Javascript must be enabled to continue!
PERBANDINGAN PEMERIKSAAN TINJA ANTARA METODE FLOTASI DAN METODE RITCHIE DALAM MENDETEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTH
View through CrossRef
Soil Transmitted Helminths adalah cacing golongan nematoda yang dapat menginfeksi manusia biasanya ditularkan melalui tanah yang terkontaminasi telur atau larvanya. Pemeriksaan tinja secara mikroskopik memiliki dua pemeriksaan yaitu pemeriksaan secara kualitatif dan kuantitatif. Metode yang dapat dilakukan untuk pemeriksaan feses secara kualitatif yaitu metode pemeriksaan langsung (direct slide), metode anal swab, metode flotasi/pengapungan, metode selotip, dan metode sedimentasi. Sedangkan pada pemeriksaan secara kuantitatif yaitu Stoll, ritchie, dan Kato Katz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil identifikasi jumlah telur dari tiap spesies yang ditemukan pada Metode Flotasi dan Metode Ritchie. Populasi dalam penelitian ini diperoleh dari tinja yang dicurigai Soil Transmitted Helminth. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan kriteria tertentu. Analisa data digunakan uji statistik Paired Sample T Test dengan menghitung nilai sensitivitas dan spesifisitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah telur cacing Soil Transmitted Helminth lebih banyak ditemukan pada metode ritchie yaitu pada Ascaris lumbricoides 350 (84,95%) dan Trichuris trichiura 62 (15,05%), sedangkan pada metode flotasi pada Ascaris lumbricoides 195 (85,15%) dan Trichuris trichiura 34 (14,85%). Metode Flotasi dan Metode Ritchie mempunya nilai sensitivitas dan spesifisitas yang sama yaitu sensitivitas 100% dan spesifisitas 0%. Hasil dari Uji Paired Sample T Test memiliki nilai signifikan sebesar 0,001 (p< 0,05) menunjukan bahwa ada perbedaan hasil pemeriksaan STH dengan metode flotasi dan ritchie.
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung
Title: PERBANDINGAN PEMERIKSAAN TINJA ANTARA METODE FLOTASI DAN METODE RITCHIE DALAM MENDETEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTH
Description:
Soil Transmitted Helminths adalah cacing golongan nematoda yang dapat menginfeksi manusia biasanya ditularkan melalui tanah yang terkontaminasi telur atau larvanya.
Pemeriksaan tinja secara mikroskopik memiliki dua pemeriksaan yaitu pemeriksaan secara kualitatif dan kuantitatif.
Metode yang dapat dilakukan untuk pemeriksaan feses secara kualitatif yaitu metode pemeriksaan langsung (direct slide), metode anal swab, metode flotasi/pengapungan, metode selotip, dan metode sedimentasi.
Sedangkan pada pemeriksaan secara kuantitatif yaitu Stoll, ritchie, dan Kato Katz.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil identifikasi jumlah telur dari tiap spesies yang ditemukan pada Metode Flotasi dan Metode Ritchie.
Populasi dalam penelitian ini diperoleh dari tinja yang dicurigai Soil Transmitted Helminth.
Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan kriteria tertentu.
Analisa data digunakan uji statistik Paired Sample T Test dengan menghitung nilai sensitivitas dan spesifisitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah telur cacing Soil Transmitted Helminth lebih banyak ditemukan pada metode ritchie yaitu pada Ascaris lumbricoides 350 (84,95%) dan Trichuris trichiura 62 (15,05%), sedangkan pada metode flotasi pada Ascaris lumbricoides 195 (85,15%) dan Trichuris trichiura 34 (14,85%).
Metode Flotasi dan Metode Ritchie mempunya nilai sensitivitas dan spesifisitas yang sama yaitu sensitivitas 100% dan spesifisitas 0%.
Hasil dari Uji Paired Sample T Test memiliki nilai signifikan sebesar 0,001 (p< 0,05) menunjukan bahwa ada perbedaan hasil pemeriksaan STH dengan metode flotasi dan ritchie.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Serum levels of Interleukin-10, Interleukin-6, and leptin in patients with Mycobacterium leprae–Helminth Co-Infections
Serum levels of Interleukin-10, Interleukin-6, and leptin in patients with Mycobacterium leprae–Helminth Co-Infections
Abstract
Introduction
Leprosy remains a public health problem in several countries, including Indonesia, due to its surro...
Ecological soil physics as section of ecological soil science
Ecological soil physics as section of ecological soil science
Nowadays, there is a general penetration of ecology in other related sciences. Soil science is not an exception. To the evidence of this, the works of soil scientists may serve, th...
Prevalence of Soil–Transmitted Helminth Infections and Associ-ated Risk Factors among Schoolchildren in Nakhon Si Thamma-rat, Thailand
Prevalence of Soil–Transmitted Helminth Infections and Associ-ated Risk Factors among Schoolchildren in Nakhon Si Thamma-rat, Thailand
Background: Soil–transmitted helminth infections constitute a public health problem in the rural areas of tropical and subtropical regions, including Thailand. We aimed to determin...
Pemisahan Timbal (Pb) dalam Galena dengan Metode Flotasi Menggunakan Deterjen
Pemisahan Timbal (Pb) dalam Galena dengan Metode Flotasi Menggunakan Deterjen
Metode flotasi dan xanthate sebagai zat kolektor telah banyak digunakan untuk memisahkan logam-logam tertentu dalam suatu campuran. Pada penelitian ini digunakan deterjen sebagai p...
Soil-transmitted helminthes infection and related factors among primary school students at Ea Po commune, Cu Jut district, Dak Nong province
Soil-transmitted helminthes infection and related factors among primary school students at Ea Po commune, Cu Jut district, Dak Nong province
Background: Soil-transmitted helminth infection is a common and a significant health problem in poor and developing countries. Children are the most commonly infected with soil-tra...
PERBANDINGAN JUMLAH TES HIV/AIDS IBU HAMIL PADA PEMERIKSAAN K1 DAN K4
PERBANDINGAN JUMLAH TES HIV/AIDS IBU HAMIL PADA PEMERIKSAAN K1 DAN K4
Latar belakang: Pelayanan Antenatal care (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya. Standar dalam pelayanan antenatal...

