMA dalam Pemantauan Status Gizi melalui Edukasi dan Demonstrasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan Dini Stunting
Pemberdayaan Remaja SMA dalam Pemantauan Status Gizi melalui Edukasi dan Demonstrasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan Dini Stunting
ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi yang timbul akibat asupan gizi yang tidak mencukupi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Kekurangan gizi ini dapat mengakibatk...
Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri
Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri
Background: Stunting is a growth and development disorder in children due to chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by height below standard (faltering growth...
PENDAMPINGAN ANEMIA PADA REMAJA DAN PERSIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DI SMP TRI SUKSES NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
PENDAMPINGAN ANEMIA PADA REMAJA DAN PERSIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DI SMP TRI SUKSES NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu tentu tidak dimulai saat seorang wanita hamil saja. Diperlukan persiapan seorang remaja yang sehat agar menjadi ibu yang sehat. Remaja yang ...

